Analisis

David Luiz Menjelaskan Bagaimana Wasit Mempersulit Chelsea untuk Menundukkan Burnley dan Menegaskan Target Selanjutnya

David Luiz jelas terlihat tidak puas dengan hasil imbang 2-2 dengan Burnley pada Selasa dini hari WIB setelah sempat membalikkan keadaan dan unggul usai tertinggal lebih dulu di menit-menit awal.

Gol-gol cantik yang dilesakkan oleh N’Golo kante dan Gonzalo Higuain membuat kami unggul 2-1 di babak pertama namun harus kemasukan gol dari skema tendangan bebas tepat sebelum turun minum. Sebelumnya, kami tertinggal lebih dulu lewat gol yang diawali dengan tendangan sudut. Kali ini, the Blues, yang sepertiga dari gol-golnya di liga musim ini dicetak di 15 menit terakhir, tidak dapat menciptakan gol menit-menit akhir.

Baca: Laporan – Chelsea 2 Burnley 2

David Luiz bukanlah satu-satunya orang di stadion yang merasa bahwa tim mereka harus tampil lebih baik ketimbang di lima menit babak tambahan.

“Sulit ketika wasit tidak ada di tempatnya untuk mengecek apa yang kami lakukan di lapangan,” sesalnya. “Mereka (Burnley) mencoba membuang-buang waktu sepanjang laga, sejak menit satu babak pertama dan ini adalah sepakbola negatif.”

Si pemain Brasil menjelaskan yang ia maksud dengan istilah itu: “Soal membuang-buang waktu sepanjang laga. Terutama ketika kami menguasai bola, kita tahu pemain-pemain berjatuhan dan mereka harus menghentikan permainan dan wasit selalu menghentikan permainan, tapi kita tahu peraturannya. Ini bukan seperti ini dan kami (seharusnya) bisa meneruskan permainan karena itu bukan tendangan di kepala. Tentu tim Burnley melihat bahwa wasit tidak cukup bagus untuk melihat itu, mereka akan terus berjatuhan dan membuang-buang waktu sepanjang laga.”

David Luiz mengaku bahwa ia berusaha menunjuk wasit Kevin Friend di tengah pertandingan, dan menegaskan bahwa ia belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.

“Kupikir ini pertama kalinya aku melakukan ini karena ini sulit karena ketika kita melihat seorang wasit tertawa di depan kita saat kita mencoba berbicara kepadanya dengan cara yang hormat. Ini tidak baik.”

“Ketika aku mencoba berbicara dengannya, dia tidak pernah menatap mataku dan dia tidak berusaha mendengar. Dia hanya berkata aku tidak mau mendengarmu, diam dan main saja.”

Merefleksikan gol-gol lawan, pria kelahiran Brasil ini memuji gol pembuka Burnley namun untuk gol kedua ia berkata: “Mereka mencetak gol ketika tidak seharusnya mendapat tendangan bebas dan wasit memberi mereka tendangan bebas.”

“Ini sebuah kesalahan dari wasit tapi setelah itu tentu Anda harus sadar bahwa Anda bermain melawan tim seperti itu, terutama di Premier League. Mereka berlatih mencetak gol seperti ini sepanjang pekan.”

“Setelah itu, kami tahu bahwa selalu sulit melawan tim-tim Premier League dan mereka mulai terus membuang-buang waktu dan (pertandingan) jadi lebih sulit. Mereka mulai bermain dengan 11 pemain di dalam kotak penalti dan kami mencoba mencetak gol tapi sulit ketika menghadapi tim seperti itu.”

“Kami sudah melakukan segalanya untuk menang. Ini laga yang tidak mudah.”

Dengan raihan satu poin ini, Chelsea kini bercokol di peringkat empat klasemen sementara rival-rival kami baru akan bertanding tengah pekan ini. Bagi David Luiz, jika Chelsea ingin finis di empat besar Premier League, persyaratannya sangat jelas.

“Kami harus memenang setiap pertandingan, sembilan poin, dan kami berusaha melakukannya.”

Baca: Perburuan empat besar

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA