Sejarah

Lika-liku Perjalanan Ketika Menjuarai Liga Europa pada 2013

Di tahap inilah kami memasuki Liga Europa pada 2013, dan menjelang laga pamungkas babak 32 besar yang digelar dini hari nanti, situs resmi Chelsea mengingat kembali perjalanan kami dalam meraih kesuksesan di Amsterdam enam tahun lalu melalui gambar, rekaman, dan kutipan…

Laga sulit di Praha

Setelah finis di urutan ketiga fase grup Liga Champions, kami ditransfer ke Liga Europa dan diundi berhadapan dengan Sparta Prague di babak 32 besar. Kedua leg berjalan biasa saja namun yang terpenting sudah cukup untuk meloloskan kami. Setelah menang 1-0 di ibu kota Ceko berkat gol Oscar di menit-menit akhir, di leg kedua kami bermain imbang 1-1 di kandang berkat gol pemain pengganti, Eden Hazard, di masa perpanjangan waktu babak kedua.

“Sebuah gol yang indah dari Eden. Dia masuk, mempertontonkan ketajamannya dan memuncakinya dengan sebuah gol.”

photo of John Terry John Terry

Kembali dari kondisi genting

Steaua Bucharest sukses mengagetkan Ajax, pemilik Amsterdam Arena tempat perhelatan laga final, sehingga Romania menjadi tujuan kami berikutnya. Kami kemasukan dari sebuah tendangan penalti dan kalah 1-0 di leg pertama. Tugas kami semakin berat ketika Steaua meniadakan gol pembuka kami di Stamford Bridge yang dicetak Juan Mata. Ini berarti kami harus membuat dua gol lagi tanpa kemasukan untuk bisa lolos. Akhirnya, John Terry dan Fernando Torres memberikan kemenangan agregat 3-2.

“Kami mempersulit diri kami sendiri karena kalah tandang 1-0 di Bucharest dan Anda bisa lihat bahwa gol tandang menjadi pembeda. Kami tidak bisa mencetak gol dan ketika mereka melakukannya kami tahu bahwa kami harus mencetak dua gol lagi, tapi kami percaya kami akan bisa membikin (dua) gol itu.” Petr Cech.

Rubin digulung

Rubin Kazan, yang menyingkirkan juara bertahan Atletico Madrid di babak sebelumnya, jadi lawan kami di perempat final. Leg pertama dilangsungkan di Stamford Bridge, dan brace Torres yang diselingi oleh gol Victor Moses membantu kami memetik kemenangan 3-1 sebagai bekal untuk bertandang ke Luzhniki Stadium di Moscow. Stadion itu dipilih setelah markas Rubin dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan. kami kalah 3-2 di Rusia meski sempat dua kali unggul. Akhirnya kami lolos berkat menang 5-4 secara agregat.

“Ini bukan hanya 11 pemain di lapangan tapi berkat seluruh skuat ketika Anda masih bisa bermain di kompetisi ini. Kami mampu menggunakan pemain yang belum pernah bermain dan memberi mereka kesempatan. Kami mampu mengelola skuat dan kami lolos. Itulah yang terpenting.” Rafa Benitez.

Basel disapu

Kami bertemu Basel di semifinal, yang menundukkan Tottenham di babak delapan besar. Di leg pertama, di Swiss utara, Moses membuat kami unggul lebih dahulu namun kami kembali kebobolan dari titik putih – yang kelima kalinya dari tujuh laga di Eropa – dan laga tampaknya akan berakhir seimbang. Muncullah David Luiz dengan tendangan bebasnya di masa perpanjangan waktu (video di bawah). Ketika kembali ke Stamford Bridge, kami menampilkan permainan terbaik kami di kompetisi itu dan berhasil memenangi laga dengan skor 3-1, yang merupakan kemenangan kandang ketiga beruntun. Gol David Luiz jadi gol pilihan kami untuk laga tersebut.

“Setelah tersingkir dari Liga Champions, kami ingin bermain di final kompetisi Eropa lainnya. Kami telah menunjukkan kepada semua orang yang berpikir kami tidak akan menganggap serius (kompetisi ini) bahwa kami telah mempersiapkan diri untuk berjuang di kompetisi ini.”

photo of Fernando Torres Fernando Torres

Pencipta sejarah

The Blues jadi tim Inggris pertama yang bisa menjadi juara Liga Champions, UEFA Cup/Liga Europa, Piala Super dan Piala Winners usai menang 2-1 atas Benfica di Amsterdam. Torres mencetak gol keenamnya di kompetisi ini untuk memberi kami keunggulan sebelum kemudian bisa disamakan oleh klub Portugal itu – lagi-lagi dari titik putih. Ketika laga diperkirakan akan diperpanjang hingga babak tambahan, sundulan Branislav Ivanovic menjadi penentu kemenangan sekaligus trofi dan memicu kemunculan pemandangan yang gila-gilaan di ibu kota Belanda.

“Ini malam hebat yang lainnya untuk kami. Saat ketika Anda masuk ke Liga Europa, orang berbicara tentang kekecewaan tetapi ketika Anda mengalami malam seperti ini, semuanya menjadi berarti.” Frank Lampard.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA