Wawancara

Wawancara Eksklusif Cesar Azpilicueta Bagian Satu: Menjadi Kapten, Gary Cahill dan Kapten Timnas Yunior

Dalam wawancara khusus bagian pertama bersama kapten klub, Cesar Azpilicueta, kami mendengar pendapat sang kapten tentang menjadi seorang kapten klub…

“Aku tahu betapa berat trofi ini sejak 2013 ketika kami menjuarainya. Trofi ini harus diangkat dengan dua tangan!”

Cesar Azpilicueta mengingat masa jaya pada Mei ketika mengangkat trofi Liga Europa usai tim secara meyakinkan menaklukkan Arsenal di Baku.

Pada hari itu, dia adalah kapten di lapangan dan pada akhirnya masuk dalam daftar pemain-pemain Chelsea yang sukses meraih trofi dan merayakannya. Menyusul kepergian Gary Cahill, yang tidak tampil pada malam di Azerbaijan itu, Azpilicueta ditetapkan sebagai kapten Chelsea musim ini, dan kali ini kami berkesempatan untuk membicarakan kehormatan itu dengannya. Tapi, pertama-tama, dia membahas Baku terlebih dahulu.
 

Mengapteni Chelsea

“Rasanya sangat emosional ketika aku mengangkat trofi itu. Pada saat itu, aku cuma menikmatinya saja karena, sebagai kapten, aku kalah di Community Shield dan di final Carabao Cup, jadi aku sudah bertekad sebelum final Liga Europa itu.”

“Aku ingin memenangi trofi dan memimpin tim adalah sesuatu yang istimewa. Aku adalah pemain Spanyol pertama yang melakukannya untuk tim di luar Spanyol. Aku bahkan tidak tahu itu sebelum mereka beri tahu. Ini merupakan sebuah pencapaian besar yang membuatku sangat bangga. Aku punya perasaan kuat karena bisa memenangi trofi sebagai seorang kapten adalah sesuatu yang istimewa dan mudah-mudahan akan datang lebih banyak lagi trofi.”
 

Pria 30 tahun itu tentu tidak asing lagi soal memimpin tim. Dia sudah melakukannya sebanyak 52 kali musim lalu dan 21 kali semusim sebelumnya. Bahkan, di musim 2016/17, ketika John Terry dan Gary Cahill masih ada, dia pernah sekali memakai ban kapten. Pengalamannya dalam hal kepemimpinan bahkan sudah dimulai sejak lama.

Bekerja sama dengan Gary Cahill

“Gary adalah kapten tahun lalu meski tidak selalu terlibat di tim,” kenang Azpilicueta.

“Dia selalu mendukung dan membantuku dengan tugas yang kami bagi berdua. Sejak menjabat sebagai kapten dan wakil kapten, kami selalu mencoba untuk bekerja sama dalam mencari solusi.”

“Musim lalu, aku jadi kapten di atas lapangan selama nyaris satu musim penuh dan itu sesuatu yang biasa bagiku tetapi aku selalu berusaha untuk lebih baik lagi. Sekarang aku sudah jadi kapten hampir selama tiga musim, aku berusaha semaksimal mungkin karena aku sangat bangga bisa menjadi kapten klub ini dan aku akan memberikan segalanya demi melakukan segala sesuatunya dengan baik.”
 

Memimpin anak-anak muda

“Saat muda, aku tidak terpilih sebagai kapten di level klub karena aku selalu bermain dengan pemain-pemain yang lebih tua. Di tim muda, aku masuk dua tahun lebih cepat jadi ada banyak pemain yang lebih berpengalaman di sekitarku. Setelah itu, aku melakukan debut untuk Osasuna di usia 17.”

“Lalu tak lama kemudian aku pindah ke Marseille, tetapi aku adalah kapten level yunior di tim nasional Under-17 dan Under-19, ketika kami menjuarai Piala Eropa 2007. Aku adalah kapten di final.”

“Aku adalah kapten timnas Spanyol Under-21 dan salah satu kapten di Olimpiade, jadi aku sudah terlibat dalam peran seperti itu. Dan, ketika tiba di Chelsea, aku dengan cepat menjadi dewasa dan aku sadar bahwa aku duduk di sebelah pemain-pemain besar. Aku beruntung bisa belajar dari mereka semua dan mencoba menjadi diriku sendiri dan selalu memberikan yang terbaik.”

- Dalam wawancara bagian kedua, Cesar Azpilicueta akan bicara tentang belajar dari John Terry dan Frank Lampard serta Akademi Chelsea.
 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA