Berita

Pantauan Media: Performa Jorginho Saat Melawan Fulham Jadi Bahan Pembicaraan, Jose Mourinho Soal Membiarkan Mo Salah Meninggalkan Chelsea, Nathan Ake Merasa "hancur" oleh Perlakuan Mourinho

Dalam pantauan berita tentang Chelsea yang kami kumpulkan kali ini, Danny Murphy memuji penampilan Jorginho saat melawan Fulham, Jose Mourinho mengungkap alasannya membiarkan Mohamed Salah meninggalkan Chelsea dan Nathan Ake merasa “hancur” setelah tidak mendapat kesempatan yang layak di tim utama selama berada di bawah besutan si pria Portugal.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan atau posisi Chelsea Football Club.

Jorginho “brilian” saat melawan Fulham: Murphy

Pundit BBC, Danny Murphy memuji penampilan Jorginho yang menang 2-1 atas Fulham kemarin (Minggu). Gelandang internasional Italia itu sukses mengalirkan bola dengan baik di Craven Cottage dan juga menciptakan gol pertamanya dari open play untuk the Blues.

Murphy sangat vokal mengkritik Jorginho dalam beberapa pekan terakhir, namun ketika berbicara dengan Match of the Day 2 seusai pertandingan, eks gelandang Liverpool dan Fulham itu memberikan pendapat yang lebih positif.

“Saya sendiri pernah mengkritiknya, saya rasa akhir-akhir ini penampilannya buruk,” kata Murphy. “Hari ini dia brilian – dan dia brilian karena Fulham memberinya ruang dan waktu.”

“Kita tahu, dia berbakat. Sangat baik secara teknis, dia bisa melihat sebuah umpan. Tetapi jika Anda memberikan banyak ruang bagi pemain dengan kualitas sepertinya, Anda akan mendapat hukuman.”

“Kepercayaan diri Jorginho tumbuh seiring laga yang dia jalani. Dia mendikte permainan. Anda tidak bisa memberinya ruang ketika Anda memiliki pelari-pelari seperti Willian, Eden Hazard, Pedro, dan Gonzalo Higuain mungkin adalah salah satu striker terbaik dalam hal pergerakan.”

“Jika Anda tidak menghentikannya dan mempersiapkan diri untuk menghentikannya menerima bola dan mendapat ruang, maka dia akan menghukum Anda, dan Fulham tidak melakukan itu hari ini.”

Penjelasan Mourinho Soal Salah di Chelsea

Kepada beIN Sports, Jose Mourinho mengaku bahwa Mohamed Salah belum cukup siap untuk Premier League ketika ia diperbolehkan meninggalkan Chelsea ke Serie A pada 2015.

Striker asal Mesir itu bergabung dengan Chelsea dari Basel pada Januari 2014. Namun disayangkan, dia hanya bisa mengemas dua gol dari 19 kali tampil sebelum akhirnya pindah ke Italia. Pada awalnya, dia dipinjamkan ke Fiorentina lalu pindah secara permanen ke Roma.

Salah mencetak 44 gol untuk Liverpool musim lalu, musim di mana ia memenangi penghargaan Footballer of the Year dan PFA Players’ Player of the Year. Mourinho merasa pengalamannya di Italia telah berkontribusi besar dalam perkembangan si pemain.

“Dia datang ke Chelsea dari Basel. Dia pemuda yang sangat kesepian, naïf, dan memiliki fisik yang rapuh,” ujar mantan manajer the Blues.

“Lalu dia pergi ke Italia dan mendapatkan pengalaman di Fiorentina dan Roma. Ketika kembali ke Inggris, dia sudah sepenuhnya beradaptasi dengan sepak bola tingkat tinggi Eropa, dengan pemahaman tentang permainan yang lebih baik dan fisik yang jauh lebih kuat, jauh lebih percaya diri.”

“Jika seorang pemain jelas berbakat, waktu dapat mengubah pemain tersebut menjadi lebih baik lagi.”

Ake merasa “hancur” oleh perlakuan Mourinho

Kepada The Telegraph, Nathan Ake bercerita tentang kekecewaan yang ia rasakan setelah ditepikan dari tim utama setelah Jose Mourinho kembali ke Stamford Bridge pada 2013.

Usai melakukan debutnya untuk the Blues pada Desember 2012 dan memenangi penghargaan Young Player of the Year versi klub, pemuda asal Belanda ini “dipulangkan” ke tim cadangan sekembalinya Mourinho ke klub.

“Aku masuk ke tim utama Chelsea dan bermain di bawah Rafa Benitez dan aku selalu berpikir, ‘mengapa semua orang berbicara tentang akan datangnya kemunduran karena segala sesuatunya sedang menanjak?’”, ucap bek Bournemouth ini.

“Musim setelah Benitez pergi, kupikir, ‘ini akan jadi musimku’. Lalu Jose Mourinho datang dan, tanpa latihan, aku diturunkan ke tim kedua.”

“Itu adalah salah satu hal terberat untukku, secara mental. Aku hancur. Sebelumnya, segala sesuatunya berjalan dengan baik, aku bermain beberapa kali, aku adalah Young Player of the Year tetapi setelah itu aku kembali ke tim cadangan.”

“Jujur, itu momen yang cukup sulit. Setelah menjuarai Liga Europa dan penghargaan Young Player of the Year, aku fokus untuk melanjutkan kemajuan itu, jadi fakta itu cukup mengejutkanku.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA