Blog

Di Jalan yang Benar

Pekan ini adalah pekan yang baik untuk Ross Barkley, di mana ia berhasil mencetak gol pertamanya dalam seragam Chelsea dan dipanggil kembali ke tim nasional Inggris sekaligus menjadi wakil the Blues di panggung internasional.

Sebelumnya di musim ini, si gelandang mengalami masa-masa sulit dengan cedera yang dialaminya. Setelah melewati masa sulit selama enam bulan pertama di Chelsea, ia tampil mengesankan di 11 laga di bawah arahan Maurizio Sarri.

Penampilan apiknya itu dipuncaki di laga sebelumnya, saat menaklukkan tuan rumah Southampton dengan skor 3-0 dalam lanjutan Premier League. Umpannya berhasil membuahkan gol pembuka yang dibikin oleh Eden Hazard, sementara, ia sendiri yang mencetak gol kedua the Blues.

Berkat penampilan menawannya itu, ia dipanggil kembali ke skuat Inggris yang dimanajeri oleh Gareth Southgate dan melakoni penampilan pertamanya di level internasional dalam dua tahun terakhir ketika bermain penuh saat the Three Lions bermain imbang 0-0 dengan Kroasia dalam ajang Nations League Sabtu dini hari lalu. Terakhir kali ia diturunkan sebagai starter adalah saat Inggris dibesut oleh Roy Hodgson, kala tunduk oleh Belanda dengan skor 2-1 dalam sebuah laga persahabatan di Wembley pada Maret 2016.

Kewarganegaraannya menjadi penting ketika mengingat penampilan menawannya untuk Chelsea belakangan ini, terutama lewat gol dan assistnya di St. Mary’s Stadium.

Itu berarti gol pertama kami di Premier League musim ini yang dicetak oleh pemain asal Inggris. Pemain berkebangsaan Inggris terakhir yang melakukannya adalah Danny Drinkwater, rekan Barkley, sepekan sebelum pemain bernomor punggung delapan itu didatangkan dari Everton.

Gol itu tercipta dalam kemenangan telak 5-0 atas Stoke City di London barat, di laga terakhir tahun 2017, tepatnya pada 30 Desember. Drinkwater melepaskan tembakan setengah voli dari luar kotak penalti yang membuat kami sudah unggul dua gol di menit kesembilan. Di laga itu, the Potters, yang krisis pemain belakang akibat cedera, kewalahan meredam serangan-serangan kami.

Dengan kontribusi Barkley di markas the Saints itu, ia jadi pemain Inggris pertama yang bisa membukukan satu gol dan satu assist untuk Chelsea di satu laga Premier League. Pemain terakhir yang bisa melakukannya adalah pemakai nomor delapan pendahulunya, yaitu legenda the Blues Frank Lampard, lima tahun lalu.

Catatan itu dilakukan Lamps dalam laga epik melawan Sunderland pada Desember 2013 yang berakhir dengan kemenangan. Golnya tercipta dengan menanduk umpan silang Juan Mata dari dekat di menit ke-17 untuk membuat kedudukan berimbang, setelah kami secara mengejutkan tertinggal lebih dulu, tiga menit sebelumnya, dari tim yang sedang berjuang untuk terhindar dari degradasi itu.

Setelah itu kami berbalik unggul lewat permainan cantik Eden Hazard, namun disamakan oleh John O’Shea. Akhirnya, Lampard, yang menguasai bola, mengembalikan bola ke si pemain Belgia yang sukses mengonversinya menjadi gol keduanya sekaligus mengembalikan keunggulan kami. Gol bunuh diri Phil Bardsley memperlebar keunggulan kami. Dengan gol bunuh diri itu, gol Bardsley yang disarangkan di penghujung laga pun tidak berarti apa-apa.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA