Berita

Christian Pulisic Jelaskan Apa yang Bisa Dia Berikan ke Chelsea dan Bicara Soal Didier Drogba, Frank Lampard dan Eden Hazard

Christian Pulisic sudah berada di Stamford Bridge pekan ini dan pemuda 20 tahun, yang akan jadi penambahan yang mengasyikkan dan segar, mengenang bahwa inilah stadion yang pertama kali dia kunjungi saat kecil.

Dia bergabung dengan Chelsea sebagai pemain internasional Amerika Serikat dan juara bersama salah satu negara sepakbola besar Eropa setelah jadi bagian dari kesuksesan Borussia Dortmund di Piala Jerman. Pertama kali dia merasakan sensasi sepakbola adalah saat masih berusia tujuh tahun, ketika tinggal di Inggris, di stadion kami.

“Aku ingat menonton beberapa laga besar di Premier League bersama ayahku,” kata Pulisic ketika ditanya soal periode hidupnya itu.

“Aku ingat datang ke pertandingan Chelsea dan laga-laga di klub-klub Premier League lainnya. Pada saat itu, saat aku menyaksikan Chelsea, aku menyaksikan Didier Drogba, aku menyaksikan Lampard. Satu hal yang terpateri di ingatanku adalah, mungkin, Drogba mengeksekusi penalti.”

“Aku selalu ingin bermain secara profesional, terutama di Eropa,” imbuhnya, “dan Premier League adalah (liga) yang dapat kutonton saat tumbuh besar di AS, dan di situlah tempat yang ingin kutuju.”

“Aku masih 15 tahun ketika pindah ke Dortmund. Ini sesuatu yang selalu kuinginkan dan ini adalah soal menemukan waktu yang tepat.”

“Sekarang aku merasa bahwa ini adalah langkah yang tepat (untuk bergabung dengan Chelsea). Masaku di Dortmund sangat baik tapi intinya adalah perasaan yang kudapat dan aku masih merasakannya. Ini panggung yang lebih besar, rasanya luar bisa bisa datang dan berada di Inggris dan jadi bagian dari liga ini. Jika Anda ingin membuktikan diri, maka ini adalah panggung terbesar untuk diikuti.”

Terkait dengan posisi dan gaya mainnya, Pulisic tentu ditanya soal Eden Hazard.

“Eden adalah seorang pesepakbola yang fantastis, kita semua tahu itu dan aku akan senang jika bisa mendekatinya. Dia pemain yang hebat. Aku ingin datang, menjadi diri sendiri, dan melakukan yang terbaik.”

“Aku ingin menggunakan kemampuanku, lariku, kecepatanku, dan kreativitasku untuk membantu, terutama dalam mengakhiri serangan. Aku ada di sini untuk mencetak gol dan menciptakan assist. Aku ingin memberikan dampak dan jadi pemain tim yang akan memberikan segalanya.”
 

Dia sadar bahwa sebagai seorang pesepakbola yang baru berlatih sejak usia belasan, dia harus banyak belajar dan harus berkembang secara fisik dan lebih kuat lagi, terutama datang ke liga dengan tuntutan divisi utama sepakbola Inggris. Namun, dia sudah menunjukkan keserbabisaan yang kerap dituntut dari penyerang di level tertinggi.

"Kurasa aku bisa sangat efektif di kedua sisi sayap," tekan Pulisic. "Aku berkesempatan bermain di kedua posisi itu di Dortmund tapi aku juga pernah bermain sebagai pemain no.10 dengan tim nasional. Sungguh, aku nyaman bermain di berbagai posisi serang. Di Dortmund, aku paling nyaman bermain di sayap."
 

“Aku suka sistem ini (yang Chelsea mainkan). Mengalir dengan lancar, sistem menyerang yang seharusnya cocok dengan gaya mainku.”

Namun, sebelum membaur dengan klub barunya, dia punya waktu sebentar sebelum bergabung dengan timnas Amerika Serikat yang akan mempertahankan gelar Gold Cup. Pekan ini, ia masuk dalam skuat awal AS yang akan mempertahankan trofi di turnamen yang diikuti oleh negara-negara dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia itu. Laga final akan dihelat pada 7 Juli.

Selama masa istirahat ini, Pulisic menyebut dirinya sebagai “pemuda yang sangat normal”.

“Aku penggemar bola basket, aku suka menembak bola basket. Aku menonton serial Netflix, aku suka pulang ke rumah dan bermain Playstation serta menikmati waktuku di luar sepakbola.”

“Musimku di Jerman sudah berakhir jadi, dari sekarang sampai Gold Cup dimulai, aku akan punya waktu istirahat dan aku tidak akan terlalu terlambat untuk mengikuti pramusim. Aku akan siap untuk musim kompetisi (depan).”

Baca: Pulisic diyakini bakal sukses di Chelsea

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA