Blogs

Momen-momen Terbaik dari Seratus Penampilan Eden Hazard

Senin kemarin, Eden Hazard telah menorehkan catatan bersejarah dengan 100 penampilan bersama tim nasional Belgia dan kami turut merayakan prestasi tersebut dengan melihat kembali momen-momen terbaiknya untuk tim Setan Merah.

Pemain bernomor punggung 10 kami ini tampil untuk ke-100 kalinya saat Belgia menumbangkan Siprus dengan skor 2-0 di laga kualifikasi Euro 2020 dan bahkan mencetak gol pembuka bagi negaranya.

Dengan gol itu, kini dia telah mengoleksi 30 gol dan 26 assist sejak melakukan debut bagi negaranya, sebagai pemain pengganti, saat bermain imbang 1-1 dengan Luksemburg pada November 2008. Sejak hasil imbang itu, dia telah banyak melahirkan momen berkesan di panggung internasional.

Meski tampil menawan bersama Lille dan mendapat banyak pujian dari penggemar dan pundit di Prancis kala itu, Hazard butuh waktu untuk meyakinkan manajer-manajer timnasnya, yang merasa performanya bersama tim Setan Merah tidak sesuai dengan apa yang dia tunjukkan di level klub.

Hazard harus menunggu hingga setahun penuh sebelum akhirnya mendapat kesempatan bermain penuh di tim Belgia dan sukses memanfaatkan kesempatan tersebut. Dalam laga persahabatan lainnya, kali ini menjamu Hongaria, Hazard menjadi bintang bagi tim besutan Dick Advocaat dengan mengkreasikan peluang bagi Marouane Fellaini dan Thomas Vermaelen yang dikonversi menjadi dua gol pertama dari kemenangan 3-0 itu.

Namun demikian, dia masih harus terus meyakinkan bosnya, dan baru pada 2012, tahun di mana dia pindah ke Stamford Bridge, Hazard mulai menjadi figur kunci di tim Belgia. Momen itu terjadi di laga kualifikasi Piala Dunia 2014. Hazard benar-benar memastikan tempatnya di tim setelah tampil luar biasa dalam laga double header krusial melawan Makedonia pada Maret 2013.

Setelah dilanggar dan mengeksekusi sendiri hadiah penalti yang diberikan dalam kemenangan 2-0 di kandang lawan, ia mengamankan tiga poin vital Belgia saat bermain di kandang empat hari kemudian. Usai melewati dua pemain belakang lawan dengan kemampuan olah bolanya, Hazard menyelesaikan pergerakannya dengan sebuah sepakan kaki kiri yang menjadi gol kemenangan dalam laga yang berakhir dengan skor 1-0 itu.

Sebelum laga itu, Hazard belum pernah mencetak gol bagi negaranya di ajang internasional. Dengan demikian, dia sudah menciptakan gol di tiga laga beruntun sejak membuka keunggulan timnya kala menaklukkan Slovakia di sebuah laga persahabatan sebulan sebelumnya.

Kemenangan itu membantu Belgia mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2014, di mana Hazard kembali menjadi sosok kunci di timnya. Gol kemenangan yang dicetak Divock Origi di menit ke-88 saat melawan Rusia, yang memastikan kelolosan mereka ke fase gugur, berasal dari kreasi Eden yang menyeruak di sisi kiri lapangan lalu mengembalikan bola ke tengah dan diselesaikan dengan sempurna oleh rekannya.

Berkebalikan dari masa-masa awal ketika Hazard kurang mendapat perhatian di tim nasional, kini dia telah menjelma sebagai anggota integral dan salah satu pemimpin di tim. Ketika kapten saat itu, Vincent Kompany mendapat cedera berkepanjangan, ban kapten diberikan pada Hazard untuk kali pertama ketika berhadapan dengan Prancis, negara tempatnya menimba ilmu sepak bola, dalam laga persahabatan di kandang lawan, pada Juni 2015. Dia terlihat menikmati pertandingan itu dan mencetak gol penting dari titik putih untuk membawa Belgia menang tipis 4-3.

Hazard menjadi kapten reguler di putaran Euro 2016, kelolosan pertama bagi Belgia di turnamen Eropa sejak menjadi tuan rumah pada 2000. Hazard tengah berada dalam performa terbaiknya di Prancis dan mengkreasikan empat gol bagi rekan-rekannya hingga menjadi pencetak assist terbanyak di turnamen itu, bersama Aaron Ramsey. Dia bahkan mencetak gol dan menginspirasi Belgia kala menggebuk Hongaria dengan skor 4-0 di babak 16 besar.

Segala sesuatunya semakin baik bagi Eden dan tim nasionalnya. Piala Dunia 2018 memberikan kenangan terindah baginya selama membela Belgia sekaligus membuahkan penampilan terhebat sepanjang masa negaranya di turnamen itu.

Usai mencetak dua gol kala menaklukkan Tunisia 5-2 di fase grup, Hazard jadi ruh bagi Belgia saat menjadi tim pertama yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol lebih dahulu di fase gugur Piala Dunia—rekor yang telah berjalan lebih dari 50 tahun—dengan menyuplai bola ke Fellaini yang dikonversi menjadi gol penyeimbang ke gawang Jepang. Belgia akhirnya menang 3-2.

Yang terbaik datang ketika dia membayang-bayangi Neymar dan rekan-rekannya saat mengalahkan Brasil dengan skor 2-1 di perempat final. Di laga itu, dia menciptakan momen terbaiknya di sepak bola internasional dengan menyelesaikan kesepuluh dribel dribelnya di laga itu, catatan tertinggi di Piala Dunia sejak 1966.

Meski Belgia akhirnya disingkirkan oleh Prancis, yang kemudian menjadi juara, di semifinal, Hazard masih terus menjadi sorotan ketika mengamankan peringkat tiga Belgia dengan menundukkan Inggris. Dengan raihan itu, skuat Belgia bisa pulang ke negaranya dengan membawa medali Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Hazard juga meraih penghargaan Bola Perak usai menjadi pemain terbaik kedua di turnamen itu.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA