Wawancara

Joe Edwards Tentang Perjalanannya di Chelsea dan Membantu Penampilan Pemain Muda

Selepas ditunjuk menjadi bagian dari staf backroom sebagai asisten pelatih Frank Lampard, Joe Edwards meluangkan waktu untuk ngobrol bareng situs resmi Chelsea tentang perjalanannya ke dugout Stamford Bridge, hubungannya dengan Lampard dan hasratnya untuk mengantarkan pemain-pemain muda meraih kesuksesan.

Edwards harus menunggu lama untuk bisa menembus staf pelatih tim senior Chelsea. Bergabung dengan Akademi ketika berusia delapan, ia gagal mendapatkan beasiswa dan kemudian kembali ke Under-9 sebagai pelatih.

Kemajuannya selama 12 tahun terbilang lambat namun terukur dan telah mengembangkan seni kepelatihan, bekerja dengan talenta-talenta muda terbaik di Inggris, setelah belajar dari pelatih-pelatih seperti Steve Clarke, Brendan Rodgers, Paul Clement, dan Steve Holland.

Neil Bath, kepala pembinaan pemain muda dan pria yang melepasnya di usia 16, adalah yang memberikan panduan di sepanjang perjalanannya dan tentu akan memperhatikan anak asuhnya berada di dugout Stamford Bridge dengan rasa bangga yang luar biasa. Bukan hanya pemain-pemain Akademi Chelsea saja yang membuat Frank Lampard terkesan – seluruh staf backroomnya telah bekerja di bawah arahan Bath dalam berbagai peran di program pengembangan pemain muda selama satu dekade terakhir.

Oleh karena itu tidaklah mengejutkan jika Edwards melihat promosinya sebagai asisten pelatih kepala ini merupakan kulminasi dari perjalanan panjangnya untuk menembus berbagai level di Chelsea.

“Ini merupakan sebuah pencapaian yang istimewa buatku, bukan hanya dalam karierku tetapi juga dalam hidupku,” ungkapnya. “Aku punya ikatan yang kuat dengan klub ini, mulai dari menjadi penggemar Chelsea saat masih berusia sekitar lima tahun hingga kemudian bergabung sebagai pemain di usia delapan. Saat kecil, aku sangat ingin masuk ke tim utama, pertama sebagai pemain kemudian sebagai pelatih.”

“Ini merupakan sebuah perjalanan yang panjang dengan pengalaman yang fantastis dan aku sadar benar betapa luar biasanya peluang untuk bisa melakukan langkah pertamaku ke sepak bola senior di sebuah klub yang istimewa, sebuah klub yang kuanggap sebagai rumahku sendiri, dan sebuah klub yang sangat besar. Sekarang aku hanya berharap untuk melanjutkan pekerjaanku.”

Tahun demi tahun, hubungan Edwards dengan Lampard makin erat, terbantu dengan rekan kerja sekaligus kawan mereka, Jody Morris, yang bekerja bersama Edwards di tim Under-18.

“Menjadi lebih istimewa lagi bisa bekerja di bawah manajer yang selalu kuhormati dan punya hubungan yang baik dengannya,” sambung pria 32 tahun itu. “Aku pernah memimpin beberapa sesi latihan di mana Frank turut serta di dalamnya ketika ia masih jadi pemain di sini dan aku ingat mendapat masukan bahwa dia menikmati latihan tersebut dan terkesan dengan pekerjaan kami.”

“Sejak itu, hubungan kami makin erat dari tahun ke tahun dan mudah-mudahan ini akan membantu kami. Dia datang ke Akademi untuk menyelesaikan sertifikat kepelatihannya jadi aku selalu ngobrol dengannya dan sejak kepergiannya ke Derby, kami pun berkomunikasi secara rutin.”

“Ditambah dengan bekerja sama dengan Frank dan Jody, yang bersamanya mungkin telah memberikan periode terbaik dan yang paling kunikmati dalam perjalanan kepelatihanku, ketika kami bekerja bersama di Under-16 dan Udner-18.”

Edwards percaya dia bisa memainkan peran kunci dalam menciptakan hubungan yang kuat antara Akademi dan tim utama setelah melewatkan waktu begitu lama di sisi lain dari jalan ini, yang terakhir selama dua tahun sebagai pelatih kepala skuat binaan kami. Baru-baru ini dia bekerja dengan banyak pemain muda untuk memperbesar peluang mereka dan merasa bahwa pemahaman itu dapat menjadi faktor krusial untuk membawa mereka pada kesempatan untuk mendapatkan menit main.

“Ikatan antara tim utama dan Akademi itu lebih dari sekadar mendapatkan menit main bagi pemain-pemain muda kami di tim utama,” sambung Edwards.”Frank menunjukkannya di Derby tahun lalu, bahwa dia percaya dalam memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda sehingga dia membutuhkanku untuk datang dan memilihkannya pemain.”

“Kami ingin terus membangun ikatan antara kedua bangunan, hubungan antar para pelatih, dan kuharap aku bisa berperan penting di dalamnya.”

“Semua orang tahu bagaimana kuatnya pemain-pemain lulusan Akademi selama beberapa tahun terakhir dan akan lebih membantu lagi ketika mereka berada di tempat yang mengenal mereka dengan baik. Mereka bisa merasa lebih percaya diri untuk datang dan menenggelamkan diri mereka dalam sesi (latihan), meski kami sama-sama tahu standar mereka dan kapan kami perlu mendorong reaksi mereka, sehingga kami bisa mengarahkan mereka dengan lebih baik.”

“Di sepak bola modern, kesuksesan diharapkan datang dengan sangat cepat dan meski memberi mereka kesempatan, mereka juga harus memanfaatkannya dengan baik. Mudah-mudahan fakta bahwa kami nyaman satu sama lain dan punya hubungan yang baik dapat membantu kami mendorong diri dan menantang mereka setiap hari dalam kaitannya dengan hal itu.”

The Blues akan kembali beraksi pada Selasa dengan menghadapi Barcelona di Saitama. Laga itu dapat disaksikan secara live stream di situs web ini atau di aplikasi 5th Stand.

Klik di sini untuk detail cara mendaftarkan diri

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA