Blog

Hazard Terus Berbahaya

Eden Hazard telah mempertahankan produktivitas yang mengesankan melawan Tottenham besutan Mauricio Pochettino, yang berarti manajer Argentina itu tak perlu menebak lagi siapa yang akan dikhawatirkannya saat kami menjamu mereka di Stamford Bridge nanti.

Sudah sekitar empat setengah musim sejak Pochettino melatih rival London kami, Tottenham, dan sejak saat itu Hazard telah mencetak tidak kurang dari lima gol melawan mereka, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kami melawan Spurs selama waktu itu. Juga patut dicatat bahwa tidak kurang dari 14 pemain Chelsea yang berbeda telah membobol gawang mereka di 13 pertandingan di semua kompetisi, dibandingkan dengan hanya delapan pemain dari Tottenham yang membobol gawang kami.

Bintang Belgia kami sering berbicara tentang kecintaannya pada laga derby dan ia masih seperti yang dikatakannya sejak awal, mencetak gol pertama dari pertandingan pertama the Blues melawan tim Tottenham yang dilatih oleh Pochettino. Dia melewati Aaron Lennon dengan memotong ke dalam dan melakukan umpan satu dua dengan Didier Drogba sebelum menaklukkan Hugo Lloris untuk membuat kami meraih kemenangan 3-0, menjamin kami akan menorehkan catatan 25 tahun tanpa kalah di pertandingan kandang dari Spurs.

Hazard mencetak gol pertama kali Pochettino menjamu kami di White Hart Lane juga, meskipun itu bukan kesempatan yang membahagiakan, karena permainan berakhir dengan kekalahan 5-3 bagi tim tamu, tapi untungnya itu adalah pertandingan terakhir di mana Spurs mengalahkan kami ketika Hazard mencetak gol. Bahkan, di antara tiga pertandingan sejak itu, mereka hanya mendapat satu poin, dan itu akan terasa seperti kekalahan.

Salah satunya, tentu saja, ketika gol penyeimbang pada menit ke-83 dari pemain No10 kami secara resmi mengakhiri harapan Tottenham untuk memenangi Premier League, dan memastikan gelar 2016 akan menuju ke tim Leicester City yang diperkuat gelandang yang kemudian memperkuat Chelsea, N'Golo Kante dan Danny Drinkwater, serta dilatih oleh mantan bos kami Claudio Ranieri.

Dua gol Hazard melawan Spurs sejak saat itu tercipta di semifinal dan sangat penting bagi langkah kami. Pertama dia masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua semifinal Piala FA 2017, kemudian dia mencetak gol berkelas untuk memberi kami keunggulan. Spurs tidak bisa bangkit, karena kami menang 4-2. Kemudian, tentu saja, tibalah leg kedua semifinal Piala Liga musim ini, ketika Hazard mengonversi umpan Cesar Azpilicueta untuk menyelesaikan comeback kami setelah kalah pada leg tandang, sebelum kami menang dalam adu penalti.

Dari skuat saat ini, rekor terbaik berikutnya dimiliki Marcos Alonso dan Willian, berkat sepasang gol mereka melawan Spurs. Alonso mencetak kedua gol kami, termasuk gol kemenangan di menit ke-88, dalam kemenangan 2-1 di Premier League di Wembley awal musim lalu, sementara Willian mencetak dua gol pertama dari kemenangan 4-2 di semifinal Piala FA yang disebutkan sebelumnya. Namun, pemain asal Brasil ini dapat menambah satu lagi gol lagi melawan tim besutan Pochettino secara keseluruhan, ketika Anda memasukkan gol yang ia cetak aebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-0 atas tim Southampton yang kala itu dilatih pelatih Argentina itu pada 2013/14.

Bahkan, ketika Anda memasukkan tiga pertandingan yang kami mainkan melawan tim Saints besutannya, itu adalah pemain lain yang berada di urutan kedua setelah Hazard, dan mungkin bukan seperti Anda perkirakan. John Terry (gambar di atas) mencetak gol pertama kami melawan tim besutan Pochettino, meskipun itu hanya gol hiburan dalam kekalahan 2-1 di St Mary, tetapi kemudian dia mencetak gol yang menentukan saat kami mengalahkan mereka 3-1 di Stamford Bridge musim selanjutnya. Dia kemudian mencetak dua gol lagi melawan tim besutan Pochettino setelah pindah ke White Hart Lane, tepat dua bulan berselang, dalam kekalahan 5-3 di London utara pada momen Tahun Baru 2015, sebelum membuka skor di final Piala Liga pada 1 Maret dalam kemenangan 2-0 di final Piala Liga saat kami mengalahkan Spurs.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA