Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Chelsea 1 Liverpool 2

The Blues berusaha keras mengejar ketertinggalannya di babak kedua dan berhasil mencetak gol lewat sebuah gol super N’Golo Kante. Namun, gol penyeimbang tak kunjung tercipta dan dua gol yang dilahirkan Liverpool di babak pertama menjadi pembeda dalam laga di Stamford Bridge.

Trent Alexander-Arnold dan Roberto Firminho menciptakan gol bagi tim tamu lewat skema bola mati. Namun, keadaan mungkin akan berbeda jika tembakan Cesar Azpilicueta, di antara kedua gol tadi, tidak dianulir melalui VAR, yang terjadi dalam selang yang cukup lama.

Di permulaan babak kedua, Kepa melakukan dua penyelamatan gemilang. Setelah itu, kendali permainan dipegang oleh the Blues dengan terus mengepung wilayah pertahanan Liverpool. 20 menit sebelum peluit akhir pertandingan dibunyikan, Kante yang telah bugar memperkecil ketertinggalan lewat sebuah aksi individu yang diakhirnya dengan sebuah tendangan indah yang menembus sudut atas gawang lawan.

Michy Batshuayi, yang diturunkan sebagai pemain pengganti, dan Mason Mount nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, dengan sebuah sundulan dan tembakan berturut-turut. Sayangnya, tak ada gol penyeimbang yang diciptakan oleh pasukan Frank Lampard.

Aplaus dan nyanyian dari para pendukung seusai pertandingan di Stamford Bridge menunjukkan seberapa besar usaha para pemain, dan meski kemenangan tidak berpihak kepada kami, kualitas performa melawan tim yang telah menang 14 kali beruntun ini menjadi pertanda baik untuk bulan-bulan mendatang.

Cederanya dua pemain di babak pertama membuat susunan pemain di babak kedua berbeda dari gambar di atas

Kembalinya Kante untuk kali pertama sejak laga imbang versus Leicester di stadion yang sama lima pekan lalu jadi kabar besar sebelum kick-off. Mason Mount dan Emerson, dua pemain yang baru-baru ini mengalami cedera, juga dimainkan di laga ini, di mana the Blues kembali menerapkan formasi empat bek.

Liverpool hanya membuat satu perubahan dari tim yang kalah dari Napoli pada tengah pekan, yakni menarik James Milner dan memasukkan Georginio Wijnaldum.

Seperti laga di Istanbul lalu, laga diawali dengan serangan-serangan kilat antara Chelsea dan Liverpool. Azpilicueta dengan sempurna membaca pertanda bahaya dengan mengintersep sebuah umpan silang sebelum bola mencapai Sadio Mane. Di menit ke-10, pergerakan apik Mateo Kovacic di depan dugout memberi ruang bagi Mason Mount untuk berlari dan bergerak ke tengah. Upaya Tammy Abraham dan Willian nyaris membuahkan sesuatu.

Pelanggaran Andreas Christensen pada Mane di depan kotak penalti terbukti membahayakan. Dari tendangan bebas yang diberikan, Alexander-Arnold sukses membuat tim tamu unggul setelah set-piecenya dikembalikan kepadanya dengan operan tumit.

Tendangan bebas Alexander-Arnold tak mampu dihalau Kepa dan masuk ke sudut atas gawang

Marcos Alonso menggantikan pemain internasional Italia, Emerson, yang harus menyelesaikan laga lebih cepat.

Terlepas dari kebobolan terlebih dahulu di Stamford Bridge, yang tak biasa di liga musim ini, kami memberikan respons yang baik. Di pertengahan babak, Christensen melepas sebuah umpan super dari wilayah pertahanannya sendiri dan membebaskan Abraham. Si pemain nomor 9 itu kemudian menggiring bola, berhadapan dengan Adrian – yang berhasil memblok sepakanannya – sementara Mount, yang tak terkawal di sisi kirinya, berteriak meminta bola.

Tembakan Abraham dalam duel satu lawan satu masih bisa dihalau Adrian

The Blues akhirnya menjebol gawang lawan di menit ke-27. Mount dan Willian bertukar umpan dan operan si pemain Brasil di-flick kembali ke arah gawang oleh Abraham. Bola masih bisa dibuang berkat kerja sama Fabinho dan Adrian namun ada Azpilicueta yang menyambar bola muntah ke gawang. Para pemain melakukan selebrasi dan kick-off siap dilakukan kembali, namun VAR mendapati Mount sudah lebih dahulu berdiri tipis di depan jebakan offside dalam proses terciptanya gol itu.

Azpi berhasil mengonversi peluang menjadi gol namun gol perdananya di musim ini dianulir oleh VAR

Keputusan yang mengecewakan itu berubah menjadi sebuah pukulan ketika tiga menit kemudian Liverpool menggandakan keunggulan mereka.

Robertson mengangkat sebuah tendangan bebas dari sisi kiri lapangan dan Firminho yang tak terkawal dengan mudah menanduk bola dari jarak enam yard.

Sebuah blok berani dari Christensen berhasil menghentikan Salah memperbesar kedudukan menjadi 3-0, namun keberaniannya itu harus dibayar dengan cedera. Seperti yang terjadi pada Emerson di menit-menit sebelumnya, dia harus diganti. Kurt Zouma masuk.

Mendekati turun minum, sundulan Abraham yang memanfaatkan umpan silang Azpilicueta masih melebar. Dengan demikian, kami harus mencetak setidaknya dua gol di babak kedua jika ingin membawa pulang sesuatu.

Kepa melakukan sebuah penyelamatan nyaris mustahil 90 detik setelah babak kedua dimulai. Firminho, yang lagi-lagi tak terkawal, melepas tendangan voli yang tampaknya akan masuk ke gawang hingga ditepis dengan tangan kiri Kepa.

Kiper kami kembali beraksi tak lama kemudian. Kali ini mencegah terjadinya gol bunuh diri dari kesalahan Azpi, dengan tangan kanannya. Bendera offside diangkat dan ditujukan kepada Alexander-Arnold, yang bergerak ke dalam. Namun, dari tayangan ulang terlihat bahwa gol mungkin akan terjadi jika Kepa tidak melakukan penyelamatan heroic.

Jual-beli serangan selama beberapa menit dan sebuah keputusan 50/50 terbukti berdampak positif. Azpi, yang bergerak energik di sisi kanan, melepas umpan keras ke tengah dan diteruskan oleh Abraham namun masih melebar. Dari sepak pojok, tendangan kaki kiri Kante juga melebar.

Tomori tampil luar biasa hari ini, berkali-kali menggunakan kecepatan dan kekuatannya untuk meredam penyerang-penyerang tim tamu

Kami meminta hadiah penalti ketika umpan silang lainnya dari Azpilicueta yang akan disundul Mount ditendang oleh Alexander-Arnold, namun tidak diberikan. Akhirnya, gol yang ditunggu-tunggu datang ketika laga tersisa 20 menit lagi.

Tampaknya Liverpool tidak berada dalam bahaya ketika Kante menerima bola dari Willian di jarak 30 yard di sisi kanan lapangan. Namun, pria Prancis itu dengan kreatif menciptakan sendiri peluang tembak bagi dirinya. Setelah melewati Fabinho, ia menggiring bola ke jantung pertahanan tim tamu. Tanpa mengoper lagi, ia terus mendribel bola dan menyelesaikannya sendiri dengan menembak bola ke sudut atas kanan gawang dari depan kotak penalti.

Aksi super Kante berhasil membuahkan gol

Tidak ada waktu untuk melakukan selebrasi. Kami harus terus menekan jika menginginkan gol kedua. Michy Batshuayi masuk menggantikan Abraham, yang sempat mengalami benturan, di 14 menit akhir pertandingan.

Alonso, dengan tandukannya, memaksa Adrian melakukan penyelamatan, meski kemudian bendera offside diangkat. Berikutnya, giliran Batshuayi yang nyaris mencetak gol. Menyundul keras umpan Alonso, dia hanya bisa melihat bola melayang tipis melewati tiang gawang.

Peluang emas datang menjelang perpanjangan waktu. Willian mengalihkan bola ke Alonso yang melihat Mount bergerak tak terkawal dan mengopernya. Setelah berlari mengejar bola, sambaran Mount dengan tendangan first-time hanya melayang ke Matthew Harding End.

Selama empat menit perpanjangan waktu, tembakan Jorginho yang melayang menjadi percobaan terakhir kami mala mini. Meski kalah, seusai pertandingan Lampard dan para pemainnya mendapat tepuk tangan meriah dari pendukung tuan rumah. Pertanda bahwa penampilan apik mereka layak mendapat hasil yang lebih baik.

Mount dan Tomori berterima kasih kepada penggemar

Chelsea (4-3-3): Kepa; Azpilicueta (k), Christensen (Zouma 42), Tomori, Emerson (Alonso 15): Kante, Jorginho, Kovacic; Willian, Abraham (Batshuayi 76), Mount.
Cadangan Caballero, Barkley, Pedro, Pulisic.
Gol Kante 70
Kartu Tomori 20, Kovacic 84, Alonso 90+4

Liverpool (4-3-3): Adrian; Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson; Henderson (k) (Lallana 84), Fabinho, Wijnaldum; Salah (Gomez 90+2), Firmino, Mane (Milner 71).
Cadangan Kelleher, Oxlade-Chamberlain, Shaqiri, Brewster.
Gol Alexander-Arnold 14, Firmino 30
Kartu Alexander-Arnold 57, Fabinho 78, Milner 86

Wasit
Michael Oliver
Penonton 40.638

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA