Blog

Beratnya Memakai Nomor Delapan

Ross Barkley memberi pernyataan yang cukup tajam ketika mengenakan kaus bernomor punggung 8 setelah bergabung dengan Chelsea pada akhir Januari lalu.

Memang, nomor itu adalah nomor yang ia pakai saat masih menjadi pemain Everton, tetapi di Stamford Bridge, nomor itu punya arti tersendiri dan tuntutan yang besar bagi.

Hanya sedikit pemain Chelsea yang memakai nomor tersebut, seperti Jimmy Greaves, Ray Wilkins, dan Gustavo Poyet. Namun, tak diragukan lagi, pemain yang paling lekat dengan nomor tersebut adalah Frank Lampard.

Dan, dengan rekor 211 gol selama 13 musim di Stamford Bridge, Super Frank meninggalkan sebuah bayangan yang sangat besar bagi penerus nomor tersebut.

Ketika Lampard pindah pada 2014, nomor tersebut diambil alih oleh Oscar, tetapi penampilan Oscar kurang konsisten dan tidak mampu memaksimalkan potensinya, sebelum kemudian pindah ke Shanghai SIPG pada Januari 2017.

Setelah itu, nomor 8 istirahat selama 12 bulan hingga Barkley datang dan memilih untuk mengikuti jejak Lampard, yang pernah berlatih dan bermain bersamanya di tim nasional Inggris pada gelaran Piala Dunia 2014.

Eks pemain the Toffee itu tahu persis apa yang menunggunya ketika berbicara tentang Lampard dalam salah satu wawancara pertamanya sebagai pemain Chelsea.

“Rasanya tak percaya ketika mengingat apa yang telah ia lakukan di Chelsea Football Club. Ia adalah panutanku dan kuharap bisa meraih setengah dari apa yang ia raih di sini, karena ia adalah legenda di Chelsea,” ujarnya.

Barkley butuh waktu untuk beradaptasi selama beberapa bulan dan masih kesulitan untuk mengembalikan bentuk permainannya setelah pulih dari cedera hamstring serius. Total, ia hanya tampil empat kali di bawah Antonio Conte. Dua kali menjadi starter, dua kali pula ia kalah 3-0, dari Bournemouth dan Newcastle.

Namun demikian, meski ada banyak pertanyaan seputar masa depannya di Chelsea yang muncul di akhir musim lalu, responsnya terbilang fantastis.

Di pramusim, ia bertekad untuk membuktikan bahwa ia layak ada di skuat Maurizio Sarri. Setelah mengamankan posisinya, ia mendapat banyak menit main dan sikap positifnya pun disukai oleh rekan-rekan, pelatih, dan suporter Chelsea. Ini terlihat ketika ia mendapat tepuk tangan meriah dari pada supporter setelah mencetak gol perdananya bagi the Blues saat menggulung Southampton 3-0 Minggu lalu.

Pertanyaannya sekarang, apakah Barkley sudah cukup dekat untuk mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Lampard dengan nomor 8nya? Sulit untuk menjawabnya sekarang tetapi jika karier Barkley di Chelsea bisa mengikuti arah dari mantan wakil kapten Chelsea itu, maka ada kemungkinan ia bisa melakukannya.

Sebelum bergabung dengan Chelsea di usia 23, Lampard sudah mengemas 39 gol dari 187 laga untuk West Ham, dan ia butuh 17 laga di liga sebelum bisa menciptakan gol, saat menang 5-1 atas Bolton Wanderers.

Meski “hanya” bikin 15 gol di dua musim pertamanya di Stamford Bridge, ia langsung naik ke level berikutnya, dengan mencetak dua digit gol di 10 musim berikutnya, yang pada akhirnya membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 211 gol.

Kini Barkley berusia 24 dan catatan kariernya pun cukup mirip, dengan 27 gol dari 129 laga untuk Everton sebelum akhirnya pindah ke London barat dan mencetak gol perdananya di laga ke-10nya untuk kami.

Jika ia terbebas dari cedera, yang menjadi penghalangnya musim lalu, dan terus menampilkan yang terbaik di bawah komando Sarri, mungkin dia bisa jadi no.8 yang hebat seperti Lampard dan para penggemar Chelsea pun bisa menaruh harapan besar di pundaknya, seperti yang mereka berikan kepada Frank Lampard, dalam beberapa tahun mendatang.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA