Blog

Mengharapkan Kontribusi Pemain-pemain Spanyol

Menarik untuk menunggu apa yang akan diberikan oleh pemain-pemain Spanyol kami ketika berhadapan dengan Manchester City mengingat pemain-pemain kami dari negara tersebut punya kebiasaan memberi kontribusi penting dalam laga antar kedua tim.

Salah satu laga yang paling terkenal dan paling dramatis terjadi pada Oktober 2013, ketika City menyambangi Stamford Bridge. Tuan rumah tahu benar bahwa kemenangan akan mengangkat posisi ke peringkat dua klasemen dan berjarak dua poin dari pemuncak klasemen Arsenal.

Fernando Torres langsung memberi kesan apik setelah meninggalkan Gael Clichy dan kemudian menciptakan peluang yang dikonversi menjadi gol perdana Andre Schurrle untuk Chelsea. Ia kemudian menggetarkan tiang gawang setelah melewati pemain debutan City, Martin Demichelis dan menaklukkan kiper Joe Hart dari sudut sempit.

Namun, usahanya tampaknya hanya membuahkan satu poin setelah hingga masa injury time skor masih berimbang 1-1. Tetapi, kemudian umpan panjang Willian menyebabkan kebingungan di lini pertahanan Manchunian dan ketika Matija Nastasic dan Hart salah pengertian, Torres berhasil memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak gol kemenangan di menit terakhir.

Tiga tahun kemudian, ada striker internasional Spanyol lainnya yang terbukti sulit diredam oleh Man City – Diego Costa. Kali ini kami bermain sebagai tim tamu. Setelah tampil meyakinkan di sepanjang babak pertama, kami terpaksa tertinggal satu gol saat turun minum.

Tetapi ada beberapa hal yang membuat kami yakin bisa bangkit, yaitu kekuatan, antisipasi, dan kecerdikan gaya sepak bola jalanan Costa membuat bek Nicolas Otamendi dan John Stones kesulitan mengawal si penyerang.

Upayanya pun membuahkan hasil. Pemain bernomor punggung 19 itu berbalik badan dan berhasil melewati Otamendi untuk mencetak gol penyeimbang. Gol itu terbukti menjadi titik balik karena di akhir laga kami akhirnya menang 3-1, yang merupakan kemenangan kedelapan beruntun kami di Premier League dan sekaligus merupakan kemenangan yang krusial karena membuat kami berjarak tiga poin dengan tim-tim papan atas lainnya.

Bukan hanya striker saja yang memberi kontribusi penting dalam laga kontra Man City. Mungkin tidak banyak yang mengingat ini, tetapi ketika Cesar Azpilicueta pertama kali bergabung dengan Chelsea, perannya masih belum jelas dan menjadi pelapis figure-figur yang tak tergoyahkan di tim utama seperti Branislav Ivanovic dan Ashley Cole di posisi full-back.

Laga kontra City pada November tahun itu adalah start keempatnya di Premier League untuk the Blues sejak bergabung pada musim panas tahun yang sama. Yang lebih menjadi catatan lagi, laga itu dilakoninya di bawah situasi sulit di mana manajer baru asal Spanyol, Rafael Benitez baru saja menggantikan posisi Roberto Di Matteo menyusul start yang tidak memuaskan sejak awal musim.

Selain itu, Azpilicueta belum pernah merasakan kerasnya kompetisi Premier League – kariernya sebelum itu adalah di Spanyol dan Perancis – dan harus menghadapi tim dengan serangan tertajam di Premier League.

Kepercayaan Benitez kepada si bek kanan ini terbukti tepat. Azpilicueta tampil solid dan bisa diandalkan – seperti yang kita rasakan darinya sekarang – dengan meredam pemain Spanyol lainnya, David Silva dan meniadakan ancaman-ancaman dari Aleksandar Kolarov. Laga penuh tekanan itu sendiri akhirnya berakhir 0-0 dan menjadi bukti akan kebolehannya dalam menjadi alternatif untuk mengisi lini belakang.

Menjelang laga ke-300 Azpilicueta, yang akan dicatatkan saat melawan Manchester City, plus pemain-pemain Spanyol lainnya dalam diri Kepa Arrizabalaga, Marcos Alonso, Cesc Fabregas, Pedro, dan Alvaro Morata, tidaklah mengejutkan jika kita akan kembali melihat kontribusi penting pemain Spanyol dalam laga kontra the Citizens.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA