Blog

Pemain Jerman Tersubur

Saat ini pemegang catatan pemain Jerman tersubur di Premier League masih dipegang oleh Mesut Ozil, tetapi tahukah Anda bahwa the Blues menyumbang beberapa pemainnya di daftar 10 besar untuk kategori tersebut?

Antonio Rudiger baru saja mengemas gol ketiganya di Premier League untuk Chelsea dengan sebuah tandukan keras yang membuka keunggulan kami atas Manchester United dalam laga Sabtu lalu yang berakhir dengan skor 2-2. Jika Anda berpikir bahwa ia masih tertinggal jauh untuk masuk ke daftar 10 pemain Jerman tersubur dalam sejarah Premier League, maka Anda salah.

Mengingat Jerman punya status sebagai salah satu negara terdepan di dalam sejarah sepak bola dunia, yang dibuktikan dengan empat gelar Piala Dunia dan tiga Piala Eropa, dan fakta banyaknya pemain-pemain top yang didatangkan ke Premier League sejak dulu, standar yang ditancapkan untuk soal gol di divisi utama sepak bola Inggris cukup rendah.

Setelah mencetak gol ke-30nya untuk Arsenal di liga pada Senin malam waktu setempat, Mesut Ozil jadi ada di puncak daftar pencetak gol terbanyak untuk pemain-pemain Jerman; Dietmar Hamann, yang ada di peringkat kesepuluh, tertinggal jauh, dengan 12 gol.

Chelsea menyumbang tiga pemain, yang rata-rata tak disangka-sangka. Tetapi, sebelum masuk ke sana, meski tak kami tak punya banyak pemain Jerman, pengaruh mereka di dalam sejarah kami tak bisa diremehkan.

Di musim 2016/17, ketika kami menjadi juara di bawah komando Antonio Conte, adalah anomaly, di mana itu adalah kesuksesan pertama kami di Premier League tanpa adanya pemain Jerman yang menerima medali di akhir musim. Musim ini, Rudiger tentu akan berusaha menyudahi catatan itu.

Pemain pertama yang masuk dalam tim juara tersebut juga adalah eks pemain the Blues asal Jerman dengan gol terbanyak di Premier League. Mungkin suporter muda lebih mengenal Robert Huth sebagai sosok kunci bagi Leicester City yang sukses merebut gelar juara Premier League pada 2016. Sejatinya, bek tengah itu banyak mendapatkan pengalaman selama bermain di Chelsea, ketika ia jadi bagian dari skuat yang sukses menjadi juara liga kala itu.

Gaya bertahannya yang tanpa kompromi dan mampu menciptakan gol-gol kelas atas menjadikannya sebagai pahlawan di Stamford Bridge. Ia terkadang dimainkan sebagai penyerang tengah sementara ketika tim sedang membutuhkan kekuatan fisik ekstra. Huth, yang juga pernah bermain untuk Middlesbrough, Stoke, dan Leicester, total mencetak 21 gol di Premier League.

Berikutnya ada Michael Ballack. Setelah memenangi Double di tiga dari empat musimnya bersama Bayern Munich, gelandang ini meraih hasil serupa di Inggris di musim 2009/10 yang merupakan musim terakhirnya di Chelsea dengan menambahkan trofi League Cup dengan medali juara yang ia terima pada 2007.

Ia jadi anggota kunci di tim Carlo Ancelotti. Pria yang mengakhiri karier internasionalnya dengan 42 gol dari 98 penampilan ini lebih tajam di awal kariernya bersama the Blues. Ia mencetak tujuh gol di hanya dari 16 start di Premier League musim 2007/08, antara lain brace ke gawang Manchester United, meski the Blues harus puas finis sebagai runners-up di setidaknya tiga kompetisi berbeda.

Ballack mengakhiri kariernya di klub dengan 26 gol dari 167 penampilan, yang 17 gol di antaranya lahir di Premier League. Ini menempatkannya di bawah Huth di peringkat enam. Namun demikian, catatan hanya tinggal menunggu waktu saja untuk disalip oleh Leroy Sane, pemain Manchester City, dan mantan pemain the Blues lainnya.

Andre Schurrle kembali ke Premier League, dan di London barat, bersama Fulham, menyusul peminjamannya pada musim panas ini. Craven Cottage pernah jadi medan tempur kesukaannya kala berseragam biru the Blues, salah satunya ketika ia mencetak hat-trick ke gawang mereka pada 2014.

Ia bergabung dengan kami pada musim panas setahun sebelumnya. Pemain depan serbabisa ini punya kecepatan tinggi dan tak lama kemudian bergabung dengan pemain-pemain Chelsea yang pernah menjadi juara Piala Dunia semasa bermain di London barat. Setelah mengkreasikan gol kemenangan saat melawan Argentina di final, ia mencetak gol ketiga kami ke gawang Burnley di laga pertama musim 2014/15 dengan menyelesaikan sebuah pergerakan apik tim.

Itu terbukti menjadi momen terhebat Schurrle dalam seragam Chelsea. Di pertengahan musim, ia pindah ke Wolfsburg, meski dengan jumlah penampilannya, ia layak menerima medali juara Premier League. Berkat gol-golnya untuk Fulham, ia kini sudah mengoleksi 15 gol di divisi utama liga Inggris, yang 11 di antaranya ia ciptakan saat bersama Chelsea.

Mudah-mudahan, beberapa tahun lagi kami bisa menambahkan nama Rudiger ke dalam daftar ini, meski ia pastinya lebih suka masuk dalam daftar pemain-pemain Chelsea asal Jerman yang sukses menjuarai Premier League…

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA