Wawancara

Andreas Christensen Membahas Produktivitasnya di Borussia Monchengladbach dan Antusiasmenya untuk Kembali dalam Laga Persahabatan

Sebuah langkah krusial dalam perjalanan Andreas Christensen untuk menjadi bek elit Eropa seperti sekarang diawali di Borussia Monchengladbach, klub tempat ia menghabiskan dua musim yang sangat sukses dengan status pemain pinjaman dan yang akan kami temui dalam pertandingan persahabatan terakhir kami hari ini.

Itu adalah musim panas 2015 ketika bek Denmark kami menuju ke Rhine-Westphalia Utara untuk bergabung dengan tim Jerman yang bersejarah yang baru saja menempati posisi ketiga di Bundesliga. Christensen, yang saat itu berusia 19 tahun, telah membuat tiga penampilan untuk tim senior kami dan diberikan kesempatan untuk tampil secara reguler di salah satu liga paling kompetitif di Eropa, dan untuk tim yang bermain di turnamen Liga Champions.

Dia menyambut tantangan itu dengan baik. Penampilan Christensen di jantung pertahanan membuatnya mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik Gladbach, dan ia kemudian menghabiskan musim sukses kedua dengan status pemain pinjaman sebelum kembali ke Chelsea dan mengukuhkan namanya di Stamford Bridge.

Kami bertemu dengan Andreas menjelang perjalanan ke klub lamanya untuk membahas tentang waktunya di Gladbach, stadion tempat kami akan bermain nanti, dan mengapa pertandingan persahabatan ini akan menjadi ujian penting bagi performa taktis kami..

Bagaimana kamu menilai kariermu Borussia Monchengladbach?

Itu sangat bagus. Saya senang berada di sana dan bermain sepak bola di sana. Semuanya sangat lokal. Anda punya Dusseldorf yang merupakan kota besar berjarak 20 menit. Saya tinggal di Monchengladbach di daerah di mana beberapa pemain tinggal. Karena Monchengladbach bukan kota terbesar, sepak bola sangat terasa. Ketika Anda pergi ke toko, Anda akan melihat wajah para pemain pada benda-benda yang berbeda, Anda akan melihat bendera di mobil, bendera di setiap toko kecil.

Pada saat yang sama, ketika Anda pergi dengan para pemain, orang-orang sangat baik dan Anda masih bisa merasakan privasi. Saya menikmati seluruh pengalaman saya berada di sana.

Seberapa jauh itu menolong perkembanganmu sebagai pemain?

Banyak. Saya bisa merasakan dalam beberapa pertandingan pertama itu adalah langkah besar karena saya hanya bermain di tim junior dan beberapa pertandingan piala untuk Chelsea sebelum itu. Anda mendapatkan banyak hal dari latihan dengan tim utama di Chelsea, tetapi menit bermain itu penting, dan bagi saya melangkah dari bermain di Youth Cup atau UEFA Youth League, itu adalah langkah besar untuk langsung ke tim utama dan bermain di Bundesliga.

Sepak bola di lapangan cepat, ada banyak bolak-balik. Saya belajar banyak dari itu. Anda akan ditempatkan dalam situasi yang sulit dengan formasi empat bek, terutama karena itu sangat baru bagi saya pada saat itu.

Dan kamu bergabung dengan tim yang bagus…

Ya, mereka baru saja lolos ke Liga Champions, tetapi dua tahun sebelumnya mereka sama skelai tidak bagus.

Kami kalah di lima pertandingan pertama dan berpikir 'oh tidak, apa yang akan terjadi', tapi kemudian kami tidak kalah selama 15 pertandingan berikutnya. Seluruh perjalanan dari menjadi yang terbawah hingga berakhir di urutan keempat dan lolos ke Liga Champions lagi sungguh sangat bagus. Bahkan musim kedua kami finis di urutan keenam dan  berkompetisi di Eropa. Itu adalah dua musim yang hebat.

Seperti stadion dan atmosfer di Jerman?

Saya hanya memainkan pertandingan liga terakhir (pada 2014/15) dan pertandingan piala untuk Chelsea, sehingga pengalaman stadion secara keseluruhan cukup baru. Di Jerman stadionnya besar. Gladbach ada 55.000 kursi dan itu cukup penuh setiap akhir pekan. Terbiasa dengan itu adalah perasaan yang menyenangkan.

Budayanya sangat bagus. Semua orang bertemu di stadion sebelumnya dan minum bir Jerman, Anda bisa minum di tribun, jadi suasananya sangat meriah. Di Jerman mereka memiliki satu tribun yang menyanyikan semua lagu dan yang lainnya bergabung. Seluruh perasaan itu baru bagi saya pada saat itu dan itu hebat.

Apakah kamu masih berhubungan dengan semua orang di sana?

Ya, saya tetap berhubungan dengan para pemain yang masih ada. Ketika saya di sana, kami memiliki empat pemain Skandinavia. Saya beruntung rekan tim saya tidak buruk dalam berbahasa Inggris, sehingga membuatnya lebih mudah.

Mereka punya banyak pemain baru sekarang. Mereka punya tim yang sangat muda yang ingin mengekspresikan diri. Itu datang dengan ciri khas sepak bola Jerman juga karena karena permainan yang aktif. Ini soal percaya pada diri sendiri dan cara Anda bermain, dan melangkah maju dan bermain. Kita bisa memperkirakan permainan yang sulit dan juga sangat cepat.

Kamu pasti sangat senag bisa kembali?

Ya. Ini akan sangat menyenangkan. Seperti yang saya katakan, saya tidak benar-benar bermain di tim utama sebelum saya pergi ke sana, jadi itu adalah dua musim pertama saya di mana saya dapat benar-benar mengekspresikan diri di level itu. Saya telah melakukan empat musim di tim utama sekarang dan setengahnya terjadi di sana, jadi itu masih tempat yang sangat berarti bagi saya.

Yang terakhir, mari bicara pramusim di Chelsea. Bagaimana menurutmu sejauh ini?

Bagus. Saya mengenal semua pelatih baru. Saya pernah dilatih bersama para pelatih itu. Musim terakhir saya bersama Dermot (Drummy) dengan U-23, Jody (Morris) bergabung pada saat itu. Joe (Edwards) saya tahu dari tim junior. Chris Jones jelas berada di sini baru-baru ini.

Orang-orang sangat menikmati sepak bola yang kami coba mainkan, permainan yang mengandalkan penguasaan bola, termasuk saya. Kami mencoba untuk menjadi bugar dan kami sampai di sana, tetapi pada saat yang sama kami ingin bermain sepak bola. Ini soal menjadi bugar dan sekarang kami mulai mendapatkan hasilnya dan akan menunjukkan bagaimana kami akan bermain.

Ini masih pramusim, tetapi dalam pikiran kami, kami harus berada di level yang kami inginkan pada awal liga. Akan menarik untuk melihat di mana kami berada.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA