Analisis

Frank Lampard Mengungkap Perjalanan Menjadi Pelatih dan Apa yang Selalu Diminta Kepada Pemainnya

Dua pekan menjalani pekerjaan barunya, Frank Lampard membahas penunjukannya sebagai bos the Blues dan juga mengingat bagaimana perasaannya terhadap dunia kepelatihan berubah selama hari-hari bermainnya.

Dedikasi Lampard, mentalitasnya pada pertandingan besar, dan kecerdasan taktik saat ia memimpin lini tengah kami selama bertahun-tahun memunculkan bayangan karier sebagai pelatih saat ia gantung sepatu. Namun, dia mengungkapkan bahwa jalan tersebut tak selalu menjadi pilihannya, dan sekarang ia bertekad untuk memberikan karyanya sendiri untuk sepakbola daripada mengandalkan pendahulunya di kursi panas Chelsea.

"Di usia dua puluhan saya tidak ingin menjadi manajer," kata Lampard.

"Ketika Anda seorang pemain individual, Anda cenderung egois dalam hal mencemaskan diri Anda dari hari ke hari untuk tetap bugar dan menjadi yang terbaik. Kemudian ketika Anda menjadi sedikit lebih tua dan menyadari bahwa Anda perlu mengurangi rasa mementingkan diri sendiri dan mengambil tanggung jawab untuk semua orang, saat-saat bersama manajer terlintas di pikiran Anda."

"Ketika saya berusia 30 tahun, saya mulai memikirkannya, seperti yang Anda lakukan ketika memikirkan langkah selanjutnya. Jika saya melihat ke belakang, tidak ada momen 'dadakan' atau semacamnya. Saya memiliki banyak manajer yang memengaruhi saya dengan cara yang sangat baik. Saya sangat menghargai bagaimana mereka bekerja dengan saya, dan sebagai tim."

"Jose Mourinho sering saya bahas ketika dia pertama kali datang dan apa yang dia lakukan untuk saya, lebih secara mental daripada secara taktik atau fisik. Ada banyak manajer yang tak terhitung jumlahnya, tanpa menyebut nama mereka semua, yang telah memberi saya momen di dalam dan di luar lapangan, yang membuat saya berpikir saya bisa sangat tertarik dengan hal itu (dunia kepelatihan)."

"Saya menghormati semua manajer yang pernah melatih saya," lanjut Lampard, "Bahkan yang saya rasakan tidak memiliki hubungan dekat dengan saya. Ketika Anda menjadi manajer, Anda menyadari itu tidak sesederhana itu. Ini bukan tentang hubungan dekat dengan semua orang - mereka tidak bisa mencintai setiap manajer, Anda tidak bisa mencintai semua pemain - tetapi Anda harus bekerja sama."

"Saya belum meminta banyak saran dari para manajer lain. Saya mencoba dan belajar melalui diri saya sendiri dan dengan bekerja dengan para pemain setiap hari. Saya pikir kita harus menemukan jalan kita sendiri, begitulah adanya. Jika saya menelepon Carlo Ancelotti untuk bertanya tentang suatu situasi, itu akan sangat berbeda dengan situasi yang dihadapinya, jadi saya tidak mencari saran seperti itu."

Lampard mengatakan Mourinho dan Ancelotti adalah di antara mantan manajer yang masih berhubungan dengannya, serta Guus Hiddink yang memberinya pesan baik pekan ini.

Tapi dia menegaskan fokusnya adalah membuka jalannya sendiri, membuat pemainnya merasa nyaman bersamanya, dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk memberikan tim The Blues arahannya kesempatan teresar untuk sukses. Dia mungkin baru bertugas selama lebih dari dua minggu, tetapi Lampard tak butuh waktu lama untuk beradaptasi di klub di mana ia menjuarai banyak trofi. 

"Rasanya senang kembali. Tentu bermanfaat memahami sebuah klub dengan baik dan mengenal begitu banyak wajah di klub. Itu terasa seperti bukan hari pertama sekolah."

"Koridor menuju kantor manajer itu adalah tempat di mana Anda tidak berani melakukan banyak hal - sebagai pemain saya mencoba untuk tidak macam-macam mengenai hal itu. Saya kira sekarang di sinilah saya akan berada!

"Rasanya memang berbeda, tetapi dalam waktu singkat saya bekerja sebagai pelatih, itu berubah dengan sangat cepat. Anda menjadi terbiasa dan itu penting bagi saya untuk melakukan itu, dan penting bagi para pemain untuk merasa itulah yang terpenting. Saya tidak ingin terlalu banyak area abu-abu. Saya mengenal beberapa pemain dan hubungan dengan mereka begitu baik sehingga tidak ada masalah. Saya berbicara tentang Azpi, David Luiz, Willian belum di posisi itu."

"Saya sudah bisa merasakan arti klub dan perbedaan di luar lapangan, berurusan dengan pemain yang memiliki 70 penampilan dan begitu banyak gelar. Tidak ada pemain yang sama, tetapi dasar-dasarnya sama. Dan saya belum banyak berubah dalam pendekatan dasar saya."

"Di lapangan saya akan meminta satu hal dan itu adalah sangat mendengarkan bagaimana cara saya melakukan sesuatu."

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA