Analisis

Tak Perlu Super Sub Ketika Segala Sesuatunya Berjalan dengan Baik...

“Saya sangat menikmati laga itu. Jika saya salah satu dari mereka, saya tidak akan mau meninggalkan lapangan.”

Itulah jawaban Lampard ketika ditanya alasannya untuk tidak melakukan pergantian sama sekali saat mengalahkan Burnley dengan skor 3-0 Sabtu lalu.

Keputusan itu terbilang langka. Uniknya, terakhir kali kami tidak melakukan pergantian pemain di liga adalah saat melawan tim Lanchester lainnya, Bolton Wanderers, dalam laga tandang yang berakhir dengan kemenangan 4-0 lebih dari 10 tahun lalu.

Jika memperluas cakupan menjadi semua kompetisi, laga Sabtu lalu adalah pertama kalinya kami tidak melakukan pergantian pemain sejak final Liga Europa 2013 – jika Branislav Ivanovic gagal mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, maka tentu kami akan melakukan pergantian pemain selama 30 menit babak tambahan di Amsterdam.

Selama satu dekade terakhir, hanya ada 32 laga Premier League di mana sebuah tim tidak melakukan pergantian satu pun. Dalam kurun waktu yang sama, hal yang sama hanya terjadi lima kali di Liga Champions.

Mungkin di laga-laga pekan lalu, atau sebelum-sebelumnya, Lampard pun tak berpikir akan mempertahankan starting XI-nya untuk bermain 90 menit penuh di lapangan.

“Para pemain cadangan kadang diturunkan, tapi kami juga sedang bermain dengan sangat baik jadi saya biarkan mereka bermain sampai akhir pertandingan.”

“Berlatih sepekan tentu memberi manfaat. Anda melihat buah dari latihan itu. Kami mempersiapkan diri menyambut pekan ini dengan cara yang benar, dan kami harus melakukannya lagi dalam persiapan menghadapi Newcastle.”

Lampard berkata bahwa para pemain punya waktu dua hari seusai mengalahkan Burnley dan setelah itu semua kembali ke Cobham untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi ujian tak mudah di St. James’s Park.

Kami akan bertolak ke Timur Laut dengan penuh percaya diri menyusul kemenangan kandang terbesar kami musim ini. Banyak yang telah dilakukan sejak kekalahan terakhir di Stamford Bridge, dan Lampard menunjuk faktor besar dalam kekalahan dari West Ham, Bournemouth, dan Southampton, yaitu ketidakmampuan untuk mengonversi peluang menjadi gol.

Hasilnya sangat berbeda ketika menjamu Burnley sejak Jorginho mengeksekusi tendangan penalti di menit ke-27. Setelah tandukan Tammy Abraham membuahkan gol kedua sebelum interval, kami dipastikan unggul saat turun minum di Stamford Bridge untuk kali pertama di Premier League sejak Agustus lalu – setelah melewati delapan pertandingan.

Pondasi telah diletakkan, penguasaan bola telah dikonversi menjadi gol, dan dengan tidak adanya pergantian pemain setelah jeda turun minum, maka para pemain, manajemen, dan para penggemar dapat menikmati babak kedua dengan perasaan lega. Mengingat Arsenal, Manchester United, dan Tottenham akan menjadi tamu-tamu selanjutnya di SW6, maka tentunya hasil yang sama akan disambut gembira oleh publik Stamford Bridge.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA