Blog

Terulang Kembali

Senin kemarin Gonzalo Higuain melakukan debutnya untuk Chelsea bersama Marcos Alonso, kesempatan yang mengingatkan kembali bek kiri kita akan penampilan pertamanya di sepak bola internasional.

Kali ini adalah striker baru kami yang memainkan laga pertamanya untuk the Blues, dan membantu kami memetik kemenangan 3-0 atas Sheffield Wednesday di ajang FA Cup di Stamford Bridge, pada 2010. Alonso pertama kali menjadi pemain profesional di klub yang bermarkas di kota kelahirannya, Real Madrid.

Setelah melewati berbagai kelompok usia di tim yunior Real Madrid dan menjadi bintang di Castilla – tim cadangan “B” yang bermain di kasta ketiga sepak bola Spanyol – dan diberikan kesempatan untuk bermain di skuat senior musim 2009/10 oleh Manuel Pellegrini, yang kemudian berhasil menjuarai Premier League bersama Manchester City empat tahun kemudian.

Meski sudah dipanggil untuk bermain dengan tim utama saat bertandang ke Valencia pada Desember, Alonso harus menunggu hingga 4 April 2010 untuk melakukan debutnya – turun sebagai pemain pengganti – saat menang 2-0 di kandang Racing Santander. Pemain yang ia gantikan hari itu adalah rekan barunya sekarang, Higuain.

Namun demikian, momen di mana ia mendapat tepuk tangan dari Higuain dan menit-menit yang berlalu kemudian ternyata menjadi akhir bagi masa baktinya di Madrid. Dia kemudian memilih untuk pindah ke luar negeri ketika masih berusia 19 tahun, setelah hanya bermain sekali yaitu di laga yang disebutkan sebelumnya, dan bergabung dengan Bolton kemudian Fiorentina.

Sebaliknya, itu adalah satu dari banyak laga di sepanjang karier panjang si striker Argentina di Bernabeu yang penuh kesuksesan. Faktanya, dia adalah salah satu dari dua penjebol gawang Santander hari itu dengan menyelesaikan sebuah serangan balik cepat usai menerima umpan terobosan Guti dan menggandakan keunggulan Real Madrid yang sebelumnya unggul lewat Cristiano Ronaldo di babak pertama.

Laga itu dimainkan di setengah dari tujuh musim Higuain di Madrid. Musim 2009/10 adalah musim terproduktifnya di Spanyol dengan mengoleksi 29 gol dari 40 laga di semua kompetisi.

Meski demikian, musim itu tidak memberinya trofi – dari total enam trofi yang ia raih bersama Los Blancos, termasuk tiga gelar La Liga pada 2007, 2008, dan 2012. Dia memastikan gelar juara Real di tahun yang disebut kedua kala membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Osasuna. Ia juga mencatatkan namanya di papan skor pada kesuksesan mereka di Supercopa 2008 dan 2012.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA