Blog

Delapan Besar yang Super

Setelah memastikan maju ke babak perempat final, biasanya perjalanan kami di Liga Europa akan terus berlanjut dan kamipun sudah mengamankan kemenangan keempat beruntun di kompetisi Eropa ini usai menundukkan Slavia Prague dengan skor 1-0.

Di sepanjang sejarah, Chelsea baru dua kali tersingkir di perempat final kompetisi Eropa, yaitu pada 2000 dan 2011, berbanding 13 kemenangan di babak dua leg sejauh ini. Kami juga selalu lolos dari perempat final di tiga musim terakhir.

Kelolosan kedua dari tiga kesempatan itu datang di Liga Europa, ketika kami akhirnya melajur ke final di Amsterdam dan sukses mengangkat trofi dengan membekuk Benfica dengan skor 2-1 di musim 2012/13.

Di musim itu, lawan kami di perempat final adalah klub Rusia Rubin Kazan, yang tampil mengejutkan dengan menjadi juara grup mereka berkat kemenangan 2-0 atas Inter Milan lalu menekuk Atletico Madrid dan Levante, lewat penampilan gemilang mereka di kandang.

Lawatan ke Stamford Brige terlalu berat untuk mereka karena kemenangan kami sudah dimulai oleh Fernando Torres – yang memakai masker untuk melindungi hidungnya yang patah saat melawan Steaua Bucharest di babak sebelumnya – lewat gol pertamanya di menit ke-16, yang kemudian bertambah satu gol lagi sebelum Victor Moses memastikan kemenangan menjadi 3-1.

Namun, ternyata Rubin Kazan jadi lawan yang jauh lebih berat ketika bermain di kandang mereka sendiri, di Rusia, meski Torres kembali membuat kami memimpin lebih dulu di menit keempat. Moses juga kembali mencatatkan namanya di papan skor, tapi tuan rumah terus memberikan perlawanan hingga akhirnya kami hanya bisa menang tipis 3-2, setelah mereka mendapat hadiah penalti kedua mereka di dua leg. Berkat kemenangan di Stamford Bridge, kamipun menang agregat 5-4 berkat gol kedua krusial di kandang lawan yang dikemas oleh Moses.

Di musim itu, kami mengangkat trofi kompetisi Eropa kedua berturut-turut, menyusul kesuksesan perdana kami di Liga Champions setahun sebelumnya. Di final Liga Europa 2013, kami berhadapan dengan Benfica, yang kami jumpai di babak delapan besar sebelumnya.

Kami tak melakukan kesalahan ketika menyambangi markas lawan lewat aksi Salomon Kalou yang menyambar umpan silang Torres untuk memberikan kemenangan 1-0 di Lisbon. Di samping sepakan Juan Mata yang hanya menerpa tiang gawang, kami harus berterima kasih kepada David Luiz yang berhasil menghalau bola sepakan pemain lawan, dari klub yang pernah dibelanya, yang nyaris melewati garis gawang.

Kami menuntaskan tugas di London barat dengan eksekusi penalti Frank Lampard yang diberikan sebagai akibat dari kesalahan lawan. Sundulan pemain Benfica, Javi Garcia membuat situasi sedikit mengkhawatirkan namun kemudian Raul Meireles, yang terus menerima cemoohan dari penonton tim tamu sepanjang pertandingan sehubungan dengan kariernya di Sporting Lisbon sebelumnya, jadi orang terakhir yang tersenyum setelah maju ke depan dan melepas sebuah tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang memastikan tiket ke semifinal. Setelah itu, sisanya adalah sejarah.

Perempat final terakhir yang kami jalani di kompetisi Eropa terjadi di Liga Champions 2013/14, menghadapi Paris Saint-Germain, yang merupakan contoh yang amat baik mengapa kita tak boleh menyerah di laga yang menggunakan sistem dua leg.

Klub asal ibu kota Prancis itu sudah menjejakkan satu kakinya di semifinal setelah menekuk kami 3-1 di Parc des Princes di leg pertama, namun gol tandang Eden Hazard dari titik penalti memberikan harapan bagi kami untuk membalikkan keadaan di Stamford Bridge.

Kehilangan Hazard yang cedera di leg kedua sedikit menyentak semangat tim, tapi akhirnya, pemain yang menggantikannya, Andre Schurrle, sukses mengangkat moral tim usai mencetak gol di menit ke-32, mengonversi flick David Luiz dari umpan ke dalam Branislav Ivanovic.

Setelah itu kami terus mengupayakan gol kedua selama satu jam berikutnya demi mengejar kelolosan ke babak berikutnya. Akhirnya, golpun tiba tiga menit menjelang laga bubar lewat seorang pemain kelahiran Paris yang ketika cilik mengidolakan PSG. Demba Ba paling cepat bereaksi atas kemelut yang terjadi di muka gawang menyusul tendangan Cesar Azpilicueta dan berhasil menyarangkannya ke gawang. The Blues unggul gol tandang dan berhak maju ke semifinal.

Mudah-mudahan skuat Chelsea kali ini mampu mempertahankan laju itu dan maju ke perempat final kompetisi Eropa untuk kali keempat saat Slavia Prague menyambangi Stamford Bridge di leg kedua pada Jumat dini hari WIB. Jika lolos, maka Chelsea juga akan mempertahankan rekor selalu maju ke perempat final Liga Europa dan kompetisi sebelumnya, Piala Winners dan Piala Fairs, di keenam kesempatan yang kami lakoni.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA