Blog

Andreas Christensen Siap Lakukan Perjalanan Menyusuri Kenangan Masa Lalu

Saat Chelsea bertolak ke Jerman untuk menghadapi laga terakhir di pramusim, melawan Borussia Monchengladbach, ada satu pemain the Blues yang dipastikan mendapat sambutan hangat di Borussia-Park.

Di klub Prusia itulah Andreas Christensen memulai kariernya di sepak bola profesional, selama bermain di klub peminjamnya itu selama tahun 2015 hingga 2017. Bek asal Denmark ini sudah menunjukkan potensinya semasa di Akademi Chelsea dengan membantu kami menjuarai FA Youth Cup dan UEFA Youth League semasa masih remaja.

Namun, di Jermanlah ia mengasah bakat dan berkembang menjadi seorang bek yang akhirnya bermain di Premier League. Akhir-akhir ini, Borussia Monchengladbach memang memiliki reputasi sebagai salah satu sekolah sepak bola terbaik Eropa, meminjam beberapa talenta mentah dan membantu mereka menggali pengalaman yang mereka butuhkan untuk kembali ke klub induk mereka dan melangkah ke tahap selanjutnya dalam karier mereka.

Reputasi itu terbukti dalam diri Christensen, meski sempat memulai perjalanannya di Borussia-Park dengan kurang meyakinkan. Setelah menang mudah atas klub divisi dua St. Pauli dalam debutnya, di turnamen sekelas FA Cup di Jerman, Christensen dan rekan-rekannya di lini belakang mendapat kritik pedas seusai memulai Bundesliga dengan kekalahan telak 4-0 di kandang sendiri dari Borussia Dortmund yang kemudian diperparah dengan rentetan enam kekalahan beruntun di semua kompetisi.

Titik balik datang ketika Lucien Favre digantikan oleh manajer baru, Andre Schubert, pada September. Setelah itu, Monchengladbach hanya kalah sekali di liga di sisa musim dan memposisikan dirinya di peringkat empat, zona Liga Champions, pada jeda musim dingin.

Memulai 2017 dengan baik, Christensen mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kalinya di laga profesional, bahkan dua kali, ketika timnya menggebuk Werder Bremen dengan skor 5-1. Sama besar dengan dampak yang diberikannya dari gol-golnya itu, kolega-kolega pemuda Denmark itu juga menganggap penting kerendahan hatinya. Kala para penggemar memintanya mengambil tendangan penalti untuk menggenapi kecemerlangannya dengan hat-trick, pemuda ini malah meminta penendang penalti reguler, Raffael, untuk mengambil tendangan penalti yang dihadiahkan di babak kedua.

Christensen mendapat penghargaan di the Foals, baik oleh pemain maupun suporter, di akhir musim. Setelah tampil solid di paruh kedua musim yang membuahkan tiket ke Liga Champions, pemuda 20 tahun itu terpilih sebagai pemain terbaik Borussia Monchengladbach dengan suara sebesar 50 persen, unggul jauh dari pemain di peringkat dua, kapten Granit Xhaka.

Direktur olah raga, Max Eberl, menyimpulkan pandangan publik Borussia-Park terkait melejitnya penampilan Christensen di Jerman dengan berkata, “Dia akan jadi pemain kelas dunia.”

Pada saat itu Christensen sudah masuk ke tim nasional Denmark dan dia hampir tak pernah absen di level klub di musim keduanya di Bundesliga.

Dengan kepindahan Xhaka ke Arsenal di musim panas itu, kombinasi kesigapan, ketenangan saat menguasai bola, dan keputusan yang tepat di lini belakang membuat Christensen terkadang dimainkan sebagai gelandang bertahan oleh the Foals, meski dia lebih banyak diturunkan sebagai bek tengah konvensional.

Namun, meski Christensen kembali tampil impresif, Borussia Monchengladbach tidak mampu mengulangi kesuksesan yang sama di musim 2016/17, di mana mereka harus berjuang mengamankan posisi di papan tengah klasemen Bundesliga. Dipertemukan dengan Manchester City dan Barcelona di Liga Champions membuat langkah mereka harus terhenti di fase grup.

Meski demikian, laju mereka di kompetisi piala domestik masih menjanjikan dengan mencapai semifinal DFB Pokal sebelum akhirnya disingkirkan oleh Eintracht Frankfurt lewat adu penalti. Mereka juga memetik kemenangan mengesankan atas Fiorentina, salah satunya berkat gol Christensen.

Setelah masa peminjamannya habis, dia kembali ke Chelsea di musim panas 2017 dan setahun kemudian menyabet gelar Young Player of the Year, menambah gelar individu yang diterimanya di Jerman. Semusim kemudian, dia memperoleh trofi Liga Europa bersama the Blues, meneruskan penampilan cemerlangnya di Monchengladbach.

Meski selama bermain di Borussia-Park tidak membuahkan trofi, tidak diragukan lagi bahwa Christensen akan senang bisa menuruni lorong itu lagi pada Sabtu sore, belum lagi sambutan meriah yang menunggunya di dalam stadion.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA