Blogs

Adakah yang Tidak Bisa Dia Lakukan?

N’Golo Kante mungkin bukan nama pertama yang muncul ketika Anda memikirkan pencetak gol, tetapi dia menikmati musim paling produktif dalam kariernya dan Manchester United tahu betul mengenai hal ini untuk menganggapnya sebagai ancamannya serius.

Dari semua kualitas yang telah menjadikan Kante sebagai salah satu talenta paling disegani di dunia, belum lagi dia juga menyapu bersih penghargaan Pemain Terbaik di Inggris, mencetak gol tidak pernah menjadi salah satu poin kelebihannya.

Sebelum 2018/19, ia hanya pernah sekali pernah mencetak lebih dari satu gol dalam satu musim liga top, dan itu adalah tahun terakhirnya di Prancis sebelum datang ke Inggris. Dia mencetak dua gol liga musim itu, dan sejak itu sudah mencetak satu gol per musim Premier League.

Catatan itu bertambah sekarang, dengan dia menggandakan pencapaiannya di Prancis itu dengan mencetak empat gol musim ini, selain gol pembuka krusial yang dicetaknya dalam kemenangan leg kedua semifinal Carabao Cup atas Tottenham.

Dikombinasikan dengan gol liga melawan Burnley, Crystal Palace, Manchester City, dan Huddersfield pada 2018/19, ditambah empat asis, ini menjadi pencapaian pribadi terbaiknya di Premier League, Kante jelas telah memanfaatkan posisi yang lebih menyerang yang dipercayakan kepadanya musim ini.

Tentu saja, Manchester United menjadi tim yang paling mengetahui hal ini dibanding tim lainnya untuk tidak mengabaikan kemampuan menyerang pemain tim nasional Prancis itu, karena mereka adalah satu-satunya tim yang telah dibobol lebih dari sekali oleh Kante. Kedua gol itu tercipta dalam musim juara kami 2016/17, tetapi dalam dua kompetisi yang berbeda.

Yang pertama adalah di Premier League pada bulan Oktober, hanya pertandingan ketiga setelah kami beralih formasi menerapkan formasi tiga bek di bawah Antonio Conte, dan itu tentu saja merupakan momen yang mengesankan, karena Kante mencetak gol terakhir dalam kemenangan 4-0 kami di Stamford Bridge.

Gol lainnya juga dicetak di Stamford Bridge, di perempat final Piala FA, tapi kali ini jauh lebih bermakna. Satu-satunya gol dalam pertandingan ini adalah pertemuan yang menegangkan dansengit di babak kedua, ketika the Blues unggul 1-0 sebelum mengalahkan Tottenham di Wembley untuk memastikan tempat kami di final.

Secara total, Kante telah mencetak 15 gol dalam karier profesionalnya, yang berarti sepertiga dari semua golnya telah tercipta selama musim ini. Yang lebih mengesankan lagi, dia tidak pernah berakhir di pihak tim yang kalah dalam 90 menit saat dia mencetak gol.

Faktanya, timnya telah memenangi 13 dari 15 pertandingan dalam waktu reguler, yang menjadi pengecualian adalah hasil imbang terakhir dengan Burnley dan gol terakhirnya untuk Caen sebelum pindah ke Inggris, ketika ia membuka skor di babak pertama Piala Prancis, tetapi timnya berakhir meraih hasil seri, juga 2-2, sebelum kebobolan gol penentu di perpanjangan waktu.

Untungnya perpanjangan waktu tidak akan terjadi ketika kami melakukan perjalanan ke Old Trafford di Premier League pada hari Minggu ini, jadi ada banyak pertanda bahwa kita bisa melihat Kante mencetak gol lagi untuk kemenangan Chelsea. 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA