Analisis

Reaksi Eden Hazard dan David Luiz Terkait Kemenangan Atas Tottenham

Eden Hazard dan David Luiz, yang mencetak gol dan tendangan penalti krusial berturut-turut saat menyingkirkan Spurs di semifinal Carabao Cup, bicara tentang kualitas dan semangat yang ditampilkan tim untuk maju ke final.

Dalam laga penuh drama di Stamford Bridge itu, kami unggul 2-0 lebih dulu di babak pertama berkat gol-gol dari N’Golo kante dan Hazard – gol ketiganya di Carabao Cup musim ini. Tottenham menjawab lewat Fernando Llorente dan akhirnya pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Kegagalan dua eksekutor lawan memberi peluang kepada David Luiz untuk menyegel tiket ke final, melawan Manchester City bulan depan. Si pemain Brasil tak menyia-nyiakan kesempatan dan menembak keras bola ke sudut bawah gawang.

“Rasanya luar biasa,” kata David Luiz dengan wajah berseri-seri.

“Tim tampil sangat baik, terutama di babak pertama. Kami seharusnya bisa mencetak tiga atau empat gol. Kami juga mengendalikan permainan di babak kedua, mereka punya peluang dan mencetak gol.”

“Membuat frustasi ketika kita mengendalikan permainan tetapi ada kemungkinan kalah dalam adu penalti, karena kita tidak pernah tahu dalam adu penalti.”

“Kami menekan dengan sangat baik, terutama di sisi pertahanan di mana semua striker menjalankan tugasnya dengan amat baik. Selamat kepada semuanya. Kami senang sekali dengan reaksi tim dan semangat tim.”

Hazard yang sebenarnya ditugaskan sebagai penendang kelima, yang tidak diperlukan lagi, tertawa ketika ditanya apakah ia akan menyimpan eksekusinya di final, jika diperlukan.

Pemuda asal Belgia yang terpilih sebagai man of the match itu setuju dengan David Luiz tentang dominasi kami dan juga menjawab komentar Maurizio Sarri pada Rabu terkait kemampuannya untuk melakukan lebih banyak lagi.

“Selalu menyenangkan bisa bangkit seusai laga yang berat,” kata Hazard memulai pembicaraan.

“Kami tampil baik selama 90 menit. Kami mengendalikan permainan di babak pertama. Mereka punya satu peluang dan mencetak satu gol. Kami punya beberapa peluang dan tidak bisa mencetak gol. Tetapi, pada akhirnya kamilah yang maju ke final jadi kami senang.”

“Aku hanya memainkan sepak bolaku,” sambung pria kelahiran 28 tahun lalu itu.

“Tak peduli apa kata manajer. Aku selalu fokus pada tim ini, aku hanya ingin melakukan yang terbaik bagi tim ini, dan aku berhasil melakukannya. Aku senang.”

Buah dari kemenangan atas Tottenham adalah partai final melawan Manchester City pada 24 Februari. Hazard sudah menantikan final League Cup pertamanya sejak 2015.

“Ini akan sulit. Saat ini mereka tim terbaik bersama Liverpool di Premier League.”

“Mereka memenangi banyak trofi selama lima tahun terakhir, tapi kami juga tim yang sangat bagus, jadi peluangnya 50-50.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA