Internasional

Christian Pulisic Mengawali Dengan Kemenangan Namun Tidak Dengan Inggris Under-21

Kami kabarkan berita terbaru dari Gold Cup, Copa America, dan European Under-21 Championships…

Christian Pulisic jadi bagian dari tim Amerika Serikat yang mengawali turnamen Gold Cup dengan permainan yang sangat solid dalam laga yang digelar di Minnesota pada Rabu pagi waktu WIB.

AS menang telak 4-0 atas Guyana di laga pertama mereka di turnamen antar negara-negara CONCACAF tersebut. Pulisic tampil selama satu jam lebih lebih sedikit.

Pemuda 20 tahun, yang akan bergabung dengan skuat Chelsea untuk pertama kalinya musim depan, kembali ke tim inti AS saat melawan Guyana, namun Matt Miazga, yang bermain sejak menit pertama dalam laga pemanasan terakhir, yang berakhir dengan kekalahan, dicadangkan.

Upaya Pulisic yang membuahkan handsball di menit-menit awal gagal menghasilkan hadiah penalti. Sebuah tembakannya pun masih bisa dihentikan oleh kiper lawan sebelum kemudian AS unggul satu gol menjelang turun minum. Pemain yang kami rekrut Januari lalu, yang mengincar gol ke-11nya bagi tim nasional, yang akan membuatnya masuk dalam daftar 20 pencetak gol terbanyak AS, kembali melepas tembakan sebelum jeda, namun lagi-lagi bisa dimentahkan.
 

AS bisa mencetak dua gol lagi di babak kedua dan mengubah kedudukan menjadi 3-0 sebelum Pulisic ditarik keluar. Gol keempat mereka lahir menjelang peluit akhir laga dibunyikan. Dua dari gol mereka di laga itu lahir dari pemain MLS, Paul Arriola dan Gyasi Zardes. Pemain yang bermain di Portugal, Tyler Boyd mengemas dua gol.

Di laga berikutnya, Pulisic dan rekan-rekannya akan berhadapan dengan Trinidad dan Tobago pada Minggu. Di laga lainnya, Michael Hector dan Jamaika menang 3-2 atas Honduras.

Baca: Serba-serbi Gold Cup

Inggris Under-21 takluk akibat gol menit akhir

Tiga dari empat bek Inggris diisi oleh pemain Chelsea yang sepertinya akan bisa meraih clean sheet di laga pertama Inggris Under-21 di Piala Eropa. Namun, akhirnya mereka takluk 2-1.

Jay Dasilva, yang mengisi posisi bek kiri, dan kapten Jake Clarke-Salter serta Fikayo Tomori, yang bermain di jantung pertahanan, tampil sejak menit pertama saat melawan Prancis di Cesena, Italia. Dua pemain Chelsea lain di skuat, yaitu Mason Mount dan Tammy Abraham, diturunkan sebagai pengganti.
 

Laga berjalan seimbang di mana kedua tim sama-sama melewatkan peluang-peluang mereka, terutama Prancis yang gagal memanfaatkan dua hadiah penalti. Penalti pertama, yang diambil oleh mantan striker Fulham Moussa Dembele, yang diberikan atas handball Clarke-Salter di babak pertama, berhasil dipatahkan oleh Dean Henderson, kiper Man United yang dipinjamkan ke Sheffield United.

Sepakan Inggris sempat mengenai tiang gawang Prancis dan eks striker kami, Dominic Solanke nyaris menjebol gawang lawan, disusul dengan kreasi Dasilva yang juga membuahkan peluang emas. Pasukan Aidy Boothroyd akhirnya unggul di awal babak kedua lewat aksi individu pemain Man City, Phil Foden.

Namun, tim Singa Muda kembali memberikan hadiah penalti untuk lawan, sekaligus kartu merah untuk Hamza Chourdhury, gelandang yang bermain untuk Leicester. Kali ini, sepakan Prancis dari titik putih membentur tiang gawang.

Mount dan Abraham berturut-turut dimasukkan ke lapangan untuk membantu Inggris meredam lawan sekaligus memberikan ancaman. Mount, yang baru saja masuk ke lapangan, nyaris mendapat kesempatan untuk menembak setelah didahului dengan sebuah gerakan apik.

Keunggulan Inggris hanya bertahan hingga menit ke-89. Pemain Lille, Jonathan Ikone berhasil menyamakan kedudukan. Pukulan telak datang di menit ke-95 ketika full-back Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka membelokkan bola ke gawangnya sendiri saat berusaha membuang bola sepak pojok Prancis.

Mengingat hanya juara grup dan peringkat dua dari tiga grup yang dapat lolos ke semifinal, Inggris tak boleh melakukan kesalahan lagi saat menghadapi Rumania, yang memenangi laga pertama mereka, pada Sabtu, dan Kroasia pada Selasa.

Brasil di Copa America

Di Copa America, kejuaraan antar negara-negara Amerika Selatan, Willian tidak diturunkan dari bangku cadangan ketika Brasil ditahan imbang 0-0 oleh Venezuela di laga kedua mereka di turnamen itu. Pemain Chelsea itu bermain enam menit saat Brasil mengalahkan Bolivia pada akhir pekan lalu. Meski menang 3-0, permainan Selecao mendapat kritik pedas. Saat melawan Venezuela, VAR menjadi lawan sebenarnya di laga itu karena kedua gol Brasil tidak disahkan karena dinyatakan offside.

Meski kehilangan poin posisi Brasil, tuan rumah turnamen, masih aman. Mereka masih memuncaki klasemen grup bersama Peru, yang akan jadi lawan mereka selanjutnya. Venezuela duduk di peringkat tiga dengan dua poin lebih sedikit. Dua tim terbaik akan lolos ke fase gugur sementara jatah lainnya diberikan kepada salah satu dari dua tim peringkat tiga terbaik.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA