Blogs

Gol Cepat

Pedro mengawali pesta gol kami ke gawang Dynamo Kiev di leg pertama babak 16 besar Liga Europa, melanjutkan kebiasaan si pria Spanyol dalam mencetak gol pembuka dan tidak ada pemain Chelsea yang punya persentase setinggi dirinya dalam mencetak gol di 20 menit pertama di era Premier League.

Pemain bernomor punggung 11 ini membuka keunggulan kami saat menang 3-0 atas Dynamo Kiev. Setelah bertukar umpan dengan Olivier Giroud di menit ke-17, ia menusuk ke kotak penalti lawan—Giroud punya andil dalam melepas umpan dengan tumit belakangnya ke antara kedua kaki pemain lawan—lalu menyelesaikannya dan memberikan jalan bagi the Blues untuk memetik kemenangan di Stamford Bridge.

Gol itu membuat kami berada di posisi yang lebih unggul di leg kedua, di Ukraina, dengan statistik yang terbilang unik. Dari sembilan gol yang Pedro ciptakan musim ini, kami menyudahi empat laga dengan mencetak tiga gol dan semuanya berakhir dengan kemenangan.

Bahkan, lima dari sembilan gol itu tercipta di 20 menit pertama, yang membuktikan bahwa si pemain sayap adalah tipe pemain yang cepat panas dan kerap memberi kami keunggulan tak lama setelah peluit dibunyikan.

Bahkan, tiga gol di antaranya lahir sebelum laga genap berusia 10 menit: saat mengalahkan Arsenal, Fulham, dan Newcastle United di Premier League, serta gol pembuka yang ia kemas saat mengalahkan Bournemouth dengan skor 2-0. Gol itu memang tercipta di menit ke-72, tetapi si pemain Spanyol itu baru masuk tujuh menit sebelumnya, menggantikan Willian dan berhasil memberikan dampak instan dengan memecah kebuntuan.

Kebiasaan dan signifikansi gol itu, bukannya tidak disadari oleh si pemain sendiri, seperti yang ia tekankan ketika bicara dengan matchday programme resmi Chelsea sebelumnya di musim ini.

“Ketika Anda mencetak gol cepat, rasanya permainan jadi lebih mudah,” kata Pedro. “Itu mengubah total jalannya pertandingan, karena setelah itu Anda bermain dengan mentalitas yang berbeda: lebih tenang, lebih percaya diri saat menguasai bola, jadi Anda bisa memainkan bola antar lini dan menciptakan peluang.”

“Terkadang Anda beruntung bisa mencetak gol cepat, tapi terkadang kurasa itulah momen terbaiknya karena tim lain mungkin belum fokus di menit-menit awal, dan itu mempermudah kita dalam mencetak gol.”

Meski gol tercepatnya lahir di Liga Europa, di Premier League-lah Pedro benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam mencetak gol cepat, bukan cuma di musim ini, tetapi sejak datang ke Stamford Bridge pada 2015. Selama periode itu, 44 persen dari 28 gol yang ia torehkan di kompetisi ini lahir di 20 menit pertama, jauh meninggalkan catatan terbaik kedua—35,3 persen oleh Michael Essien dan Gavin Peacock dengan enam dari 17 gol yang mereka ciptakan.

Empat gol yang Pedro ciptakan setelah 20 menit pertama lahir di masa-masa genting, dan hanya satu yang tercipta di luar 20 menit terakhir.

Dari kesemuanya itu, ada satu hal yang pasti, yaitu ketika Pedro berada di lapangan, lawan-lawan kita harus waspada sejak menit awal hingga menit terakhir.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA