Blog

Blue Toffees

Bek Chelsea Kurt Zouma yang dipinjamkan tidak akan bisa bermain melawan kami saat kami menghadapi Everton hari Minggu ini, tetapi pemain Prancis itu adalah bagian dari sekelompok pemain yang tekah tampil mengesankan saat mewakili kedua klub selama ini.

Ada total 39 trofi yang  berada di lemati trofi the Toffees dan the Blues, dengan tim London barat memiliki lebih banyak setelah meraih banyak gelar selama era Roman Abramovich, sementara klub yang bermarkas di Goodison Park belum mengangkat piala sejak Piala FA pada tahun 1995.

Selain itu, kami juga berbagi banyak sejarah dalam hal pemain yang telah tampil dengan seragam biru London dan Merseyside.

Dimulai dari masa lalu dengan Tommy Lawton, yang punya bertugas menggantikan posisi Dixie Dean di Liverpool. Dia berhasil melakukannya dengan dua kali menjadi pencetak gol terbanyak Divisi Satu dan, setelah Perang Dunia II, bergabung dengan Chelsea  menjadi pemain yang produktif meski hanya sebentar, sebelum secara mengejutkan pindah ke klub Divisi Tiga Notts County dengan rekor transfer.

Pat Nevin dikenal oleh generasi penggemar Blues saat ini dalam perannya sebagai kolumnis untuk situs web ini dan program pertandingan, serta tampil sebagai pandit untuk Chelsea TV.

Namun, bagi mereka yang cukup beruntung untuk melihatnya masa kejayaannya, 'Wee Pat' adalah pemain sayap lincah yang mampu menciptakan momen jenius yang jarang terlihat di Stamford Bridge sebelumnya. Memang, peraih Player of the Year dua kali ini begitu populer di London Barat sehingga ketika dia kembali dengan Everton dan mencetak gol melawan the Blues, dia menerima tepuk tangan meriah dari kedua kubu suporter.

Jika Nevin mungkin lebih cocok untuk era modern ketimbang di eranya bermain, hal yang sama tidak dapat dikatakan tentang Mark Hughes. Mantan manajer Southampton itu adalah pendobrak penyerang tengah dalam masa-masa bermainnya, peran yang dimainkannya dengan baik dalam periode tiga tahun kariernya yang sarat trofi di Chelsea.

Bisa dibilang momen terbesarnya bagi klub adalah golnya untuk memastikan tempat kami di final Piala Winners 1998 - sebuah gol yang ia rancang sendiri serangannya dan diselesaikan dengan tendangan voli. Dia juga bermain sebentar untuk he Toffees pada pergantian abad, meskipun dengan fokusnya terbagi sebagai manajer tim nasional Wales.

Kami menyebutkan trofi besar terakhir Everton sebelumnya, dan mantan pemain the Blues memainkan peran kunci dalam kemenangan Everton di final Piala FA 1995 melawan Man United. Graham Stuart adalah lulusan akademi Chelsea dan pernah mencetak gol solo yang sensasional melawan Sheffield Wednesday, tetapi dia menikmati tahun-tahun terbaik dalam kariernya bersama the Toffees setelah bergabung dengan mereka dari Chelsea. Dia masih dipuja di Goodison Park atas golnya melawan Wimbledon yang memastikan klub terhindar dari degradasi pada Mei 1994.

Mungkin lebih dikenal karena menjadi bagian dari "Damned United" di bawah Brian Clough di Leeds - atau, yang lebih mengesankan, karena mampu melempar Minis dan melempar bola golf sejauh lapangan sepakbola - Duncan McKenzie diberkati dengan keterampilan yang memukau tetapi dirusak oleh inkonsistensi sepanjang kariernya. Dia menghabiskan dua tahun dengan the Toffees di akhir tahun 70an sebelum berkarier selama satu musim dengan Chelsea di mana the Blues finis di peringkat terbawah klasemen Divisi Pertama.

Mantan penggemar cilik the Blues, Garry Stanley, promosi ke tim utama Chelsea untuk mendapatkan posisinya di lini tengah untuk sebagian besar tahun 70-an. Dikenal oleh rekan satu tim dan suporter sebagai Starsky berkat kemiripannya dengan tokoh TV Starsky dan Hutch, ia mengikuti McKenzie untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah the Blues mengalami degradasi dan menandatangani kontrak dengan Everton.

Masuknya Mickey Thomas dalam daftar ini seharusnya tidak mengejutkan - pemain sayap itu memang tampil tidak kurang dari 12 klub dalam karier bermainnya. Karier singkat bersama the Toffees diikuti oleh kesuksesan yang lebih besar di London barat ketika pemain Inggris itu memainkan peran penting dalam musim promosi kami pada 1983/84.

Seorang pemain kecil Glaswegian yang meninggalkan Rangers demi Chelsea pada tahun 1992, John Spencer harus menunggu sampai penunjukan Glenn Hoddle sebagai manajer setahun kemudian sebelum membangun kariernya sendiri. Si striker membentuk duet apik sesama pemain kecil bersama Mark Stein dalam perjalanan the Blues ke final Piala FA 1994, sementara golnya melawan Austria Memphis di Piala Winners 1994/95 Cup mengamankan statusnya sebagai pahlawan klub. Itu adalah salah satu dari 43 gol untuk the Blues; Namun, kariernya bersama Everton kurang berhasil.

Terakhir, kami memilih Ben Howard Baker, yang memegang tempat unik di buku rekor Chelsea. Pria yang pernah bermain di Everton ini telah melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai oleh penjaga gawang lain dalam sejarah Chelsea Football Club: ia mencetak gol dalam pertandingan kompetitif, meski dari titik penalti. Bakatnya yang serba bisa tidak cuma sampai di situ, karena ia juga menggunakan tangannya di sejumlah cabang olahraga yang berbeda dan mewakili Inggris dalam lompat tinggi di Olimpiade 1912 dan 1920!

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA