Berita

Pantauan Media: Gary Neville Sebut Empat Pemain yang Hilang dari Chelsea dan Robin van Persie Puji Legenda the Blues

Dalam pantuan berita-berita yang berkaitan dengan Chelsea kali ini, Gary Neville membandingkan the Blues sekarang dengan Chelsea yang pernah ia hadapi, Robin van Persie menjelaskan faktor yang menjadikan Frank Lampard sebagai seorang gelandang yang hebat dan Alexandro Pato mengumumkan kepindahannya dari klub Tiongkok, Tianjin Quanjin.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan dan posisi Chelsea Football Club.

Neville berkata bahwa the Blues kehilangan empat talentanya

The Daily Star melaporkan bahwa pundit Sky Sports, Gary Neville percaya bahwa the Blues kehilangan “kekejaman” yang mereka punyai pada era ketika ia berhadapan dengan Chelsea.

Berbicara di podcast-nya menyusul kekalahan kami di markas Everton, setelah mendominasi babak pertama dan lengah hingga memberi kesempatan kepada the Toffees untuk memenangi pertandingan di babak kedua, Neville berpandangan: “Jika mereka menang, terus bermain dan mencetak dua gol di babak pertama, Anda bisa bilang itu penampilan kelas tinggi—mereka mengendalikan permainan.”

“Mereka kalah dan Anda mulai berpikir bahwa mereka sedikit terlalu lunak, agak pasif. Mereka hanya tidak mendapatkan ketajaman mereka, sesuatu yang membuat laga di babak pertama seharusnya berakhir dua-nol atau tiga-nol.”

“Dan tim Chelsea yang selalu brutal selama 15 tahun terakhir sejak kedatangan Roman Abramovich, beberapa tim hebat Chelsea yang berhasil menjuarai liga, mereka adalah yang tertajam dan terkejam di kedua kotak penalti.”

“Anda berpikir tentang (John) Terry dan (Didier) Drogba dan (Ricardo) Carvalho dan pemain-pemain dengan tipe seperti itu yang pernah bermain di klub ini. Diego Costa.”

“Ada sebuah hal kecil yang hilang dari mereka dan ketika Anda menonton (permainan) mereka hari ini, ini adalah tim yang sedang berevolusi, tim yang jelas sekali berbeda dengan tim terdahulu, mereka mengoper lebih banyak, bek tengah maju sejauh lima yard dari garis touchline ketika kiper menguasai bola—sesuatu yang tidak pernah kita lihat sebelumnya.”

“Ya, mereka selalu bermain dari belakang, mereka juga bermain direct, mereka juga dapat menggabungkannya, mereka juga cukup agresif, fisikal. Ini tim yang berbeda.”

Van Persie puji visi Lampard di lini tengah

Mantan penyerang Arsenal dan Manchester United, Robin van Persie, memuji Frank Lampard sebagai salah satu gelandang terbaik di eranya dan mengungkap bagaimana Lampard, yang telah memiliki bibit untuk menjadi salah satu legenda Chelsea, mengembangkan dirinya sebagai pemain.

Seperti yang dilansir oleh The Mirror, pria asal Belanda itu sangat mengagumi visi yang dipertunjukkan Lampard selama menjadi pemain the Blues.

“Ada sesuatu yang menarik dengan cara Frank Lampard beroperasi di lapangan,” kata van Persie, yang kini kembali bermain untuk Feyenoord, klub tempat memulai kariernya.

“Bagiku, seni untuk menjadi pemain hebat adalah melihat segala sesuatu dan membaca situasi lebih cepat ketimbang pemain-pemain lain. Luka Modric brilian dalam hal ini—tapi Frank adalah yang terbaik.”

“Aku pernah mendengar beberapa pelatih mengobservasinya selama 90 menit dan didapat bahwa mata Frank menatap ke seluruh penjuru lapangan sebanyak 1.000 kali. Ketika mendengar itu, aku mencatat hal itu dan memutuskan untuk melatih aspek itu di permainanku secara intensif.”

“Kebanyakan pemain membutuhkan waktu untuk mengontrol bola ketika menerimanya. Kepala mereka menunduk sedetik lalu menengadah lagi—dan, pada saat itu, Anda kehilangan dua detik vital untuk mengambil keputusan.”

“Dan, ketika Anda berhadapan dengan pemain kelas dunia, Anda tidak punya ruang dan waktu seperti itu. Anda harus mempercepatnya di dalam permainan. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengejutkan lawan.”

Pato tinggalkan Tianjin

Reuters melaporkan bahwa mantan pemain depan Chelsea, Pato, telah meninggalkan klub Tiongkok, Tianjin Quanjin dan diperkirakan akan kembali ke negara asalnya, Brasil.

Pria 29 tahun, yang sempat dipinjam the Blues pada 2016, menghabiskan dua musim bersama Tianjin dan mencetak 36 gol bagi klub Tiongkok itu, di antaranya empat gol yang mengantar timnya ke perempat final Liga Champions AFC tahun lalu.

Namun, kariernya di klub itu harus berakhir lebih cepat usai terjadi peralihan kepemilikan klub menyusul ditangkapnya pemilik klub, Shu Yuhui atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Quanjian Group miliknya.

“Saya ingin menginformasikan bahwa petualangan saya di Tiongkok telah berakhir,” posting Pato di Instagramnya.

“Dua tahun di Tiongkok ini penuh dengan kenangan indah dan pengalaman baru. Aku cukup yakin bahwa Tiongkok telah membuatku tumbuh dewasa sebagai seorang pria. Aku telah belajar kebudayaan dan kebiasaan baru di negara yang hebat ini.”

“Saya bangga bisa berbagi kecintaan saya pada sepak bola, berkontribusi pada sepak bola Tiongkok dan membantu tim dengan target saya untuk mencapai Liga Champions Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub dan bisa mengalahkan banyak lawan kuat.”

“Saya ingin berterima kasih kepada klub, rekan-rekan setim, pelatih, semua orang yang telah bekerja di klub ini, penggemar saya yang selalu mendukung dengan penuh cinta dan semua orang-orang Tiongkok yang menyenangkan yang telah saya temui selama dua tahun di Tiongkok.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA