Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Borussia Monchengladbach 2 Chelsea 2

Dalam laga pramusim terakhir sebelum bergulirnya Premier League, penampilan Chelsea di babak kedua membaik dibanding babak pertama namun kami harus tertinggal 2-0 lebih dahulu saat turun minum.

Tembakan Tammy Abraham dan Ross Barkley, dua-duanya dari titik putih, memupuskan keunggulan dua gol lawan, yang finis di peringkat lima divisi utama sepak bola Jerman musim lalu dan akan memulai musim kompetisi mereka sepekan setelah kami memulai musim kompetisi kami melawan Manchester United. Alasan utama yang membuat the Blues gagal mencetak gol di babak pertama adalah permainan memukau dari kiper Borussia, Yann Sommer.

Dia pernah berhadapan dengan Chelsea bersama Basel, yang kami taklukkan di semifinal Liga Europa 2013 namun kemudian kami kalah dua kali dari mereka di Liga Champions setahun kemudian.

Malam ini dia membuat sejumlah penyelamatan di kedua babak. Abraham, Mateo Kovacic, dan Mason Mount beberapa pemain yang dia buat frustasi. Barkley sempat mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan ketika laga memasuki fase akhir pertandingan namun gagal.

Beruntung, peluang kembali datang ketika Mount, yang masuk sebagai pemain pengganti, dilanggar. Setelah itu, Kepa beraksi untuk menggagalkan lawan mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir. Menjelang laga usai, N’Golo Kante turun untuk kali pertama sejak final Liga Europa di Baku Mei lalu.

Frank Lampard menurunkan susunan pemain yang mirip dengan laga sebelumnya, hanya dua perubahan yang dilakukan pada tim yang bermain di 74 menit pertama saat melawan RB Salzburg di Austria tiga hari lalu.

Salah satunya adalah di lini pertahanan. Andreas Christensen diberi kesempatan untuk memulai pertandingan melawan klub yang jadi bagian penting dari perkembangan kariernya antara tahun 2015 dan 2017, ketika dia dipinjamkan ke Jerman. Produk Akademi Chelsea lainnya, Mount, juga dimainkan sejak menit pertama menggantikan Ross Barkley.
 

Di Salzburg, Chelsea tampak berbahaya di sepanjang babak pertama lewat serangan balik kilat melawan tim yang menekan di garis tinggi. Namun, di Jerman, melawan tim yang lebih solid ini, kami jarang terlihat bisa melakukan serangan balik cepat di 45 menit pertama.

The Blues sempat melakukan beberapa pergerakan apik namun Gladbach tampil lebih mengancam dan seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol jika saja sepakan Marcus Thuram, putera legenda Prancis Lilian Thuram - seorang penyerang, berbeda dengan ayahnya - tidak meleset.

Pemain no.10 Borussia itu melakukan dua kali tembakan yang melebar dan di lima menit pertama Chelsea pun melepaskan tembakan yang melenceng. Tandukan Mount, yang diawali oleh Jorginho dan dilanjutkan dengan aliran bola dari Pedro dan Azpilicueta, melebar.

Sebuah penyelamatan apik dari kiper Gladbach menggagalkan upaya Abraham dari depan gawang. Sementara, Thuram kembali mengancam tetapi lagi-lagi tidak menemui sasaran. Ketika laga berusia 12 menit, rekannya di lini depan, Alassane Plea sukses menjebol sudut bawah gawang Chelsea lewat sebuah penyelesaian yang rapi.

Kami hampir saja menyamakan kedudukan lewat sebuah serangan balik dari wilayah pertahanan kami sendiri, yang nyaris mengulangi proses terciptanya di Pulisic di laga sebelumnya, dengan menggiring bola hingga jauh ke depan, namun sayang, Pedro gagal mengulangi gol ajaibnya di Salzburg.

Masih di babak pertama, Chelsea kembali menyerang, kali ini dengan pergerakan bola yang cepat menembus lini tengah dari Jorginho dan Mount. Mereka hampir saja membuahkan peluang tembak untuk Abraham. Sementara, Pulisic, yang sudah tak asing lagi bagi lawan kami kali ini, mengingat kariernya selama bertahun-tahun di Bundesliga, menyulitkan bek-bek lawan lewat kontrol bolanya namun ketika menembak, posisinya sudah terlalu dekat dengan Sommer.
 

Lewat dari setengah jam, pemuda asal Amerika ini menemukan Abraham di tiang jauh namun knock-down pemuda tinggi ini jatuh ke bek tuan rumah dan bukannya ke penyerang tim tamu.

Tendangan bebas Mount dari lebar lapangan terpantul ke muka gawang dan tak terlalu jauh dari target. Ketika gelandang itu mendapat ruang tembak, sepakannya masih mengarah tepat ke kiper lawan. Akhirnya Chelsea harus kebobolan akibat umpan pendek Plea, yang diikuti dengan lari tepat waktu Hofmann, yang berhasil melewati Kepa untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0 sebelum turun minum.

Di awal babak kedua, Kovacic tampak kesetanan untuk memperkecil ketertinggalan ketika mengejar sebuah operan lemah lawan dan berhasil menembus lini belakang Borussia meski akhirnya upayanya dimentahkan oleh Sommer. Kiper ini kembali melakukan penyelamatan penting ketika menghindarkan bek rekannya melakukan gol bunuh diri, kemudian upaya Abraham yang memanfaatkan bola muntah.

Kiper asal Swiss itu kembali menjadi tembok yang kukuh. Mount dibuatnya gagal menembak dengan tepat, dan penyelamatan berikutnya, 10 menit babak kedua, dilakukan dengan menjatuhkan badan untuk menghentikan tendangan Abraham. Peluang tersebut diperoleh si striker tim nasional Inggris Under-21 setelah menang adu lari dengan penjaganya.
 

Ternyata, Sommer hanya bisa dikalahkan lewat tendangan penalti. Kovacic yang sedang berlari kencang dijatuhkan. Hadiah penalti dieksekusi dengan sempurna oleh Abraham dengan tendangan rendah.

Barkley, yang masuk sebagai pengganti, nyaris mencetak gol penyeimbang dari jarak yang serupa, lewat permainan terbuka, ketika memanfaatkan sebuah back-pass lemah. Sayangnya, berbeda dengan ketajamannya yang telah kita saksikan di pramusim ini, bola hasil tendangannya masih melebar.

Masih ada sedikit waktu untuk mencetak gol dan berhasil. Keaman Bennetts menarik Mount dan menghasilkan tendangan penalti yang diselesaikan dengan baik oleh Barkley.

Aksi terakhir di laga itu datang dari Kepa yang berhasil menghalau sepakan Elvedi dengan kakinya.

Chelsea: Kepa; Azpilicueta (k), Zouma, Christensen, Emerson (Alonso 67), Jorginho, Kovacic (Kenedy 67); Pedro (Kante 72), Mount, Pulisic (Barkley 67), Abraham (Giroud 67).
Cadangan: Caballero, Ziger, Zappacosta, David Luiz, Tomori.

Gol 
Abraham 59 pen, Barkley 86 pen
Kartu kuning Emerson 8, Kovacic 24, Giroud 71

Gladbach: Sommer; Lainer, Ginter, Elvedi (Cuisance 75) Wendt (Beyer 75), Zakaria (Benes, 66), Strobl (Bennetts 75), Neuhaus (Embolo 75), Hofmann (Raffael 75), Thuram, Plea.
Cadangan: Sippel, Lang, Herrmann, Johnson, Poulsen.

Gol Plea 13, Hofmann 39
Kartu kuning Lainer 28, Elvedi 61

 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA