Wawancara

Jorginho Fokus pada Tugas yang Ada di Depan Mata

Jorginho berkata bahwa satu-satunya yang ada di pikiran para pemain Chelsea saat ini adalah mengamankan empat besar, satu laga demi satu laga, dimulai dengan mengupayakan kemenangan atas Manchester United.

Saat ini kami berada dalam posisi yang lebih unggul dalam perebutan zona Liga Champions, satu poin lebih banyak ketimbang Arsenal dan tiga poin dari tim Setan Merah, yang berarti nasib kami ada di tangan kami sendiri dan kemenangan di tiga laga terakhir di Premier League akan menggaransi tempat kami di empat besar.

Namun demikian, pemain internasional Italia itu mengaku bahwa ini bukanlah tugas yang mudah, dan menuntut agar para pemain berkonsentrasi pada penampilan mereka sendiri dan mengamankan kemenangan tanpa perlu menghiraukan penurunan performa United akhir-akhir ini atau mereka akan jadi pesakitan di hadapan publik Old Trafford, sebagai pelipur lara atas kekalahan mereka di derbi Manchester.

“Setelah laga (kontra) Burnley, manajer berkata: ‘Kita punya tiga laga lagi, kita akan memperlakukan ketiganya seperti tiga laga final dan kita harus memenangi semuanya’,” jelas Jorginho.

“Kami tidak benar-benar berfokus pada apa yang mereka bisa atau tidak bisa lakukan, kami harus benar-benar fokus pada permainan kami sendiri, pada apa yang bisa kami lakukan. Kami harus pergi ke sana dan memenangi ketiga laga ini dan laga berikutnya tentu saja akan sangat penting buat kami.”

“Atmosfer di stadion-stadion itu harus diperlakukan sebagai motivasi kami semua, sehingga kami semua dapat memberikan yang terbaik dan bermain dari hati, yang mana juga sangat penting. Dan, pada akhirnya, kami harus memenangi laga-laga ini, karena pada saat ini yang terpenting adalah mendapatkan hasil.”

“Seperti yang sudah kukatakan, kami punya tiga laga lagi dan ketiganya adalah final. Kami harus menghadapinya satu demi satu, tapi sudah cukup jelas bahwa kami harus pergi ke sana dan menyiapkan pola permainan kami untuk memenangi laga.”

Pertarungan dalam memperebutkan tempat di Liga Champions masih amat ketat jelang akhir musim 2018/19 ini, di mana peringkat tiga hingga enam hanya terpisah sejauh empat poin saja.

Dengan demikian, kompetisi antar tim-tim papan atas dan hasil-hasil mengejutkan yang diperoleh tim-tim peringkat atas, upaya untuk mencegah kesalahan-kesalahan tim lain guna memperkecil ketertinggalan jadi penentu di periode ini.

Tetapi, seperti yang ditegaskan oleh Jorginho, kami sama frustrasinya dengan klub-klub lainnya, seperti yang ditunjukkan pada hasil laga sebelumnya, dengan ditahan imbangnya kami oleh Burnley menyusul kekalahan yang ditelan oleh Manchester United dan Arsenal.

“Kurasa kalian juga bisa mengatakan yang sama pada kami, karena kami tidak benar-benar mengeksploitasi kekalahan tim-tim lain, karena kami tidak bisa memenangi laga-laga yang seharusnya bisa kami menangi,” sambung pria 27 tahun itu.

“Tapi di tahap ini bukanlah soal jika dan tapi, itulah yang menurutku menjadikan Premier League sebagai liga terketat di dunia, karena Anda tak bisa puas dengan apa pun, dan ini dibuktikan dengan hasil baru-baru ini.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA