Blog

Langsung Ketemu Lagi?

Pekan ini, Chelsea akan menghadapi Liverpool dua kali dalam empat hari, dan ini menjadi saat yang tepat untuk mengingat beberapa laga back to back the Blues di musim-musim sebelumnya.

Tottenham Hotspur 2001/02
Chelsea ditekuk Spurs dengan skor 5-1 di League Cup pada Januari 2002, namun kami berhasil membalas kekalahan itu dua kali dalam rentang dua bulan kemudian dengan skor 4-0.

Yang pertama, di perempat final FA Cup di White Hart Lane pada 10 Maret. William Gallas membuka keunggulan kami di menit ke-12. Di babak kedua, pertahanan Spurs kedodoran dan dibobol dua kali oleh Eidur Gudjohnsen dan sekali oleh Graeme Le Saux.

Jimmy Floyd Hasselbaink memang tidak mencatatkan namanya di papan skor, tetapi, dalam pertemuan berikutnya di Premier League empat hari kemudian, ia menciptakan “hat-trick sempurna” di Stamford Bridge. Gol-gol dari kedua kaki plus satu gol dari kepala Hasselbaink dipungkasi oleh gol Frank Lampard.

Everton 2002/03
Chelsea tengah berada dalam performa apik ketika menjamu Everton di League Cup pada 4 Desember 2002. Di laga itu kami menang 4-1 atas the Toffees. Hasselbaink membikin dua gol (gol pertama tercipta setelah didahului dengan umpan terobosan cantik Gianfranco Zola) sementara Emmanuel Petit dan Mario Stanic masing-masing satu gol.

Stanic dan Hasselbaink kembali bikin gol ketika kami berhadapan dengan the Toffees di Goodison Park empat hari kemudian di Premier League dan memberi kami keunggulan dua gol hanya dalam waktu 27 menit. Everton sempat memperkecil ketertinggalan lewat Gary Naysmith namun kemenangan kami dikunci oleh Jesper Gronkjaer di masa perpanjangan waktu untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Liverpool 2005/06
Start sempurna Chelsea di musim 2005/06 putus setelah bermain imbang 0-0 di Anfield di ajang Liga Champions pada 28 September 2005. Kiper Liverpool, Pepe Reina membuat beberapa penyelamatan gemilang untuk menggagalkan percobaan Frank Lampard dan Damien Duff.

The Reds berupaya menghentikan rentetan tujuh kemenangan beruntun kami di Premier League dalam pertemuan berikutnya, pada 2 Oktober. Setelah gol pembuka yang dicetak Frank Lampard dari titik penalti disamakan oleh Steven Gerrard the Blues mengamuk lewat gol-gol yang dibuat oleh Damien Duff, Joe Cole, dan Geremi. Laga pun berakhir dengan kemenangan 4-1.

Bolton Wanderers 2009/10
Nasib Bolton berada di ujung tanduk ketika kalah dua kali berturut-turut dengan skor 4-0 oleh pasukan Carlo Ancelotti dalam waktu empat hari pada Oktober 2009.

Gol-gol dari Salomon Kalou, Florent Malouda, Deco, dan Didier Drogba membuat the Trotters tersingkir dari League Cup pada 28 Oktober. Di laga berikutnya, kami bertandang ke Lancashire dalam lanjutan Premier League dan kembali memporak-porandakan pertahanan lawan dengan gol-gol dari Lampard, Deco, Branislav Ivanovic, dan Drogba.

Liverpool 2011/12
Liverpool berhasil membalas kekalahan mereka dari Chelsea dengan meraih kemenangan 4-1 di Anfield pada 8 Mei 2012, tetapi sepertinya itu tidak jadi masalah bagi para penggemar the Blues, mengingat apa yang terjadi sebelum dan sesudah pertandingan.

Pertemuan pertama kami dengan the Reds terjadi empat hari sebelumnya, di Wembley, ketika gol-gol dari Ramires, Didier Drogba, dan sebuah penyelamatan ciamik Petr Cech memberikan kemenangan 2-1 di final FA Cup. Gelar juara itu adalah yang ketujuh kalinya untuk Chelsea.

Di laga berikutnya, pelatih Roberto Di Matteo merombak besar-besaran skuat yang bertandang ke Anfield demi mengistirahatkan sebagian pemain yang akan dimainkan menghadapi Bayern Munich di final Liga Champions dua pekan kemudian – yang berakhir dengan kemenangan.

Manchester United 2012/13
Rentetan delapan laga tak terkalahkan Chelsea di awal musim Premier League 2012/13 berakhir usai kalah kontroversial dengan skor 3-2 dari Manchester United pada 28 Oktober 2012. Sebiji gol masing-masing dari Juan Mata dan Ramires meniadakan keunggulan 2-0 United. Setelah itu, Ivanovic dan Fernando Torres diusir keluar lapangan oleh wasit. Javier Hernandez, yang seharusnya offside, mencetak gol kemenangan bagi Man United.

Kami berhasil membalas kekalahan itu di League Cup empat hari kemudian. United unggul tiga kali, namun Eden Hazard berhasil memaksakan laga diperpanjang ke babak tambahan setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti di detik-detik akhir waktu normal. Gol dari Daniel Sturridge dan Ramires akhirnya memastikan kemenangan 5-4 kami.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA