Berita

Pedro Menarget Trofi untuk Melambangkan Kemajuan dan Kerja Keras di Musim Ini

Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Pedro harus bersaing memperebutkan trofi di penghujung musim mengingat ia punya karier cemerlang dengan koleksi 20 medali kompetisi mayor. Kini, final Liga Europa memberikan kesempatan kepada Chelsea untuk menambah sebuah trofi ke koleksinya di musim 2018/19 yang produktif ini.

Pria 31 tahun ini hanya sekali absen dalam perjalanan tim ke final, kontra Arsenal di Baku dan ia mendorong rekan-rekannya untuk menutup musim ini dengan kemenangan melawan rival sekota. Jika sukses di Azerbaijan, maka kemenangan itu akan menandai keberhasilan perjuangan yang telah pasukan Maurizio Sarri lakukan selama sembilan bulan.

“Ini adalah kulminasi dari kerja keras sepanjang tahun,” katanya menjelang final. “Bagi kami, mengangkat titel adalah yang terbaik, perasaan yang paling memuaskan. Ini berarti kami telah menjalankan tugas kami dengan baik sepanjang musim dan pamungkasnya, berkesempatan untuk merasakan emosi saat mengangkat trofi itu sesuatu yang unik.”

“Anda harus mengalaminya untuk bisa merasakannya karena Anda tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Ini penting buat kami karena akan sangat memuaskan melihat Anda telah menjalankan tugas Anda dan dapat berbagi emosi itu dengan para penggemar.”

“Anda selalu ingin memenangi titel dan untuk memenangi trofi karena ini penting untuk karier Anda dan ini membantu Anda tumbuh sebagai seorang pesepakbola. Anda bisa saja bosan dengan banyak hal, tapi tidak dengan menjadi juara. Anda selalu ingin memenangi sebanyak mungkin trofi dan titel.”

Trofi Liga Europa adalah satu-satunya trofi yang belum tercantum di CV Pedro dan fakta itu memberinya motivasi ekstra bagi si pemain sayap untuk final yang ia yakini akan berlangsung terbuka antar dua dari lima klub teratas di sepakbola Inggris.

“Ini memberiku motivasi tambahan karena titel ini belum ada di daftar pencapaian dalam karierku, dan juga karena ini adalah titel Eropa untuk klub dan itu selalu memberikan dorongan yang lebih,” terangnya.

“Kami menjalani musim Liga Europa yang hebat dan final melawan Arsenal akan jadi laga yang sangat seru untuk ditonton dan sangat terbuka. Mereka adalah lawan yang kami tahu senang memainkan bola, mereka bertahan dari depan seperti juga kami, jadi kurasa ini akan jadi final yang sangat memanjakan mata.”

Keterlibatan kami di Liga Europa musim ini telah menghadirkan kesempatan bagi pemain-pemain muda di skuat untuk tampil dan berkembang. Ruben Loftus-Cheek berhasil mencetak hat-trick perdananya untuk Chelsea di fase grup sebelum kemudian mencetak gol krusial saat berhadapan dengan Eintracht Frankfurt di leg kedua semifinal, sementara empat dari lima gol Callum Hudson-Odoi untuk tim senior lahir di kompetisi ini.

Bagi Pedro, gabungan antara jiwa muda dan pengalaman telah menciptakan dinamika ruang ganti yang sempurna dan pemain depan ini juga telah mengambil tanggung jawab untuk menularkan pengalaman sepakbolanya kepada pemain-pemain muda.

“Kurasa aku sudah punya cukup banyak pengalaman selama karierku jadi aku selalu mencoba untuk memberikan saran yang kubisa,” jelasnya. “Kami punya grup yang bagus di sini – pemain-pemain muda dan veteran yang semuanya nyetel satu sama lain di ruang ganti dan itu penting.”

“Ada pemain-pemain sarat pengalaman seperti David Luiz dan Eden Hazard, dan pemain-pemain lain yang sudah bermain selama beberapa tahun di klub ini seperti Cesar Azpilicueta dan Gary Cahill. Mereka juga bisa memberi banyak nasihat kepada pemain muda. N’Golo Kante adalah contoh bagus lainnya karena dia sosok yang sangat tenang, yang punya peran penting untuk kami. Dia selalu berlatih sebaik mungkin dan, dari semuanya itu, kami punya grup yang bagus untuk bersaing dan juga belajar.”

“Mungkin saja sulit untuk mengetahui cara mengombinasikan jiwa muda dan pengalaman, dan punya ruang ganti yang harmonis. Sulit untuk membangun (suasana) ruang ganti seperti yang kami punya di sini. Kami punya orang-orang yang baik dan pemain-pemain yang sangat bagus, kami semua sebuah keluarga besar, dan itu ditunjukkan di dalam dan di luar lapangan. Kurasa orang-orang melihat bahwa itu membantu kami untuk bisa bertarung memperebutkan trofi.”

Laga ini merupakan pertemuan ketiga antara the Bluesnya Sarri dan Arsenalnya Unai Emery di musim ini, di mana kedua tim saling berbagi kemenangan di dua pertemuan sebelumnya di Premier League. Fakta ini akan membuat laga ini berjalan lebih ketat dan lebih menegangkan, belum lagi kedua rival asal London itu akan berhadapan di final Liga Europa yang digelar sejauh hampir 3.000 mil dari London.

“Kami sudah menghadapi mereka di liga musim ini jadi kurasa ini akan lebih menegangkan karena mungkin (karena) kami sudah lebih mengenal mereka,” tekan si pemain sayap. “Ketika Anda menghadapi tim dari kota yang sama, ini menjadikan laga ini lebih sebagai derbi daripada final (turnamen) Eropa, yang memberikan motivasi lebih pada kami karena ada banyak sekali yang dipertaruhkan di satu laga. Ini akan jadi laga yang sangat menegangkan dengan rivalitas yang tinggi tapi kami harus berusaha memberikan yang terbaik untuk memenangi titel.”

Baca: Lawan yang Familier

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA