Analisis

Lampard Kecewa dengan Masalah yang Sama di Dua Lini Setelah Ditahan Imbang Arsenal

Frank Lampard yang merasa kecewa menjelaskan permasalahan yang familiar setelah hasil imbang dini hari tadi melawan Arsenal, menyesali inefisiensi timnya di satu sisi dan kecerobohan mereka di lini lainnya.

The Blues bermain selama lebih dari satu jam melawan 10 orang setelah kartu merah yang diterima David Luiz yang kembali ke Stamford Bridge. Jorginho mengonversi penalti yang diberikan atas pelanggaran yang dilakukan pada Tammy Abraham.

Kami tidak bisa memperbesar keunggulan kami dan dihukum ketika Arsenal menyamakan kedudukan dengan cara yang aneh. Cesar Azpilicueta membuat kami unggul kembali, tetapi sekali lagi kami tidak dapat mempertahankan keunggulan kami, karena the Gunners mencetak gol melalui peluang kedua mereka dalam pertandingan.

"Pada titik dalam permainan saat Anda unggul 2-1, Anda harus melakukan hal-hal mendasar dengan benar," kata Lampard selepas pertandingan.

"Lakukan semua detail dengan benar. Kami punya satu kesalahan dengan golpertama. Dan yang kedua kesalahan kecil hingga membuat bek kanan bisa memotong ke dalam dan mencetak gol ke pojok bawah gawang. Anda harus terbuka tentang hal itu dan jujur tentang hal itu bahwa mereka memiliki dua tembakan, tak lama setelah laga dimulai untuk yang pertama dan yang kedua di akhir pertandingan, dan mereka mencetak dua gol."

"Kita tahu kisahnya di kandang kami. Tim-tim lain dengan 11 pemain telah bertahan di sini seperti itu dan kami kesulitan, maka dengan 10 pemain Arsenal bisa dimengerti, saya pikir mereka mempertahankan kotak penalti mereka dengan baik. Saya akan mengatakan bahwa ini adalah soal menciptakan banyak peluang, bukan peluang yang besar, tetapi itu bisa menjadi jalannya. Tetapi pada tingkat ini ketika banyak umpan mengarah ke kotak penalti, dan juga umpan silang, apakah itu header, tembakan di dalam kotak penalti, kami harus lebih efektif, karena satu gol selalu membuat tim lawan tetap memiliki peluang."

"Saya tidak terlalu menyukai statistik pada gol yang diharapkan karena kadang-kadang tidak jelas, tapi kami berada di posisi terbawah di liga di kandang, dan kami menjadi tim kedua yang menciptakan banyak peluang mungkin setelah Liverpool. Itu adalah dua ukuran yang menjelaskan di mana posisi kami.

Chelsea merasa sulit mengendalikan pertandingan melawan 10 pemain

"Selama 15 menit dari babak pertama itu karena kami berada dalam pola pikir mereka bermain dengan 11 pemain dan Ozil ditarik ke sayap dan mereka memberi Anda masalah. Kami akhirnya banyak bermain di lini tengah, jadi saya senang saat jeda tiba supaya kami bisa mengatasinya."

"Di babak kedua persis seperti yang terlihat. Kami sering menguasai bola, kami berada di area pemainan mereka. Mereka punya beberapa terobosan, itu bisa terjadi. Menjadi ragu ketika mereka memiliki 10 pemain adalah hal yang salah, Anda harus berjuang dan tetap benar-benar positif untuk memastikan mereka tidak bangkit."

"Mereka memiliki beberapa momen dan mereka berjuang untuk itu. Itulah yang harus mereka lakukan dalam derby London. Inisiatif harus ada pada kami untuk benar-benar tajam dalam melakukan hal yang benar, menggerakkan bola dengan cukup cepat, mengambil peluang ketika mereka datang. Saya pikir kami kadang-kadang mengalirkan bola cukup cepat tetapi tidak mengambil risiko saat peluang datang."

Lampard menjelaskan apa yang salah dengan gol pertama Arsenal, yang berasal dari sisi sudut kami

"Sayangnya Anda dapat membicarakannya dan memperbaikinya. Pada beberapa hal ini tidak berfungsi. Kami mengatur untuk melindungi kotak penalti ketika kami mendapatkan tendangan sudut. Jika berbeda di lapangan, maka itu tidak cukup baik. Itu tidak berfungsi, itu adalah sesuatu yang harus mereka lakukan di lapangan."

"Masalahnya adalah di tepi kotak. Para pemain harus melakukan pekerjaan mereka. Kami memiliki para pemain di tepi kotak yang berlari maju ketika mereka seharusnya berlari mundur. Itu meninggalkan N'Golo, bola mengarah ke ke N'Golo, dan dia terpeleset. Itu bukan kesalahannya. Itu sesuatu yang bisa terjadi. Penjagaan di tepi kotak penalti adalah kesalahan, seperti yang saya katakan, pekerjaan yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dilakukan. Jika mereka tidak bisa melakukannya maka pemain lain harus melakukannya dengan benar."


Mengenai proses gol kedua Arsenal, kami memiliki peluang untuk membuang bola tetapi tidak berhasil

"Ya, bola harusnya keluar. Saya pikir Tammy berdiri sebentar tetapi bola harus keluar saat dia terjatuh. Saya tidak marah pada mereka (Arsenal) karena melanjutkan permainan. Itu normal. Mereka terjatuh beberapa kali ketika pemain berada di dalam kotak penalti dan berada di area kritis. Dengan Tammy, itu sedikit keluar dari permainan jadi ketika kami memenanginya kembali kami harus mengeluarkannya."

"Saya tidak tahu bagaimana kondisi Tammy. Dia memiliki masalah di pergelangan kakinya, dan dokmpres dengan es. Saya belum berbicara dengannya, jadi saya tidak bisa benar-benar mengabari Anda tentang itu. "


Lampard ditanya apakah Kepa terlalu sering ceroboh saat menguasai bola

"Saya tahu ada fokus yang mengarah padanya saat ini. Itulah sepak bola papan atas. Ya, dengan kakinya, beberapa kali hari ini dia terlalu lama menahan bola dan dia hampir kehilangan. Itu kadang-kadang bisa mengubah momentum permainan dan dia akan tahu dan harus melihat, dan kami harus melihat. Ya itu normal. Pemain mana pun dalam suatu posisi, terutama penjaga gawang, akan diperhatikan, terutama dengan keberanian yang Anda miliki."

"Tapi dia bukan satu-satunya. Kami berada di posisi keempat yang dipandang cukup bagus. Saya tahu dan kita semua tahu bahwa harus ada nilai 10 lagi setidaknya dalam hal performa. Kami harus memperhatikan detail terakhir."

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA