Blog

Menilik Lawatan Terdahulu

Meski laga Chelsea di markas BATE Borisov di ajang Liga Europa pekan ini adalah laga kompetitif pertama kami di Belarusia, the Blues sudah kerap jadi tamu di negara-negara pecahan Uni Soviet selama 19 tahun terakhir.

Chelsea pernah menjamu Dinamo Moscow dalam sebuah laga persahabatan di Stamford Bridge pada November 1945 yang berakhir imbang 3-3 dan ditonton oleh lebih dari 100.000 orang.

Setelah itu, the Blues baru menyambangi negara dari wilayah tersebut, di laga kompetitif, setelah Uni Soviet pecah pada 1991.

Lawatan pertama dilakukan pada Agustus 1999, ke Latvia, untuk menghadapi Skonto Riga di babak kualifikasi terakhir Liga Champions, menyusul leg pertama yang kami menangi 3-0.

Pelatih Gianluca Vialli mengistirahatkan beberapa pemainnya dan meski the Blues banyak menyia-nyiakan peluang untuk memperbesar keunggulan, kami juga tidak pernah mendapat ancaman berbahaya dalam laga yang berkesudahan 0-0 itu. Sebuah catatan ditorehkan oleh Carlo Cudicini, yang melakoni laga pertamanya bagi klub dengan menggantikan Ed de Goey.

Kami bermain empat kali di Moscow. Yang pertama, melawan CSKA Moscow di Lokomotiv Stadium pada November 2004.

Di tengah udara yang sangat dingin, Chelsea keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 berkat gol perdana Arjen Robben untuk klub di menit ke-24. Golnya diawali dengan menerima backheel Damien Duff, lalu melewati seorang bek lawan dan menembak ke sudut bawah gawang lawan.

Pada lawatan berikutnya ke Moscow, lawan yang kami hadapi bukanlah berasal dari Rusia, melainkan Manchester United di final Liga Champions 2008 di Luzhniki Stadium.

Sangat disayangkan, di laga itu, the Blues yang harus tertinggal satu gol lebih dulu, tembakan Didier Drogba dan Frank Lampard yang mengenai mistar gawang menjadi momen-momen menegangkan sebelum akhirnya kami takluk dalam adu penalti.

The Blues kembali ke Luzhniki Stadium pada Oktober 2010 untuk menghadapi Spartak Moscow di fase grup Liga Champions. Laga ini dihiasi dengan sebuah tendangan setengah voli memukau Yuri Zhirkov di pertengahan babak pertama. Full-back asal Rusia itu mengemas satu-satunya gol untuk Chelsea saat membantu tim menang 2-0.

Pada lawatan ketiga kami ke Luzhniki pada April 2013, menyusul dipindahnya laga kontra Rubin Kazan di babak 16 besar Liga Europa ke Moscow akibat kondisi lapangan yang buruk di kandang Rubin.

Chelsea sempat unggul dua kali lewat cungkilan Fernando Torres dari jarak 30 meter dan gol Victor Moses di awal babak kedua, klub asal Rusia itu berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-2. Namun demikian, kemenangan itu belum cukup untuk mengejar ketertinggalan dua gol di leg pertama yang membuat kami lolos dengan kemenangan agregat 5-4.

Sebelumnya, di musim yang sama, kami bertandang ke Ukraina untuk pertama kalinya guna menghadapi Shakhtar Donetsk yang diperkuat oleh Willian.

Gol-gol dari Alex Texeira dan Fernandinho membuat tuan rumah unggul dua gol sebelum diperkecil oleh Oscar. Laga itu berakhir dengan kekalahan 2-1 dan kami harus tersingkir dari fase gugur karena kalah produktif satu gol dari klub asal Ukraina itu secara head-to-head.

Willian sudah bermain untuk Chelsea ketika kami menyambangi Ukraina pada Oktober 2015, namun dia dan Hazard kurang beruntung karena sepakan mereka sama-sama menerpa tiang gawang dan laga pun kontra Dynamo Kiev di Liga Champions itu berakhir imbang 0-0.

Willian tampil mengkilap pada kunjungan terakhir kami sana, setahun lalu, di Liga Champions, kala menghadapi juara liga Azerbaijan, Qarabag, di hadapan 67.100 penonton di Olympic Stadium, Baku.

Si pemain Brasil mencetak dua gol dan dilanggar dua kali. Kedua penalti tersebut dieksekusi dengan sempurna oleh Hazard dan Cesc Fabregas. Ketika peluit akhir laga dibunyikan, kami menang 4-0.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA