Analisis

Data Day: Pedro yang Positif

Seusai kemenangan 2-0 atas Fulham, Maurizio Sarri merasa pasukannya berhasil memegang kendali permainan tersebut, dan ini didukung dengan statistik yang kami catat dari laga itu.

The Blues mendominasi penguasaan bola, 66 persen sepanjang pertandingan.

Kami membuat 16 tendangan, tujuh lebih banyak dari tim tamu, yang sembilan di antaranya mengarah ke arah gawang.

Pedro tampil apik sepanjang laga dan jadi yang paling banyak menembak, tiga kali, salah satunya gol yang memberikan keunggulan. Pemain asal Spanyol itu juga jadi yang terbaik untuk kategori dribel sukses yakni sebanyak tiga kali.

Tembakan Pedro yang menjadi pemecah kebuntuan itu adalah gol ke-1000 kami di Stamford Bridge dalam ajang Premier League. Ia juga terlibat dalam proses terciptanya gol kedua. Heatmap di bawah menunjukkan pergerakan si penyerang dan menyoroti aktivitasnya di area tengah, juga di sisi kanan, area yang menjadi posisinya.

Di antara para starter, Mateo Kovacic jadi yang paling banyak mengoper dengan tingkat keberhasilan sebesar 94,9 persen.

Pencetak gol kedua kami, Ruben Loftus-Cheek, berhasil mengemas gol di dua laga berturut-turut di Premier League untuk pertama kalinya di sepanjang kariernya. Di laga sebelumnya, di kandang Burnley yang juga berakhir dengan kemenangan, ia juga mencatatkan namanya di papan skor.

Dari segi pertahanan, Cesar Azpilicueta jadi pemain dengan tekel terbanyak, empat kali.

Kini kami sudah membikin 12 gol di 15 menit terakhir di Premier League musim ini, terbanyak di antara tim-tim lainnya.

The Blues sudah tak terkalahkan di 11 laga terakhir di Premier League yang dimainkan di Stamford Bridge.

Kami hanya kalah sekali dari 26 laga terakhir kontra Fulham di Premier League, dengan skor 1-0 pada Maret 2006.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA