Analisis

Data Day: Chelsea vs Arsenal

Dari statistik yang kami pelajari, terlihat jelas andil Jorginho baik saat menguasai bola maupun tidak…

Seperti dalam laga di markas Newcastle hari Sabtu lalu, kami melepas 19 tembakan. Delapan di antaranya mengarah ke gawang, lima meleset, dan enam lainnya diblok.

Setiap pemain outfield Chelsea yang bermain sejak menit pertama setidaknya melakukan satu tembakan. Ross Barkley, yang turun sebagai pemain pengganti, bergabung dengan Mateo Kovacic sebagai penembak terbanyak (tiga tembakan).

Lima belas tendangan kami dilakukan dari dalam kotak penalti, dan tujuh di antaranya dari situasi bola mati.

Arsenal mencetak dua gol melalui dua tembakan. Ini baru terjadi untuk kali keenam di “enam besar” liga Eropa sejak 2006.

Kami mendapat 17 sepak pojok, yang 65 persen di antaranya berhasil menemui rekan-rekan berseragam biru.

Secara keseluruhan, kami memenangi penguasaan bola sebesar 59,1 persen – tentunya lebih tinggi lagi saat Arsenal bermain dengan 10 orang.

Bek-bek tengah kami, Andreas Christensen (7,4 persen) dan Toni Rudiger (7,2 persen) jadi yang paling lama menguasai bola, sementara Jorginho (6,9 persen) juga termasuk salah satu yang tertinggi di kategori ini.

Emerson (87) dan Jorginho (86) adalah yang paling sering menyentuh bola.

Tingkat keberhasilan operan kami adalah sebesar 88 persen. Di antara para starter, N’Golo Kante, Christensen, dan Rudiger jadi pengoper terakurat dengan tingkat kesuksesan 93 persen. Barkley dan Mason Mount bahkan punya rasio seratus persen.

Operan terbanyak dilakukan oleh Christensen (68), Rudiger (66), dan Jorginho (60).

Soal umpan kunci, Emerson memimpin dengan lima umpan. Jorginho, Cesar Azpilicueta, dan Callum Hudson-Odoi masing-masing membukukan dua umpan.

Tiga dribel sukses Tammy Abraham jadi yang tertinggi di antara pemain berkaus biru.

Bukayo Saka (lima) adalah satu-satunya pemain dengan tekel yang lebih banyak dari Jorginho (empat).

Jorginho dan Azpilicueta masing-masing membuat tiga intersep, tertinggi di laga itu.

Shkodran Mustafi dan Granit Xhaka, yang dijadikan bek tengah, membukukan 15 clearance.

Dari 34 duel bola atas, kami memenangi 62 persen. Azpilicueta jadi yang terbaik (tujuh) dan disusul oleh Rudiger (empat).

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA