Sejarah

Dalam Gambar: Pertarungan-pertarungan Chelsea di Ibu Kota Ceko

Sebelum laga dini hari nanti, the Blues sudah pernah bermain empat kali di stadion-stadion yang terletak di Republik Ceko, tiga di antaranya melawan tim setempat dan satu di ajang kompetisi UEFA. Mari kita ingat laga-laga tersebut melalui gambar…


1994 - Piala Winners

Lawatan pertama Chelsea ke Republik Ceko seharusnya dimainkan di Praha, tapi ternyata tidak demikian. The Blues kembali berlaga di kompetisi Eropa setelah menanti selama 23 tahun dan telah menyingkirkan Viktoria Zizkov, salah satu klub kecil di ibu kota Ceko, dengan skor 4-2 di Stamford Bridge di laga pertama Piala Winners 1994/95.

Karena stadion Zizkov hanya memiliki kapasitas sebesar 3.000 penonton dengan kondisi lapangan yang buruk maka dianggap tidak memenuhi syarat untuk menggelar leg kedua namun bukannya menggunakan stadion yang lebih besar di Praha, dengan alasan untuk “tujuan administratif” laga itu dipindah sejauh 60 mil ke utara, ke Jablonec, di dekat perbatasan Polandia.
 

Penggemar Chelsea, yang telah sekian lama dahaga akan sepak bola Eropa, masih menyempatkan diri untuk menyaksikan laga di kompetisi Eropa yang uniknya digelar di siang hari itu. banyak di antara pendukung itu harus menempuh perjalanan sejauh 22 jam.

Lawan kami saat itu diperkuat oleh pemain yang nantinya memperkuat Man United, Karel Poborsky, dan pemain itulah yang kemudian dijatuhkan dan mendapat hadiah penalti di babak pertama. Sebuah ujian yang sangat menegangkan, karena satu gol saja akan membuat lawan kami memegang kendali permainan. Hanya ada sedikit kiper dalam sejarah Chelsea yang memunyai daya pegas lebih baik dari pemain kelahiran Rusia, Dmitri Kharine, yang tak hanya berhasil menggagalkan tendangan penalti, namun juga cukup cepat untuk menghalau tendangan rebound.

Laga itu berakhir imbang 0-0, Chelsea lolos ke babak berikutnya dan akhirnya melaju hingga ke semifinal Piala Winners.


2003 - Liga Champions 

Praha adalah tuan rumah laga perdana Chelsea di Liga Champions di bawah kepemilikan Roman Abramovich. Setelah lolos dari babak kualifikasi, kami dijamu oleh Sparta Prague di laga pertama fase grup.

Laga ini dimainkan pada September 2003 dan berselang hampir satu dekade, kini Poborsky bermain di Sparta. Chelsea menurunkan pemain-pemain yang menarik perhatian di mana manajer saat itu, Claudio Ranieri, punya segudang pemain bintang menyusul perekrutan gila-gilaan di musim panas tahun itu.

Ranieri memutuskan untuk mencadangkan pemain-pemain regular seperti John Terry, Frank Lampard, Jimmy Floyd Hasselbaink, dan Eidur Gudjohnsen dan memasukkan rekrutan-rekrutan baru seperti Juan Sebastian Veron, Claude Makelele, Adrian Mutu, dan Hernan Crespo sejak menit pertama.

Tim tidak nyetel sehingga Lampard dimasukkan saat turun minum yang disusul dengan Damien Duff.

Dua tembakan Crespo di babak kedua melebar sehingga Hasselbaink pun diberi kesempatan. Ketika si pemain Belanda ada di tempat yang tepat untuk memflick umpan silang Damien Duff, William Gallas, spesialis gol-gol penting dari jarak dekat, menciptakan gol kemenangan dengan membelokkan bola di menit ke-85. Chelsea sekali lagi maju ke semifinal kompetisi Eropa.


2013 - Liga Europa 

Kami kembali berhadapan dengan Sparta pada Februari 2013 dan kali ini adalah laga pertama kami di Liga Europa, setelah tersingkir di fase grup Liga Champions tahun itu.

Di laga itu, Chelsea mendominasi permainan namun gagal menembus pertahanan lawan dan leg pertama fase gugur itu pun tampak akan berakhir dengan skor 0-0.

Tapi kemudian, seperti di pertemuan sebelumnya dengan Sparta, gol tunggal di laga itu lahir di 10 menit terakhir, kali ini dari kaki Oscar.

Baru masuk ke lapangan selama semenit, dengan sentuhan pertamanya, si pemain Brasil itu menggulirkan bola ke jalur pergerakannya lalu bertukar umpan dengan Eden Hazard di depan kotak penalti, menjauh dari penjaganya dan menembak bola ke sudut bawah gawang.


2013 - Piala Super 

Akhirnya, Chelsea menjadi kampiun di Liga Europa musim itu, yang berarti dipastikan kembali ke ibu kota Ceko itu, yang dipilih sebagai tuan rumah laga Piala Super UEFA. Kali ini pertandingan dihelat di stadion milik Slavia, tempat dilangsungkannya laga dini hari nanti.

Lawan kami pun familiar – Bayern Munich yang kami tekuk di final Liga Champions setahun sebelumnya. Kala itu, mereka dimanajeri oleh Pep Guardiola dan the Blues kembali ditukangi oleh Jose Mourinho.

Seperti laga final di Munich, skor tetap 1-1 setelah 90 menit meski kali ini Chelsea unggul lebih dulu lewat Fernando Torres sebelum kemudian disamakan oleh Franck Ribery.

Hazard membuat kami unggul kembali lewat sebuah tendangan super keras (gambar di atas) dan kemenangan kami yang hanya tinggal menghitung detik sirna ketika Javi Martinez memanfaatkan sebuah umpan silang untuk mencetak gol.

Sembilan tendangan penalti pertama dalam adu tos-tosan berhasil dieksekusi dengan sempurna. Tendangan kesepuluh, oleh Romelu Lukaku, bisa dihentikan kiper lawan.

The Blues gagal mengulangi kesuksesan ketika kembali bermain di ibu kota Ceko. Dini hari nanti menjadi kesempatan untuk menebus kekalahan tersebut.

Baca: Slavia Prague vs Chelsea – Poin

- Foto 1994 adalah milik Mark Sandom

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA