Blog

Mengulang Pertemuan di Masa Lalu

Hasil undian babak keempat FA Cup mempertemukan kami dengan pemenang antara laga Sheffield United dengan Luton Town, dua klub yang mengingatkan kami kembali ke tahun 1994.

Wembley Stadium sudah seperti rumah kedua bagi Chelsea. Sejak stadion itu dibuka kembali pada 2007, the Blues adalah tamu tetapnya – dan pada umumnya pulang ke SW6 dengan membawa kemenangan di semifinal atau bahkan trofi juara.

Rasanya luar biasa ketika mengingat saat the Blues bermain dua kali di sana, di FA Cup 1994, itu adalah lawatan perdana kami ke stadion yang menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi tertua di dunia selama hampir seperempat abad lamanya. Kala itu kami dipimpin oleh pemain-manajer dengan permainan menyerang, Glenn Hoddle.

Untuk bisa sampai ke sana, kami harus menyingkirkan dua klub yang sedang berusaha saling mengalahkan di putaran ketiga FA Cup tahun ini, Sheffield Wednesday dan Luton.

Kami lebih dulu bertemu dengan Sheffield dalam perjalanan kami menyabet trofi pada 1994 itu. Pada saat itu, the Owls bermain di divisi utama sepak bola Inggris dan menyandang predikat sebagai spesialis turnamen piala domestik setelah berhasil maju hingga final FA Cup dan League Cup di musim sebelumnya, meski di kedua final tersebut sama-sama kalah dari Arsenal.

Kami harus melalui partai ulang untuk menundukkan Barnet, yang bermain di kasta bawah, di babak ketiga. Seperti ketika menghadapi Wednesday, kami bermain di kandang. The Blues sempat unggul lewat Gavin Peacock, yang memanfaatkan umpan Steve Clarke – fullback asal Skotlandia yang merangseng ke depan dan meninggalkan posisinya. Namun pemain tim tamu, Graham Hyde berhasil menyamakan kedudukan dan laga pun dilanjutkan di Hillsborough.

Lagi-lagi kami unggul lebih dulu, kali ini lewat John Spencer, tetapi gol penyeimbang yang dicetak oleh Mark Bright membuat laga harus diperpanjang ke babak tambahan. Peacock akhirnya jadi pahlawan hari itu dengan memanfaatkan knock-down Mark Stein yang ditambah dengan sebuah assist ke Craig Burley yang dikonversi menjadi gol penentu lima menit jelang bubar.

Jika nama Peacock terus kami singgung di blog ini, ini tak lain karena perjalanan kami dalam meraih kejayaan di FA Cup memang dipimpin oleh gelandang yang baru saja bergabung dengan kami semusim sebelumnya dari Newcastle United.

Di musim perdananya di Stamford Bridge, di antaranya kemenangan kandang dan tandang atas Manchester United dengan skor 1-0, dan pada hari semifinal FA Cup melawan Luton Town di Wembley Stadium, ia tak pernah absen mencetak gol di setiap babak kecuali di babak kelima – melawan Oxford United.

Kala itu legenda the Blues, Kerry Dixon ada di susunan pemain the Hatters hari itu dan menerima standing ovation dari para suporter yang selalu bersorak untuknya selama dekade itu, kurun waktu di mana ia menyumbang 193 gol untuk klub.

Namun demikian, Peacock-lah yang kembali menjadi sorotan dengan mencatatkan sebiji gol di setiap babak dan sukses meloloskan the Blues ke final untuk pertama kalinya sejak 1994.

“Diciptakan di Wembley membuatnya lebih istimewa lagi,” jawab pahlawan pencetak dua gol itu dalam sebuah wawancara dengan Chelsea programme beberapa tahun kemudian. “Hari yang hebat! Dari pindah ke Chelsea sembilan bulan sebelumnya lalu masuk ke final FA Cup dan terus melaju. Secara pribadi, itu hari yang hebat di Wembley dan salah satu hari yang tak mungkin terjadi lagi untukku. Jadi, itu sangat istimewa!”

Begitu pula dengan Hoddle, ia sudah melihat sesuatu yang lebih besar dan lebih dari daripada perjalanan ke final.

“Kurasa, sejak babak ketiga, itu adalah tahun kami,” akunya seusai pertandingan. “Firasat itu muncul begitu saja. Firasatku sangat kuat di sepanjang turnamen, tapi selalu kusimpan untuk diriku saja hingga sekarang. Aku sudah pernah menjadi pemenang di setiap klub yang pernah kubela dan targetku sudah ditentukan.”

Sayang sekali, kami kalah 4-0 dari Manchester United di final yang dimainkan di bawah hujan di Wembley Stadium. Namun demikian, itu menjadi indikasi bahwa masa-masa menyenangkan akan kembali ke SW6, bahkan meski the Blues harus menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa masuk ke final FA Cup.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA