Analisis

Chelsea 2018/19 – CATATAN PASCA MUSIM KOMPETISI

Satu musim lainnya telah terlewati dan satu trofi lain telah ditambahkan ke kabinet trofi Chelsea. Setelah selalu menyuguhkan pratinjau mereka untuk setiap laga sepanjang musim, kini sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton memberikan ulasan mereka untuk musim ini…

Ini adalah musim ke-84 Chelsea di divisi utama dan 103 secara keseluruhan yang diawali dengan rentetan hasil meyakinkan. Tengah musim menciptakan emosi yang berbeda, di fase akhir musim, tim kembali tampil trengginas.

Setelah menyegel tempat ketiga untuk kali kelima, yang terbaik datang belakangan yaitu trofi ke-16 dari 17 tahun masa kepemilikan Roman Abramovich, dengan rincian: lima titel Premier League, lima juara FA Cup, tiga League Cup, satu juara Liga Champions dan dua juara Liga Europa.


 

Kemenangan atas Arsenal di Liga Europa lalu adalah kesuksesan ketiga the Blues di Eropa dalam delapan tahun terakhir – terbaik yang pernah dicatatkan oleh tim Inggris mana pun di kancah Eropa dalam 35 than terakhir.

photo of Statistik Kunci Statistik Kunci

Kemenangan di Baku itu membuahkan gelar juara mayor kelima the Blues di Eropa. Hanya ada delapan klub yang punya koleksi trofi lebih banyak: Real (15), Barcelona, Liverpool dan Milan (sembilan), Bayern (tujuh) dan Ajax, Inter serta Juventus (enam).

Kemenangan 4-1 itu juga merupakan kemenangan paling mengesankan di final turnamen mayor, dan terbesar di sepanjang turnamen ini selama 13 tahun terakhir. Kemenangan itu juga memupuskan harapan Arsenal untuk mendapatkan tiket Liga Champions tiga musim berturut-rutut sekaligus memastikan the Blues masuk dalam unggulan teratas dalam undian fase grup.

West Londoners juga jadi tim pertama yang bisa menjadi juara di turnamen Eropa mayor tanpa menelan kekalahan satu kalipun (12 kali menang, tiga kali imbang) sejak Manchester United melakukannya di Liga Champions 2007/08.

Chelsea kini telah melewati raihan trofi dan gelar juara yang diperoleh Setan Merah sejak 2000.

Maurizio Sarri adalah pelatih ke-12 yang berhasil memenangi trofi mayor bersama Chelsea.

Pria Italia ini adalah salah satu dari delapan pelatih yang bisa mengangkat trofi di musim pertamanya bersama the Blues, dan salah satu dari lima orang yang sukses menaklukkan Eropa bersama the Londoners.

Musim 2018/19 adalah musim kelima Chelsea menjejakkan kakinya di dua final mayor, dan jika tidak kalah adu penalti dari Manchester City di final League Cup maka seharusnya ada perayaan lainnya dalam beberapa bulan sebelum ini.

Sarri berhasil membawa timnya memenangi 39 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Satu-satunya manajer yang punya catatan lebih baik darinya selama menukangi Chelsea di periode pertamanya adalah Jose Mourinho, pada 2004/05 (42 kemenangan).

Ini adalah ke-12 kalinya Chelsea jadi tim London terbaik dari 15 musim Premier League terakhir, dan ke-22 kali secara keseluruhan sejak 1907/08.

The Blues membukukan tujuh “double” di liga di musim 2018/19 atas lawan berikut ini: Watford, Crystal Palace, Newcastle, Brighton, dan ketiga tim terbawah: Cardiff, Fulham, Huddersfield. Tak ada lawan yang bisa mengalahkan the Blues kandang-tandang.

Chelsea tak bisa mengalahkan tim-tim tuan rumah yang bercokol di paruh atas klasemen, tetapi bisa mengalahkan tiga dari lima tim teratas yang bertamu ke Stamford Bridge – yang kami tutup dengan catatan tak pernah kalah dari sembilan laga. Empat hasil imbang tanpa gol di liga adalah yang tertinggi bagi klub sejak musim 2013/14.

Musim 2019/20 akan jadi musim ke-30 the Blues lolos ke kompetisi Eropa dan ke-17 di Liga Europa/Liga Champions.

Pengundian fase grup Liga Champions akan diadakan pada 29 Agustus 2019. Sebelum itu, Chelsea akan berhadapan dengan Liverpool di Piala Super UEFA pada 15 Agustus di stadion Besiktas, Istanbul.

 

Silakan dicatat: jadwal pertandingan Premier League musim 2019/20 akan dirilis pada Kamis 13 Juni mendatang pukul 15.00 WIB.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA