Blog

Mengapa Joe Cole Adalah The Blues Sejati

Meski sudah tidak bermain lagi untuk Chelsea pada 2010, Joe Cole masih mendapat tempat istimewa di hati para penggemar the Blues berkat penampilan luar biasa di gelandang di Stamford Bridge.

Pria 37 tahun ini, yang pekan ini menyatakan keputusannya untuk gantung sepatu, mengawali kariernya di West Ham dan telah bermain untuk lima klub di Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat sejak meninggalkan Stamford Bridge delapan tahun lalu.

Namun demikian, para suporter Chelsea masih menganggapnya sebagai bagian dari kami dengan alasan:

Daya juang
Meski kemampuan sepak bolanya tidak perlu diragukan lagu, sempat timbul pertanyaan apakah Cole akan mampu menembus ketatnya persaingan dalam mendapatkan tempat di tim Chelsea ketika ia datang pada 2003. Namun, ia menjawab tantangan itu dan memberi kontribusi besar dalam membantu kami menjuarai Premier League pada 2004/05.

Sebuah gol dalam kemenangan 3-1 di Norwich City di musim itu menunjukkan determinasinya ketika bangkit setelah ditekel dari belakang oleh bek Norwich, dalam situasi 50-50. Setelah itu, ia melepas sebuah tembakan keras kaki kiri ke sudut atas gawang yang tak mampu dihalau oleh Robert Green.

Membungkam Setan Merah (dua kali)
Dari 39 gol yang Cole ciptakan dalam 282 laga untuk Chelsea, beberapa di antaranya akan selalu diingat seperti gol memukaunya ke gawang Manchester United pada April 2006. Setelah berbalik badan dan melewati tiga bek lawan, ia sukses merobek gawang Edwin van der Sar untuk menyegel gelar juara kedua beruntun kami di Premier League.

Empat tahun kemudian, ia kembali menciptakan gol berkelas ke gawang United. Menerima umpan silang Florent Malouda dengan back-heel yang menerobos di antara kedua kaki Patrice Evra dan masuk ke gawang. Itu adalah gol terakhirnya untuk the Blues, gol yang krusial dan memberikan kemenangan 2-1 untuk menggeser United dari pemuncak klasemen.

Menyuplai gol
Usai bermain imbang 1-1 dengan Rosenborg di Stamford Bridge, perjalanan Chelsea di Liga Champions di musim 2007/08 sepertinya akan sulit setelah kami tertinggal satu gol di awal pertandingan di markas Valencia di laga kedua.

Akhirnya, Cole muncul menginspirasi kebangkitan timnya dengan membikin gol penyeimbang sebelum kemudian menyuplai gol kemenangan berupa umpan terobosan yang ia lepas dari wilayah permainannya sendiri dengan kaki kanan bagian luar. Umpan tersebut kemudian diselesaikan dengan sempurna oleh Didier Drogba. Kemenangan itu mengawali perjalanan hebat kami di Liga Champions yang ditutup dengan kelolosan kami ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Koneksi dengan pemain utama
Eden Hazard, yang kala itu masih bermain untuk Lille, jadi salah satu nama terdepan yang masuk dalam daftar belanja klub-klub top Premier League pada 2012. Chelsea punya kesempatan besar untuk mendapatkan pemain berbakat asal Belgia itu, salah satunya berkat “promosi” yang dilakukan Cole.

Berikut yang dikatakan oleh Hazard tentang rekan setimnya itu: “Aku sempat berbicara dengannya sebelum bergabung dengan Chelsea. Setiap hari, serius, dia memberi tahu bahwa Chelsea adalah klub terbaik buatku. Dia berkata bahwa Chelsea adalah klub besar di mana aku bisa memenangi trofi setiap musimnya. Untuk alasan itulah aku bergabung. Terima kasih, Joe Cole!”

Kami, bukan mereka
Jelas sekali bila Cole masih punya darah “biru” ketika diwawancarai usai meraih kemenangan dramatis dari Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions April 2014.

Ditanya tentang kegagalan PSG dalam mempertahankan keunggulan mereka, ia menjawab: “Jelas terlihat ketika kami mulai membawa bola ke dalam kotak penalti, mereka tidak siap untuk itu.”

Dan ketika bicara soal gol kemenangan krusial Chelsea itu: “Kami berhasil menemukan cara dan itulah yang dilakukan oleh tim yang bagus.”

Joe Cole, sekali biru tetap biru.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA