Blog

Keterkaitan Dengan Spanyol

Catatan tak terkalahkan Spanyol di kandang di laga kompetitif yang sudah berlangsung selama 15 tahun harus terhenti pekan ini dan kami menandai pencapaian tersebut dengan melihat kontribusi Chelsea selama kurun waktu itu.

Kekalahan itu memang akan segera dilupakan mengingat kesuksesan yang diraih La Furia Roja selama satu decade terakhir. Namun, sebelum era milennium, mereka lebih banyak dikenal sebagai tim yang kurang berprestasi di sepak bola internasional hingga akhirnya melahirkan talenta-talenta berbakat yang melimpah yang akhirnya membuahkan trofi.

Kadang skuat yang terpecah menjadi penyebabnya, yang diakibatkan oleh rivalitas yang terjadi antar pemain-pemain dari dua klub terbesar di negara itu, yaitu Barcelona dan Real Madrid, jadi mungkin dengan semakin banyaknya pemain Spanyol yang bermain di luar negeri, ke Premier League dan liga lainnya, berkontribusi dalam membalikkan peruntungan mereka di level internasional. Contohnya, Chelsea sendiri menyumbang tak kurang dari 10 pemain bagi tim nasional Spanyol yang tak terkalahkan selama 15 tahun.

Catatan tak terkalahkan itu dimulai pada 2003 dan bertahan hingga 5.609 hari berikutnya. Kala itu mereka bangkit dari kegagalan mereka lolos ke Euro 2004 setelah kalah dari Yunani, yang kemudian menjadi jawara di turnamen itu dengan mengalahkan Ukraina dengan skor 2-1. Memang tidak ada pemain Chelsea yang tampil di laga-laga tersebut, tetapi Fernando Torres muda tampil saat Spanyol mengalahkan Ukraina.

Mereka tidak pernah kalah lagi di kandang mereka sendiri hingga Selasa kemarin, ketika Inggris membuyarkan pesta di Sevilla dengan kemenangan 3-2. Marcos Alonso jadi bagian dari skuat Spanyol – penampilan keduanya di laga kompetitif – dan Alvaro Morata diturunkan sebagai pemain pengganti di babak kedua ketika mereka berupaya mencetak gol. Cesar Azpilicueta dan Kepa Arrizabalaga – yang baru tampil di laga persahabatan bagi negaranya – tetap duduk di bangku cadangan hingga laga usai.

Satu-satunya pemain the Blues yang terlibat di fase-fase awal rentetan tak terkalahkan Spanyol itu adalah bek kiri Asier Del Horno, yang berhasil menembus timnas di musim terakhirnya bersama Athletic Bilbao sebelum kemudian pindah ke Stamford Bridge di musim panas 2005. Ia tampil tiga kali lagi bagi Spanyol – semuanya di kandang – dalam laga kualifikasi untuk Piala Dunia 2006, salah satunya ketika menang 5-1 atas Slovakia di leg pertama play-off. Kemenangan itu secara efektif telah mengamankan tiket mereka ke putaran final di Jerman.

Kontingen Spanyol Chelsea mulai bertambah pesat pada 2011 dengan kedatangan Fernando Torres dan Juan Mata. Pada saat itu, kedua pemain tersebut telah membantu kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2010 dan, untuk Torres, di Euro 2008.

Mereka memegang peran kunci di musim berikutnya, di mana Spanyol selalu memetik kemenangan di setiap laga kandang selama babak kualifikasi Euro 2012. Selama fase itu pula salah satu dari dua pemain the Blues itu selalu tampil di setiap laganya. Turnamen itu sendiri berjalan dengan baik, di mana Mata dan Torres sama-sama mencetak gol saat menggebuk Italia 4-0 di final dan pada prosesnya melapangkan gelar top skor kepada Torres yang di akhir kompetisi meraih penghargaan Sepatu Emas.

Ketika fase kualifikasi untuk Piala Dunia 2014 bergulir, mereka berdua bermain untuk Chelsea dan Spanyol menambahkan Azpilicueta ke dalam skuat mereka. Satu-satunya penampilan Azpilicueta di periode itu terjadi di Piala Konfederasi dan Piala Dunia, sehingga tidak bisa tampil di tanah mereka sendiri. Penampilan Torres di babak kualifikasi pun terbatas, hanya sekali sebagai pemain pengganti, ketika bermain imbang 1-1 dengan tim tamu Perancis. Mata lebih sering tampil dan menyumbang satu gol saat timnya menang 2-0 atas tim tamu Georgia pada Oktober 2013.

Setelah itu, Mata dan Torres meninggalkan Stamford Bridge. Namun, kemudian kami kedatangan pemain internasional Spanyol lainnya yaitu Cesc Fabregas dan Diego Costa – yang keduanya punya peran penting baik di level klub maupun negara. Fabregas mengemas dua gol di fase kualifikasi Euro 2016, saat menang 1-0 di Belarusia dan 4-0 atas tim tamu Luksemburg. Diego Costa mencatatkan namanya di papan skor kala negaranya menang di Luksemburg dengan skor yang sama.

Pedro kemudian bergabung dengan the Blues di fase akhir babak kualifikasi Euro 2016. Ketika tampil saat menang atas tim tamu Slovakia dan Luksemburg, ia sudah menjadi pemain Chelsea.

Di babak kualifikasi untuk Piala Dunia tahun ini, Diego Costa hampir selalu menjadi andalan di depan, meski dari lima gol yang ia ciptakan, hanya satu yang dibuat di negaranya, saat menang 4-1 atas Israel, yang juga merupakan start satu-satunya Azpilicueta di laga kompetitif Spanyol.

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Pedro kembali ke panggung internasional meski ketiga penampilannya di laga kompetitif dilakoni di luar Spanyol, tepatnya saat menang di Makedonia, Liechtenstein, dan Israel. Spanyol mencetak 11 gol dan hanya kemasukan satu gol pada prosesnya.

Kontingen Spanyol di skuat Chelsea bertambah dengan kedatangan Alvaro Morata pada musim panas 2017 dan tampaknya kedatangannya ke London barat meningkatkan performanya saat membela tim nasional Spanyol. Pada jeda internasional pertamanya sebagai pemain the Blues, September tahun yang sama, ia diturunkan sebagai pemain pengganti dan sukses mencetak gol kala menaklukkan Italia dengan skor 3-0 di laga kualifikasi. Ia kemudian mencetak dua gol dan mengkreasikan peluang bagi gol Isco ketika Spanyol menggebuk Liechtenstein dengan skor 8-0 tiga hari kemudian.

La Furia Roja masih memetik satu kemenangan lagi di laga kompetitif selepas Piala Dunia Rusia, ketika mengawali Nations League dengan mengalahkan Inggris 2-1 di Wembley dan melanjutkannya dengan menggulung finalis Piala Dunia, Kroasia, dengan skor 6-0 di Elche. Azpilicueta tampil sebagai pemain pengganti di laga terakhir, sementara Alonso, Arrizabalaga, dan Morata tetap duduk di bangku cadangan.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA