Analisis

Data Day: Manchester United vs Chelsea

Mari kita lihat statistik dari laga di Old Trafford kemarin yang berakhir imbang…

Tiga dari 17 tembakan kami mengarah ke gawang: sepakan Toni Rudiger yang ditepis David De Gea, dan disambar oleh Marcos Alonso untuk menjadi gol penyeimbang, serta tembakan Gonzalo Higuain di detik-detik terakhir.

Enam dari tembakan kami diblok dan sisanya tidak mengarah ke gawang. Lima dari tujuh tendangan Manchester United mengarah ke gawang.

Higuain dan Eric Bailly sama-sama melepas tiga tembakan.

Kami menguasai 48,2 persen penguasaan bola dengan penguasaan terbanyak dilakukan oleh Eden Hazard dan Jorginho (5,3 persen).

Tingkat keberhasilan operan kami adalah sebesar 86 persen, lebih baik dari catatan Man Utd (84 persen). Kami melepas 359 operan sukses dari 417 percobaan.

 

Jorginho jadi yang paling banyak melepas umpan (49), diikuti oleh David Luiz (46). Mateo Kovacic adalah pengumpan terakurat di kubu Chelsea dengan 93 operan sukses.

Willian, Hazard, Pedro, dan N’Golo Kante sama-sama melakukan dua umpan kunci, tertinggi di laga itu.

Pencetak gol kami, Marcos Alonso jadi yang banyak melakukan sentuhan (83), hanya kalah dari Nemanja Matic (88).

Juan Mata jadi pemain kedua yang bisa mencetak gol bagi Chelsea dan Man United di Premier League, setelah Mark Hughes pada 1990an.

Seperti biasa, Hazard jadi yang paling banyak membukukan dribel sukses di lapangan, dengan enam dribel. Kovacic melakukan empat dribel, satu lebih banyak dari Paul Pogba dan Marcus Rashford.

Selain gol, Alonso juga menyumbang tiga duel bola atas – sama dengan yang dicatatkan oleh David Luiz dan Matic – dan melakukan clearance sebanyak enam kali, tertinggi di laga itu.

Cesar Azpilicueta jadi penekel terbaik di laga yaitu sebanyak empat kali, dan tak ada pemain yang mengalahkan lima intersep Jorginho.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA