Blog

Sejarah Terulang

Kemenangan di Cardiff hari Minggu kemarin adalah yang keempat kalinya bagi kami ketika menang setelah tertinggal lebih dulu di empat pertemuan dengan the Bluebirds, dan, dengan demikian rekor pertemuan kami dengan lima tim di liga masih 100 persen, salah satunya dengan lawan berikutnya, Brighton.

Sejarah berulang ketika Cardiff selalu unggul lebih dahulu di empat pertemuan sebelumnya dengan kami di Premier League, sebelum akhirnya harus pulang tanpa membawa poin.

Dalam pertemuan kemarin, Victor Camarasa membuat mereka unggul di awal babak kedua, namun gol-gol dari Cesar Azpilicueta dan Ruben Loftus-Cheek di enam menit terakhir membuat kami keluar sebagai pemenang sekaligus mematahkan hati para pendukung di Wales.

Laga Minggu kemarin menyuguhkan sebuah berbedaan besar dengan tiga pertemuan sebelumnya, di mana the Bluebirds harus menunggu hingga babak kedua untuk mencetak gol, mengingat di tiga laga lainnya mereka selalu bisa unggul lebih cepat.

Ketika menjamu Cardiff di Stamford Bridge di pertemuan sebelumnya di musim ini, kami mengubur keunggulan the Bluebirds lewat gol Sol Bamba di menit ke-16 berkat trigol Eden Hazard yang kemudian ditambah dengan sebuah tembakan melengkung spektakuler Willian yang mengubah kedudukan menjadi 4-1 dan membawa kami ke puncak klasemen dengan keunggulan selisih gol.

Secara kebetulan, satu-satunya keikutsertaan the Bluebirds di Premier League sebelumnya, kami selalu menang dengan skor yang sama seperti yang kami bukukan kemarin. Di Stamford Bridge, kami berhasil membalikkan keadaan, setelah dibobol oleh Jordon Mutch di menit ke-10, lewat dua gol Hazard dan sebuah gol masing-masing dari Samuel Eto’o dan Oscar. Sementara, ketika bertandang ke Cardiff City Stadium di laga terakhir musim itu, gol Andre Schurrle dan Fernando Torres di babak kedua, yang hanya berjarak tiga menit, usai Craig Bellamy mencetak gol pembuka, membuat kami menang 2-1.

Kami berharap bisa mempertahankan rekor 100 persen melawan tim Premier League lainnya, Brighton, di Stamford Bridge dini hari nanti. Dan, jika kemenangan atas Cardiff itu bisa dianggap sebagai pertanda baik, maka satu-satunya lawatan the Seagulls di kompetisi ini yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk kami musim lalu, berkat gol duet pemain Spanyol Alvaro Morata dan Marcos Alonso, juga bisa dianggap sebagai sinyal positif.

Namun demikian, pertemuan kami dengan Brighton kali ini tidak mudah, meski akhirnya tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 di Amex Stadium setelah unggul dua gol lebih dulu di babak pertama lewat Pedro dan Hazard. Sedangkan, pada pertemuan di musim 2017/18, ketika kami menang 4-0, si pemain Belgia mencetak dua gol sementara Willian dan Victor Moses masing-masing satu gol. Penyelesaian si pemain Brasil itu diawali dengan pergerakan apik tim yang melibatkan flick back heel Hazard dan Michy Batshuayi. Gol itu akhirnya terpilih sebagai Goal of the Season kami.

Kami punya catatan kemenangan 100 persen lainnya ketika berhadapan dengan tiga tim lain di Premier League yang hanya bermain semusim di divisi utama selama era Premier League, yang terakhir adalah Blackpool pada 2010/11.

Brace Florent Malouda, yang dikombinasikan dengan gol cepat Salomon Kalou yang membuka keunggulan kami dan sebuah gol bunuh diri dari Ian Evatt, membuat kami menang 4-0 di Stamford Bridge. Setelah itu, kami menang 3-1 di Bloomfield Road berkat dua gol Frank Lampard – yang tercipta dalam selang tiga menit – serta sebuah gol John Terry.

Pertarungan kami dengan Swindon Town berlangsung di awal era Premier League, yaitu musim 1993/94. Dennis Wise selalu bikin gol di dua pertemuan itu, membuka keunggulan saat menang 2-0, di mana gol kedua dicetak oleh Gavin Peacock, di kandang dan menyudahi pertandingan dengan sebuah gol di masa injury time di County Ground, melengkapi gol-gol dari Neil Shipperley dan Mark Stein untuk memastikan kemenangan 3-1.

Rekor kemenangan 100 persen terapik kami ketika berhadapan dengan Barnsley, dengan skor agregat 8-0 dalam dua laga di musim 1997/98. Gianluca Vialli dan Mark Hughes membuat the Blues besutan Ruud Gullit menang 2-0 di Stamford Bridge pada Januari. Tetapi, itu belum seberapa jika dibandingkan dengan empat gol si striker Italia saat membungkam lawan dengan skor 6-0 di Oakwell di pertemuan sebelumnya di musim itu. Dan Petrescu dan Gus Poyet membuat kami unggul dua gol sebelum Vialli mencatatkan namanya di papan skor.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA