Blog

Si Bijak dari Chelsea

Hari ini pada 18 tahun lalu, Dennis Wise meninggalkan Chelsea usai membantu membangunkan raksasa yang sedang tidur di klub sepak bola ini. Artikel ini kami persembahkan bagi eks kapten the Blues yang masih dicintai oleh para suporter hingga hari ini.

Ron Harris adalah kapten pertama Chelsea yang berhasil mengangkat trofi FA Cup sedangkan John Terry adalah kapten dengan trofi terbanyak dalam sejarah Chelsea, tetapi di antara dua dinasti itu ada Dennis Wise, yang kariernya didefinisikan dengan pencapaiannya di kompetisi piala domestik.

Ia adalah bagian dari Crazy Gang Wimbledon, yang mengangkat trofi setelah membuat Liverpool kecewa, beberapa tahun sebelum pindah ke Stamford Bridge pada 1990. Beberapa musim pertamanya di London barat dilalui dengan frustrasi karena pada saat itu the Blues adalah tim papan tengah divisi utama sepak bola Inggris, yang berarti laju apik di kompetisi domestik pun masih sulit diperoleh.

Bahkan beberapa tahun kemudian, ketika Wise ditunjuk sebagai kapten klub, perjalanan kami ke final pada 1994 harus berakhir mengecewakan usai dikalahkan oleh Manchester United di Wembley Stadium. Kekalahan itu benar-benar membuatnya terpukul; bahkan cuaca pun tidak berpihak pada kubu Chelsea di kompetisi ini.

Rasa bangga bisa memimpin tim memasuki lapangan di final FA Cup tertutup oleh kekecewaan dari kekalahan. Dua tahun kemudian, beberapa bulan setelah kalah dari lawan yang sama di semifinal, Wise memperpanjang kontraknya di Chelsea hingga abad ke-21.

Pemuda ini suka sekali bermain untuk, dan menjadi kapten, Chelsea, klub yang ada di hatinya selama enam tahun sebelumnya, namun demikian ada sesuatu yang kurang: trofi. Pada saat itu, daftar kapten Chelsea yang bisa mengangkat trofi tidaklah banyak dan yang ada di pikirannya pun cuma satu.

“Aku ingin memenangi sesuatu,” katanya kepada matchday programme. “Aku tak mau seseorang berkata bahwa dia melewati masa yang menyenangkan di sini tapi tidak memenangi apa-apa. Aku ingin ada fotoku di dinding dan orang-orang bisa berkata, “Ya, kami memenangkan ini bersamanya, kami memenanginya.” Aku ingin jadi seperti Peter Osgood, yang dikenal orang atas apa yang telah ia menangi.

Kini, fotonya telah dipajang di dinding di sekitar Stamford Bridge dan para pesepak bola pun bisa berkata bahwa kami berhasil memenangi ini dan kami memenanginya bersama dia. Bagi para suporter the Blues, dia adalah perwakilan mereka di lapangan dan seorang pemimpin yang cerdik, yang akhirnya berhasil membawa trofi ke Stamford Bridge, dimulai dengan kemenangan ajaib di FA Cup 1997 yang terasa seperti sudah ditakdirkan untuk dimenangi.

Middlesbrough ditaklukkan secara menyakinkan di Wembley Stadium, berkat gol Roberto Di Matteo yang dicetak di menit pertama dan gol di menit akhir oleh Eddie Newton, yang seperti Wisey, telah melewati masa-masa sulit di awal tahun ’90-an.

“Setelah kalah di final pada 1994, aku yakin kami akan menang kali ini,” kata Wise dalam buku Blue Day. Kami semua seperti sudah menyadarinya, dan Anda pun tahu itu. Tetapi, kelegaan yang kurasakan seusai laga. Aku duduk dan merasakan rasa puas yang luar biasa. Sangat sulit dideskripsikan.”

“Ini terasa seperti sebuah pencapaian, seperti: “Tahu tidak? Kami sudah melakukan sesuatu di sini dan ini sudah lama dan aku senang sekali kami bisa meraihnya.” Dan ini untuk semua orang, sungguh. Tentu untuk para penggemar, tapi juga untuk Batesy dan istrinya Suzannah, dan untuk para staf. Ini momen yang hebat bagi semua orang.”

Kemenangan itu memberikan jalan bagi era baru yang penuh kesuksesan di Chelsea Football Club, yang masih terus berlanjut hingga sekarang dan bahkan dengan kesuksesan yang lebih tinggi lagi. Sekarang, gelar juara Premier League sudah jadi sesuatu yang biasa, tetapi pada waktu itu mengangkat trofi FA Cup, Piala Winners, dan Piala Liga dalam selang 12 bulan menjadi sesuatu yang tak pernah terbayangkan.

Kami kembali menjadi jawara di FA Cup pada tahun 2000, di final terakhir yang digelar di stadion Wembley lama di mana Wise terpilih sebagai man of the match di laga itu. Tiba-tiba, trofi juara menjadi sesuatu yang biasa bagi kita. Tidak ada suporter Chelsea yang akan menyangkanya ketika Wise pertama kali bergabung dengan klub.

Ada banyak hal yang bisa ditulis tentang Dennis Wise. Dia pernah menjadi gelandang dengan gol terbanyak dalam sejarah Chelsea, rekor yang akhirnya dipatahkan oleh Frank Lampard. Salah satu golnya yang paling berkesan adalah gol yang Wise bikin di San Siro.

Hubungannya dengan penggemar pun terbilang istimewa. Kepemimpinannya juga tidak hanya bisa menyatukan pemain-pemain bintang di ruang ganti, tetapi juga membentuk John Terry, suksesornya yang kemudian dijuluki Kapten, Pemimpin, Legenda.

Tetapi melihatnya melalui jalan berliku untuk mengangkat trofi FA Cup di Wembley Stadium pada 1997? Bagi para penggemar yang telah lama menantikan kesuksesan – dan berpikir hanya bisa menanti saja seumur hidupnya – tidak ada yang bisa mengalahkan gambar di atas.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA