Laporan pertandingan: Swansea City 1 Chelsea 0

Di Liberty Stadium, the Blues menelan kekalahan pertamanya di Premier League sejak Desember lewat gol Gylfi Sigurdsson yang mencetak satu-satunya gol tim tuan rumah.

Gol itu lahir di menit 25 ketika gelandang Swansea itu melepas tembakan voli dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Asmir Begovic. Meski memiliki banyak peluang untuk menyamakan kedudukan, terutama lewat flick Pato di awal babak kedua, kita tak mampu mencetak gol penyeimbang.

Namun ada sisi positif dari penampilan the Blues, terutama Ruben Loftus-Cheek yang tampil percaya diri dan bisa diandalkan dengan perannya sebagai gelandang serang.

The Blues menghadapi laga ini dengan bekal laju tak terkalahkan sebanyak 16 laga di Premier League, juga dengan penampilan apik di kandang lawan.

Kitalah yang mengancam lebih dulu di menit kelima, ketika Loftus-Cheek, yang akhir pekan lalu membuka kran gol di Villa Park, menguji Lukasz Fabianski dari dalam kotak penalti. Gerakan ini diawali oleh kerjasama antara Cesc Fabregas dan Oscar.

Pemain asal Brazil itu menjadi starter sebagai sayap kanan sementara Pedro di kiri.

Begoviv, yang kembali bermain setelah terakhir kali tampil saat kita mengalahkan Scunthorpe di FA Cup, harus berlari keluar dari wilayahnya untuk mendahului striker Swansea Alberto Paloshi yang mengejar bola. Kiper asal Bosnia itu kemudian menjatuhkan diri ke kiri untuk menangkap tembakan Jefferson Montero.

Loftus-Cheek berhasil menyambar umpan lemah di dalam wilayah pertahanan Swansea namun ia dikepung oleh tiga pemain lawan dan, akhirnya, produk Akademi Chelsea, Jack Cork, membuat tekel penting.

The Blues went into the game looking to extend our unbeaten Premier League run to 16 matches, and in particularly impressive form away from home.

We threatened first after just five minutes when Loftus-Cheek, who broke the deadlock a week ago at Villa Park, tested Lukasz Fabianski from just inside the penalty area after good work by Cesc Fabregas and Oscar.

The Brazilian started the game wide on the right-hand side with Pedro deployed on the opposite flank.

Begovic, involved for the first time since our FA Cup win over Scunthorpe, had to be alert to race off his line and collect a ball over the top with Swansea striker Alberto Paloschi on the chase, and the Bosnian goalkeeper then saved low down at the near post from Jefferson Montero.

Loftus-Cheek did well to pounce on a wayward pass deep inside the Swansea half but as the youngster drove towards goal with three opposition players in pursuit it was former Chelsea Academy product Jack Cork who produced the all-important tackle. 

Umpan salah di wilayah Swansea kembali memberikan peluang bagi kita ketika Ashley Williams salah mengumpan ke Fabregas. Pemain Spanyol itu kemudian membagi bola ke sayap, ke Oscar, yang kemudian mengirim umpan silang ke tiang dekat namun terpantul. Loftus-Cheek gagal memanfaatkan peluang tersebut.

Mendekati menit ke-20, laga masih tanpa gol namun kedua tim menunjukkan permainan yang positif.

Swansea kemudian mendapat dua peluang fantastik dalam waktu berdekatan. Pertama, ketika Begovic harus menghentikan tendangan Sigurdsson dari sudut kotak penalti, dan semenit kemudian, ketika Angel Rangel menusuk ke kotak penalti namun tembakannya masih bergulir beberapa inci dari tiang jauh.

The Blues memperagakan sepakbola yang atraktif dengan satu sentuhan di wilayah permainan Swansea, di mana Fabregas, Oscar, dan Loftus-Cheek berperan besar.

Oscar, yang mencetak dua gol di pertemuan serupa musim lalu, sering merepotkan bek kiri Neil Taylor. Dengan kemampuannya mengolah bola, ia berhasil melewati bek itu kemudian melepas umpan silang. Pato datang untuk menyambut namun tak mampu mengendalikan bola dengan baik.

Dari serangan berikutnya, Swansea unggul.

Montero selalu menebar ancaman di pertemuan di awal musim di Stamford Bridge yang berakhir imbang 2-2 itu, dan kali ini pun sama.

Ia mengirim umpan dari sisi kiri yang kemudian dibuang Miazga, bola jatuh ke kaki Sigurdsson, yang berdiri di depan kotak penalti. Ia kemudian melepas tendangan voli kaki kiri ke sudut bawah gawang yang tak mampu diantisipasi Begovic.

Setelah mengawali laga dengan cukup baik dari segi pertahanan, kesalahan demi kesalahan mulai terjadi dan Williams nyaris bisa menambah skor jika sundulannya ke gawang kosong lebih terarah.

Begovic kembali membuat penyelamatan gemilang ketika sebuah umpan silang Montero mengenai Azpilicueta. Ia kemudian kembali beraksi untuk menghentikan upaya Andrew Ayew.

Kedua bek kanan – Azpilicueta dan Rangel – dikartu kuning dalam waktu berdekatan akibat melanggar Montero dan Baba, berturut-turut. Kemudian Miazga dan Neil Taylor, yang melanggar Loftus-Cheek, gantian mendapat kartu kuning.

Meski the Blues lebih banyak menguasai bola, kita kesulitan menembus barisan pertahanan Swansea.

Kita akhirnya berhasil menembus pertahanan mereka ketika Fabregas yang mengumpan Oscar berlari. Tendangannya, bisa dihentikan, dan bola muntah yang mendarat di kaki Pato kemudian ditembak, namun masih melebar.

Kenedy masuk menggantikan Miazga seusai turun minum. Dengan demikian, Oscar turun sebagai gelandang bertahan bersama Fabregas sedangkan si pemain pengganti beroperasi di kanan. Sedangkan John Mikel Obi menjadi bek tengah.

Kita langsung tancap gas di awal babak kedua. Lari Loftus-Cheek diakhiri dengan tembakan kaki kiri yang masih mengenai kaki lawan dan menghasilkan tendangan sudut.

Pato berhasil membobol gawang lawan namun gol tersebut dibatalkan karena ia dianggap menguasai umpan Fabregas dengan tangannya.

Beberapa saat kemudian, Pato, seharusnya, bisa menyamakan kedudukan.

Oscar memberikan bola ke Loftus-Cheek yang berlari di tengah pemain Swansea yang mundur ke belakang sebelum akhirnya mengoper bola ke Pedro di kiri. Pemain sayap itu kemudian melepas umpan silang ke depan gawang namun Pato lebih memilih untuk memflick dan bola bergulir melebar.

Babak kedua kita awali dengan baik, namun Begovic kembali harus bekerja keras ketika menghentikan tendangan drive Cork yang sempat memantul ke tanah – yang mempersulit penangkapannya.

Mikel, yang kali ini dimainkan di posisi yang tak biasa, melakukan blok brilian untuk menghentikan Sigurdsson setelah gelandang Islandia itu melepas umpan di dalam kotak penalti Chesea.

Di menit 63, Hiddink membuat pergantian kedua, dengan memasukkan Bertrand Traore dan menarik keluar Pato.

Loftus-Cheek tampil impresif untuk the Blues, di jantung pertahanan kita. Gelandang itu kembali gagal memanfaatkan peluang ketika tendangannya kembali mengenai pemain lawan. Sebelumnya, ia terlihat bersemangat untuk memenangi perebutan bola.

Itu adalah usaha terakhir Loftus-Cheek kala di 16 menit terakhir ia digantikan oleh Falcao, yang tampil untuk kali pertama sejak Oktober.

Swansea mendapat peluang yang sangat bagus ketika sundulan Montero dari jarak dekat mengenai mistar gawang. Kala itu Sigurdsson mengangkat bola ke atas Begovic karena sang kiper kita berusaha mempersempit sudut tembak.

Saat waktu semakin menipis, dua pemain pengganti memiliki peluang bagus. Traore mengumpan Falcao dengan umpan cerdas, namun bola mengenai pemain lawan dan menjauh dari si striker dan bola dengan mudah ditangkap Fabianski.

Laju tak terkalahkan terpanjang di Premier League musim ini berakhir namun masih ada elemen-elemen yang memuaskan Guus Hiddink, terutama dengan banyaknya pemain senior yang tak bisa tampil.

Kini perhatian kita tertuju pada laga akhir pekan depan melawan Manchester City di Stamford Bridge.

 

Chelsea (4-2-3-1): Begovic; Azpilicueta, Miazga (Kenedy h/t), Ivanovic (k), Baba; Mikel, Fabregas; Pedro, Loftus-Cheek (Falcao 74), Oscar; Pato (Traore 63)
Cadangan yang tidak dimainkan: Courtois, Aina, Colkett, Palmer
Kartu kuning Azpilicueta 35, Miazga 39, Pedro 70

Swansea (4-2-3-1): Fabianski; Rangel, Fernandez, Williams (k), Taylor; Cork, Fer; Sigurdsson, Ayew (Routledge 66), Montero (Naughton 84) ; Paloschi (Gomis 74).
Cadangan yang tidak dimainkan: Nordfeldt, Amat, Ki, Barrow
Gol Sigurdsson 25
Kartu kuning 
Cork 29, Taylor 42, Paloschi 69, Fer 78

Wasit Andre Marriner

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA