Blog

Manajer Terbaik Dunia

Belum lama ini Didier Deschamps terpilih sebagai Best FIFA Football Coach yang meneruskan tradisi penghargaan manajerial yang diterima oleh orang-orang yang familiar dengan Stamford Bridge.

Deschamps, yang hari ini berulang tahun, dianugerahi penghargaan tersebut di ajang tahunan FIFA yang digelar di Royal Festival Hall di London bulan lalu. Tentunya London sama sekali tidak asing bagi Deschamps.

Penghargaan tersebut diberikan setelah ia sukses membawa Perancis menjuarai Piala Dunia di Rusia musim panas lalu. Tetapi, jauh sebelum memimpin N’Golo Kante dan Olivier Giroud menjadi juara, ia adalah salah satu deep-lying midfielder terbaik dan tercerdas di generasinya.

Dengan fakta itu, kedatangannya ke Chelsea pada 1999 disambut hangat, terutama setahun sebelumnya, ia adalah kapten tim nasional Perancis yang sukses menjadi yang terbaik di Piala Dunia, bersama Marcel Desailly dan Frank Leboeuf - rekannya yang juga bermain di Chelsea. Ia memang hanya bermain semusim di Stamford Bridge, tetapi langsung bisa mengangkat trofi FA Cup usai menang 1-0 atas Aston Villa di Wembley.

Ini adalah kali kedua dalam tiga tahun terakhir di mana penghargaan Best FIFA Football Coach jatuh kepada eks the Blues. Yang pertama adalah pada 2016, kepada Claudio Ranieri yang sukses bersama Leicester City. Lagi-lagi dengan adanya Kante, plus Danny Drinkwater, yang jadi kunci permainan tim. Pada tahun itu, Ranieri berhasil menciptakan salah satu sejarah tim non unggulan terhebat di jagad sepak bola dengan membawa the Foxes merengkuh titel Premier League.

Sebelumnya, ia menukangi Chelsea selama empat tahun, membawa kami ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dan menjadi saksi dari transisi awal klub untuk menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan di dunia menyusul kedatangan Roman Abramovich sebagai pemilik klub.

Meski pada 2017 penghargaan diberikan kepada manajer yang tidak pernah punya hubungan dengan the Blues, Antonio Conte ada di peringkat dua usai membawa timnya menjadi kampiun Premier League di musim perdananya di sepak bola Inggris. Ia kalah tipis dari manajer Real Madrid Zinedine Zidane, yang tak pernah finis di luar dua besar.

Predesesor penghargaan tersebut, FIFA World Coach of the Year, dari 2010 hingga 2015, juga punya nama-nama familiar dengan kami di dalam daftar pemenangnya. Empat tahun setelah Carlo Ancelotti menjalani musim perdananya di Premier League dengan manis dengan membawa kami meraih Double domestik pertama kami, pada 2010, ia berada di posisi kedua untuk menerima penghargaan berskala global itu usai mengangkat empat trofi berbeda bersama Real Madrid.

Nama yang paling familiar di daftar itu adalah Jose Mourinho, yang finis di urutan satu, tiga, dan dua sejak 2010 hingga 2012, ketika membesut Inter Milan dan Real Madrid berturut-turut. Mungkin namanya akan tercatat lebih banyak lagi di daftar tersebut andai penghargaan tersebut dimulai lebih awal mengingat kesuksesan yang ia capai di Stamford Bridge dalam rentang 2004 hingga 2007.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA