Berita

Pantauan Media: Nevin Bingung dengan "Peran Baru" di West Ham, Seorang Fan Dihukum Atas Pelecehan Rasial kepada Pemain Chelsea, Kiper Ajax Tertarik Pindah ke Chelsea

Dalam rangkuman berita-berita dari media yang membahas Chelsea kali ini, Pat Nevin menjawab laporan yang salah mengabarkan bahwa dia bergabung dengan staf pelatih David Moyes; seorang pendukung Wolves mendapat ban sebagai akibat dari sikap yang ditujukannya kepada Tammy Abraham; dan Andre Onana menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Ajax untuk bergabung dengan klub Premier League.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Nevin jawab pemberitaan yang salah

Mantan pemain dan favorit penggemar Chelsea, Pat Nevin, melakukan klarifikasi melalui akun Twitter-nya dengan berkata bahwa dia tidak menjadi asisten pelatih di West Ham United menyusul penunjukkan seseorang dengan nama serupa di klub tersebut.

Sejak pensiun, pria Skotlandia itu lebih banyak bekerja di media dan baru-baru ini dikabarkan telah sepakat untuk bergabung dengan staf David Moyes di London Stadium. Sejatinya, the Hammers menunjuk eks pelatih Norwich dan Brighton, Paul Nevin.

Daily Mail tampaknya salah mengenali kedua orang tersebut dan mengatakan bahwa Paul adalah “eks pemain bintang Chelsea” di halaman depan, dan informasi yang salah tersebut diketahui dan dilaporkan oleh penggemar mereka di situs web.

Pat Nevin bingung setelah menerima ucapan selamat atas jabatan barunya namun kemudian memaafkan pihak yang membuat kesalahan tersebut.

“Terima kasih atas pesan-pesan yang baik tentang peran baru saya di WHU dengan Moysie. Sangat disayangkan tidak ada yang memberi tahu saya,” kata mantan pemain sayap Chelsea.

“Semoga berhasil untuk ‘Paul’ Nevin dengan pekerjaan barunya dan kepada David yang menyelamatkan the Hammers dari degradasi.”

“Menyayangkan siapa pun yang melakukan kesalahan itu. Hanya kesalahan kecil, jangan terlalu keras padanya!”

Penggemar Wolves di-ban atas gerakan rasis

BBC melaporkan bahwa seorang pendukung Wolverhampton Wanderers diberi larangan datang ke stadion selama empat tahun menyusul tindakannya yang menirukan gerakan monyet kepada Tammy Abraham dalam laga yang dimenangi Chelsea dengan skor 5-2 di Molineux September lalu.

Pengadilan menyatakan Josef Smith bersalah atas tindakan pelecehan ras kepada si striker Chelsea yang di laga itu berhasil mencatatkan hat-trick pertamanya untuk the Blues di Premier League.

Pria 40 tahun itu dikeluarkan dari pertandingan oleh petugas dan kemudian diadili usai meninjau rekaman CCTV dari kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, Wolverhampton Wanderers menulis bahwa Smith akan “dilarang memasuki stadion Molineux dan semua pertandingan Wolves hingga waktu yang tak terbatas.”

“Pengadilan diberi tahu bagaimana dia ‘mengepalkan tangannya di bawah ketiak menirukan gerakan simpanse’ ketika Abraham mencetak hat-trick,” kabar BBC.

“Menyangkal tuduhan itu, Smith menjelaskan kepada hakim bahwa dia melakukan gerakan ‘pulang sana” yang disalahartikan.”

“Kepada polisi dia mengatakan bahwa dia merasa frustrasi dengan skornya kemudian berdiri dan menyumpah serapah ketika pertandingan berlangsung, namun hanya ‘mengangkat tangannya ke atas’ untuk memotivasi para pemain Wolves.”

“Namun, para saksi mata menggambarkan gerakan Smith tersebut sepertinya ditujukan kepada pemain-pemain berkulit hitam di lapangan.”

Onana dikait-kaitkan dengan Chelsea

Menurut Daily Mail, kiper Ajax, Andre Onana, berniat meninggalkan raksasa Belanda itu musim panas mendatang dan pindah ke Premier League, di mana Chelsea jadi salah satu favorit untuk mendaratkan pemain internasional Kamerun itu.

Onana tampil saat klub Eredivisie itu dua kali berhadapan dengan the Blues di Liga Champions, dan menurut laporan tersebut tampaknya si pemain lebih memilih pindah ke London, entah untuk bergabung dengan the Blues atau Tottenham Hotspur.

“Pemuda 23 tahun itu sudah siap untuk meninggalkan klub Amsterdam itu akhir musim ini dan akan bernilai antara £40-50 juta,” sebut Daily Mail, yang menambahkan bahwa Stamford Bridge adalah destinasi yang dipilihnya.

“Dipercaya bahwa Barcelona telah mengadakan pembicaraan untuk membawa si kiper kembali ke Spanyol, namun Onana lebih suka pindah ke Inggris.”

Onana, yang kontraknya di Ajax baru akan berakhir pada Juni 2022, telah tampil sebanyak 171 kali sejak direkrut dari Barcelona pada 2015 dan masuk nominasi kiper terbaik 2019 di Ballon d’Or tahun ini.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA