Blog

Frank Lampard Masuk Daftar Eks Pemain yang Menjadi Pelatih Chelsea

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa kami akan mencoba untuk mentransfer dari pemain menjadi pelatih di Stamford Bridge saat ia bergabung dengan daftar terpilih dari mantan pemain kami yang kemudian melatih klub.

Dengan menjadi top skorer sepanjang masa Chelsea dan meraih koleksi trofi yang diraih oleh sedikit pemain, prestasi Frank Lampard sebagai pemain di London Barat akan selalu menjadikannya legenda di salah satu klub top Inggris.

Namun, daya tarik kursi pelatih dan potensi menambah prestasi itu telah membawa Super Frank kembali ke rumahnya - dan ia jelas bukan yang pertama yang bertransisi dari pemain menjadi pelatih Chelsea.

Berikut adalah nama-nama dari mereka yang telah melakukannya bertahun-tahun yang lalu, dengan banyak gelar di masa kepelatihan mereka.

Roberto Di Matteo

Direkrut pada musim panas 1996 dengan harga rekor transfer klub dari Lazio, pemain the Blues nomor 16 ini adalah seorang gelandang berkelas yang mengincar gol, mencetak gol di setidaknya tiga final piala untuk klub - termasuk gol spektakuler di detike ke-47dalam kemenangan kami atas Middlesbrough di final Piala FA 1997. Pria asal Italia itu terpaksa pensiun dini karena cedera, tetapi ia kembali ke London Barat sebagai asisten manajer untuk Andre Villas-Boas pada 2011. Kurang dari setahun kemudian, setelah mengambil kendali di pertengahan musim, ia mencapai apa yang tidak bisa dilakukan pelatih lain sebelumnya atau sejak itu, membawa kami juara Liga Champions sebagai manajer sementara tak lama setelah kami memenangi Piala FA lagi.

Gianluca Vialli

Lupakan mereka yang mengatakan Vialli sudah melewati masa keemasannya ketika ia tiba di Chelsea setelah menjadi kapten Juventus di Liga Champions pada tahun 1996; rekor 40 gol dari 88 penampilannya menunjukkan sebaliknya. Tetapi sebagai manajerlah orang Italia itu akan paling dikenang di Stamford Bridge, dan yang tersukses kedua bagi kami, dalam hal prestasi (dari daftar manajer yang sebelumnya merupakan eks pemain). Dia telah mengangkat tiga trofi - dua di antaranya merupakan trofi Eropa - dalam 153 hari pertamanya sebagai pelatih dan kemudian membawa kami ke tangga juara Piala FA di final terakhir yang dimainkan di Stadion Wembley yang lama.

Ruud Gullit

Pria Belanda berambut gimbal ini dengan cepat menjadi pemain kesayangan suporter di Stamford Bridge, dengan mengantarkan era kosmopolitan baru di klub setelah menjadi salah satu sosok ternama yang memanfaatkan Aturan Bosman. Dia menempati posisi kedua dalam voting penghargaan FWA Player of the Year 1996 tak lama sebelum mengambil alih jabatan dari Glenn Hoddle sebagai pemain-manajer atas permintaan para suporter. Sejumlah pemain dari luar Inggris direkrut dan Gullit semakin membuktikan dirinya sebagai pahlawan Chelsea dengan menjadi orang kedua yang membawa kami menjuarai Piala FA pada Blue Day di Wembley.

Glenn Hoddle

Skuat Chelsea pertama Hoddle akan mengakui bahwa pemain terbaik dalam sesi latihan adalah sang pelatih, yang telah meninggalkan Swindon Town setelah mengantar mereka promosi pada tahun 1993 untuk menjadi manajer-pemain baru the Blues - yang secara teknis tidak menjadikannya sebagai mantan pemain yang menjadi pelatih, meskipun ia sebelumnya menghabiskan waktu latihan dengan klub untuk memulihkan cedera. Sebagai seorang gelandang tengah, ia sudah lama diakui sebagai salah satu talenta hebat dalam sepakbola Inggris dan reputasinya sebagai manajer dengan cepat melambung ketika ia membawa kami ke final Piala FA pertama kami dalam 24 tahun dan meletakkan landasan untuk revolusi yang membuat Chelsea menjadi klub yang disegani di kancah domestik maupun benua.

David Webb

Dipuja-puja sebagai pahlawan saat masih bermain di Stamford Bridge, Webb adalah seorang bek yang pernah mencetak hat-trick, mencetak clean sheet saat bermain sebagai penjaga gawang dadakan, dan yang paling terkenal, mencetak gol kemenangan dalam laga ulangan final Piala FA 1970. Dia menambahkan 'petugas pemadam kebakaran' ke CV-nya ketika kembali ke klub hampir dua dekade setelah pertandingan terakhirnya sebagai pemain, membantu tim untuk bangkit dari keterpurukan pada musim dingin tahun 1993, suatu langkah yang membuat Ian Porterfield menjadi manajer pertama yang kehilangan pekerjaannya di era Premier League.

John Hollins

Pendukung Chelsea lebih suka mengingat Hollins karena penampilannya yang penuh semangat di lini tengah selama era keemasan klub di tahun 60an dan 70an, sebuah periode yang mengantar banyak trofi ke Staford Bridge dan dua penghargaan Player of the Year untuk seorang gelandang yang bisa melakukan banyak hal. Dia kembali sebagai pemain-pelatih pada tahun 1983 di bawah John Neal, dengan sesi pelatihannya mendapatkan penilian yang bagus saat kami mendapat promosi, dan tak lama kemudian dia pun menjadi pelatih. Meskipun kami berhasil meraih Full Members Cup, Hollins meninggalkan the Blues untuk kembali ke Divisi Dua.

Ken Shellito

Seorang bek kanan yang kariernya harus terhenti dengan kejam karena cedera - ketika banyak yang menilainya bakal bersinar bersama timnas Inggris di Piala Dunia 1966 - Shellito mulai membangun dirinya di dunia kepelatihan, yang dimulai dengan membina para pemain muda. Saat dia mengikuti jejak mantan rekan satu timnya Eddie McCreadie dengan melatih tim utama, ia menjadi bagian dari staf klub. Kemenangan terkenal atas Liverpool mengikuti, yang paling diingat di Piala FA, dan kami berhasil menghindari degradasi, tetapi era Shellito berakhir di musim berikutnya.

Eddie McCreadie

Seperti Shellito, Eddie Mac akan lama dikenang sebagai salah satu bek sayap terbaik Chelsea, dan karismanya membawanya dari menjadi bagian dari anggota tim peraih tiga trofi menuju kursi pelatih saat ia memimpin sebuah klub dalam kekacauan di pertengahan 70an. Dia menunjukkan keberanian untuk menyingkirkan banyak teman lamanya demi memberi kesempatan pada pemain muda, termasuk menunjuk Ray Wilkins sebagai kapten, dan ganjarannya pun datang dengan keberhasilan kami promosi saat kami mengalahkan Hull 4-0. Perayaan terakhirnya sebagai manajer Chelsea itu masih dikenang oleh sebagian suporter..

Tommy Docherty

Kebanyakan orang akan keberatan jika diminta untuk mengisi posisi yang ditinggalkan manajer peraih gelar liga pertama klub ini, Ted Drake. Tapi tidak dengan Doc. Hanya empat penampilan dalam perannya sebagai pemain-pelatih, pelatih asal Skotlandia itu ditugaskan untuk menjadi pelatih menggantikan pendahulunya yang gagal mengelola sekelompok anak muda paling berbakat dalam sejarah klub. Skuat dengan julukan Doc Diamond lahir, tim yang bermain menghibur dan memikat para suporter, tapi kami hanya mampu meraih Piala Liga. Tak perlu menyebutkan insiden Blackpool yang kemudian menjadi awal dari akhir kariernya sebagai pelatih di klub ini.

John Tait Robertson

Kecintaan Chelsea terhadap sosok pemain-manajer tampak nyata di sepanjang era 90an - dan untuk semua nyanyian "Kalian tidak punya sejarah", kami hanya harus kembali ke hari-hari awal dalam sejarah klub. Robertson adalah manajer pertama Chelsea dan itu adalah peran yang ia kombinasikan dengan tugas bermain. Memang, ia tampil baik di dalam dan di luar lapangan, mengumpulkan sepasukan pemain dari awal dan kemudian menjadi bintang tim saat mencetak tujuh gol ebagai gelandang di musim pertama kami di Football League. Namun, hubungan yang tegang dengan dewan klub menyebabkan kepergiannya di awal musim kedua kami.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA