Blog

Akankah Callum-Hudson-Odoi Masuk Daftar Pemain Muda Chelsea di Three Lions?

Callum Hudson-Odoi bisa menjadi pemain internasional Inggris termuda the Blues jika ia mendapatkan debutnya minggu ini, melampaui trio pemain kami yang bermain untuk the Three Lions pada usia 19 tahun.

Penyerang muda kami menerima panggilan dari Gareth Southgate tak lama setelah bergabung dengan pasukan U-21 untuk pertama kalinya, dengan perjalanan ke Bristol dibatalkan dan segera dialihkan kembali menuju St George Park di Burton.

Dia menjadi salah satu pemain muda brilian yang dengan cepat menembus skuat senior dalam beberapa waktu belakangan ini  berkat semangat yang kini menaungi tim nasional, yang diawali dengan melaju ke semifinal Piala Dunia musim panas lalu, melanjutkan momentum itu jelang putaran final UEFA Nations League di Portugal Juni ini.

Jika Hudson-Odoi diberi kesempatan bermain oleh Southgate kapan saja sebelum November, ia akan menjadi pemain Chelsea pertama yang bermain untuk Inggris di usia 18 tahun, sehingga juga menjadi pemain termuda kami yang pernah bermain untuk Inggris.

Ada tiga pemain yang mewakili the Blues dan the Three Lions pada usia 19 tahun, termasuk dua lulusan akademi terbaik kami.

Ray Wilkins kurang beberapa bulan lagi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-20 ketika dia melakukan debut untuk negaranya melawan Italia pada tahun 1976. Dia familiar dengan tanggung jawab pada usia muda, kurang dari dua tahun sebelumnya dia memakai ban kapten pada usia 18 tahun dengan tim yang baru saja terdegradasi, dan beberapa orang akan mengatakan Butch memikul beban berat Chelsea Football Club di pundaknya.

Banyak pemain malah gagal di bawah tekanan, tetapi Wilkins berkembang pesat - dia adalah pencetak gol murni dan pemberi banyak asis. Dia memimpin pasukan Eddie McCreadie kembali ke Divisi Utama dan tak lama setelah memenangi penghargaan Player of the Year pertamanya bersama klub, dia diberikan debut internasional.

Sayangnya, banyak hal negatif yang menyelimuti waktu Butch di timnas Inggris, yang berlangsung selama satu dekade, dengan para pengkritiknya menyoroti pendekatannya dalam peran jangkar lini tengah, yang membuatnya dijuluki The Crab.

Namun, ia mencetak salah satu gol terbaik Inggris di Euro '80, dengan cerdik mengangkat bola melewati pertahanan Belgia dan berlari menuju kotak penalti sebelum melepaskan tendangan yang tak berhasil diselamatkan kiper lawan.

Jimmy Greaves, seperti Wilkins, adalah talenta muda yang sudah matang sebelum waktunya. Mendapatkan debut Chelsea pada usia 17 tahun, mencetak 100 gol di Divisi Utama sebelum usia 21 tahun; di antara kedua momen pencapaian itu dia menjalani penampilan Inggris pertamanya, melawan Peru pada tahun 1959.

Dengan kecepatan, teknik bola yang bagus, dan sikap dingin di depan gawang, ia tidak akan terlihat asing di sepakbola modern. Banyak dari mereka yang cukup beruntung untuk menyaksikannya beraksi dan akan membandingkannya dengan Lionel Messi.

Jika Anda mencetak lebih dari 350 gol liga dalam lebih dari 500 penampilan, semuanya untuk klub top, jelas Anda adalah pemain yang luar biasa. Statistik tim nasionalnya juga tidak buruk, dengan 44 gol dalam 57 pertandingan untuk Inggris.

Sangat disayangkan bagi Greaves bahwa kariernya di Inggris lebih dingat karena dia tidak memainkan satu partai penting ketimbang 44 gol yang ia cetak untuk negaranya, di mana 16 di antaranya dicetak dalam 15 penampilan saat ia masih berseragam Chelsea.

Sementara Greavsie absen dalam laga final Piala Dunia saat Inggris menaklukkan Jerman Barat pada tahun 1966, penggantinya, Geoff Hurst, melesakkan hat-trick paling terkenal dalam sejarah sepakbola Inggris; Ironisnya, Greaves mencetak rekor enam hat-trick untuk negaranya dalam proses menorehkan catatn gol yang bagus untuk Inggris dalam 57 penampilan.

Dia adalah pemain timnas Inggris termuda kami selama lebih dari 40 tahun, hingga 2003, ketika salah satu pemain pertama dari era Roman Abramovich diberi debutnya oleh Sven Goran Eriksson. Glen Johnson hanya sehari lebih muda dari Greaves, pada usia 19 tahun dan 85 hari, ketika ia masuk sebagai pemain penganti dalam pertandingan persahabatan melawan Denmark.

Ternyata itu menjadi salah satu dari hanya lima penampilannya di timnas Inggris saat dia masih bermain di Stamford Bridge, yang bisa digambarkan sebagai periode naik turun dalam kariernya ketika ia berjuang untuk mempertahankan posisi reguler di tim.

Terlepas dari kecemerlangannya dalam menyerang, kualitas defensif Johnson sering dipertanyakan, yang mungkin dapat dikaitkan dengan usianya saat ia berjuang meraih posisi di timnas. Meski begitu, ia masih meninggalkan Stamford Bridge sebagai pemain yang menjuarai Premier League dan Piala Liga, serta tampil di Liga Champions selama beberapa musim yang mengesankan untuk the Blues.

Hudson-Odoi telah melewatkan kesempatan pemain internasional termuda Inggris. Rekor itu dipegang oleh Theo Walcott, yang bermain beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang ke-17. Meski demikian, ia masih bisa menjadi pemain ke-12 yang bermain untuk the Three Lions pada usia 18 tahun, tetapi pada akhirnya faktor usia tidak relevan - kapan pun negara Anda memanggil itu adalah momen yang membanggakan.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA