Analisis

David Luiz dan Toni Rudiger – Penilaian Tentang Strategi di Final Carabao Cup

Dua bek Chelsea yang berperan dalam raihan clean sheet di Wembley di final Carabao Cup, yang berakhir dengan kekalahan untuk mereka lewat adu penalti, memberikan penilaian mereka terhadap penampilan kami saat melawan Manchester City.

David Luiz jadi salah satu pemain, bersama Jorginho, yang gagal mengeksekusi tendangan penalti sedangkan eksekusi Manchester City yang hanya gagal satu kali, lewat Leroy Sane, berhasil mengangkat trofi. Terlepas dari hasil akhir tersebut, David Luiz melihat beberapa aspek permainan mereka yang perlu dikagum.

“Kurasa itu laga yang hebat, terutama bagi fans, bagi semua orang yang menonton,” katanya.

“Dua tim hebat, pelatih hebat, pemain-pemain hebat, dan pada akhirnya (adu) penalti adalah penalti, yang semua orang tahu, terkadang keberuntungan tidak berpihak kepada Anda.”

“Menurutku kami punya rencana yang bagus sekali, kami tampil dengan baik. Tidak pernah mudah melawan City, terutama setelah kalah dari mereka di pertemuan sebelumnya, jadi performa tim memiliki kepribadian, kecerdikan untuk bermain di momen di mana kami harus bermain dan bertahan di momen di mana kami harus bertahan. Di babak kedua, kami tampil lebih baik ketimbang mereka tapi kami tidak bisa mencetak gol.”

“Ini khas final kompetisi piala domestik, kedua tim berusaha menang dan kurasa itu tadi pertunjukan yang sangat bagus.”

Baca: Laporan final Carabao Cup

Toni Rudiger jadi sosok yang menonjol di lini belakang Chelsea, tetapi berbeda dengan final FA Cup tahun lalu ketika ia terpilih sebagai man of the match, kali ini ia harus puas dengan medali runners-up.

“Kami bertahan di belakang dan menunggu untuk melancarkan serangan balik,” terang di pemain Jerman. “Kami bertahan dengan baik. Pada akhirnya, (peluang) adu penalti adalah 50-50 dan mereka menang.”

“Kita harus bertahan dan menunggu ketika berhadapan dengan tim-tim tertentu. Di (markas) City dua pekan lalu kami terus menyerang dan kita semua tahu apa yang terjadi.”

“Tentu kalah di final itu mengecewakan. Kami hanya punya satu peluang, lewat N’Golo Kante. Kami sudah melakukan apa yang kami bisa secara defensive dan pada akhirnya (peluang) penalti selalu 50-50.”

David Luiz tidak melihat penampilan di final ini sebagai sesuatu yang tidak akan terulang lagi.

“Kurasa kami sudah menampilkan permainan seperti itu di musim ini, tapi kami harus lebih konsisten,” tegasnya.

“Sekarang kami punya laga sulit lagi pada Rabu, melawan Tottenham. Ini merupakan kesempatan lain bagi kami untuk menunjukkan kemampuan kami.”
 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA