Berita

Pantauan Media: Ruben Loftus-Cheek Lanjutkan Program Rehabilitasi, Frank Lampard Jadi Tamu Tak Diundang, Tammy Abraham Dinilai Oleh Legenda Premier League

Dalam kabar terbaru dari berita-berita yang berkaitan dengan Chelsea, Frank Lampard menjelaskan yang akan dilakukan oleh Ruben Loftus-Cheek selama jeda musim dingin, juga berbagi momen menyenangkan dengan manajer Leicester, Brendan Rodgers.

Berita-berita ini diambil dari sumber media eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Loftus-Cheek lanjutkan program rehabilitasi

The Evening Standard mengabarkan bahwa untuk mempercepat pengembalian kebugarannya, Ruben Loftus-Cheek akan melanjutkan rehabilitasi cederanya selama jeda musim dingin.

Pria 24 tahun ini sudah menepi sejak Mei lalu akibat cedera tendon Achillles dan harus menjalani operasi. Belum lama ini dia sudah berlatih bersama tim yunior demi mempercepat pemulihannya agar dapat bermain untuk tim utama kami lagi.

“Jika pemain-pemain kami akan beristirahat di jeda musim dingin ini, dia (Loftus-Cheek) tidak. Dia akan berlatih,” kata kepala pelatih Frank Lampard di hari pertama dari jeda 16 hari sebelum kembali berlaga, dengan menghadapi Manchester United.”

“Dia akan berlatih bersama Under-23 untuk mendapatkan menit main. Dia akan berlatih sepekan penuh dan dia akan melaluinya.”

“Senang melihatnya (berlatih kembali) tapi dia masih belum bugar, dia sadar kondisinya belum pulih, tidak akan mungkin setelah cedera begitu lama.”

“Jadi, ya, setelah mengalami kemajuan bersama Under-23 dan mudah-mudahan setelah jeda kami bisa berbicara lebih banyak dengannya, setelah dia kembali ke skuat.”

Lampard interupsi konferensi pers Rodgers

ESPN.com membagikan video yang memperlihatkan rasa hormat antara Lampard dan Brendan Rodgers seusai bos Chelsea muncul untuk menginterupsi konferensi pers manajer Leicester City seusai laga di King Power Stadium yang berkesudahan 2-2 Sabtu lalu.

Setelah menyelesaikan konferensi persnya, saat bersiap kembali bersama skuat ke London, Lampard menyempatkan diri untuk mengucap salam perpisahan dengan eks pelatih tim yunior dan cadangan Chelsea itu.

Ketika Rodgers sedang menjawab pertanyaan, Lampard mendekat dan berkata, “Maaf, permisi. Brendan, saya harus pergi karena kami akan segera pulang.”

Ketika keduanya berjabat tangan lalu saling menepuk punggung. Lampard berkata, “Saya tak mau kasar. Senang bertemu denganmu, sukses selalu.”

Rodgers menjawab dengan mengucap “selamat menikmati libur” sebelum kembali menghadapi awak media dan sambil tersenyum berkata bahwa Lampard “harus mengejar pesawat”.

Morris merasa Abraham akan mendapat manfaat dari nasihat pemain legenda

Asisten kepala pelatih Chelsea, Jodi Morris, mencuitkan opininya jika Tammy Abraham akan mendapat manfaat positif dari komentar yang dilontarkan oleh tiga eks striker timnas Inggris dalam Match of the Day BBC.

Setelah menyaksikan cuplikan pertandingan dari laga imbang kami di Leicester, Gary Lineker, Alan Shearer, dan Ian Wright membagikan pandangan mereka bagaimana Abraham dapat terus berkembang sebagai pemain depan meski gagal mencetak gol ke gawang the Foxes.

“Ini bukan kritik untuk Tammy Abraham karena saya penggemar beratnya. Dia punya masa depan yang cerah di olahraga ini dan dia sudah mencetak 13 gol di liga musim ini, yang mana merupakan pencapaian yang bagus,” kata Shearer.

“Tapi untuk mencetak gol ke-15 sampai 25, dia hanya membutuhkan sedikit bantuan dan mengingatkan bagaimana hal-hal baik seharusnya dilakukan.”

Menjawab broadcast tersebut, Morris mencuit: “Bagusnya dari Tammy adalah dia akan mendengarkan ketiga legenda @GaryLineker, @alanshearer, dan @IanWright0 yang mencoba membantunya di MOTD malam ini. Tak bisa meminta (masukan) yang lebih baik lagi untuk untuk didengar terkait posisinya.”

Ucapan perpisahan tulus dari Newton

Setelah meninggalkan klub untuk bekerja sebagai asisten manajer klub Turki Trabzonspor, Eddie Newton mengirim pesan perpisahan yang emosional ke klub di Instagramnya.

Mantan gelandang, yang terkenal akan gol kemenangan ke gawang Middlesbrough di FA Cup 1997, kembali ke Chelsea pada 2012 dan telah bekerja dalam berbagai peran melatih dan backroom selama delapan tahun terakhir.

“Hari ini saya menulis pesan ini dengan perasaan campur aduk. Saya meninggalkan Chelsea untuk sebuah petualangan baru, yang membuat saya merasa sedih sekaligus gembira,” katanya.

“Sedih karena saya meninggalkan klub yang telah menjadi hidup hampir sepanjang hidup saya. Kalian telah mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang pemain, pelatih, dan manusia.”

“Saya mendapat penawaran fantastis yang tak mungkin saya lewatkan.”

“Peluang seperti ini jangan ada dan saya merasa inilah saatnya saya menguji diri saya di lingkungan yang berbeda.”

“Saya yakin waktu adalah segalanya dalam hidup dan saya yakin ini merupakan waktu yang hebat untuk bergabung dengan klub dan saya menantikan tantangan ini.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA