Indonesia

Chelsea yang muda, Chelsea yang bergelora

Chelsea di musim 2019/20 ini punya keunikan yang langka dibanding musim-musim sebelumnya.

Dalam artikel penulis tamu Februari ini, kami menampilkan Nadia Hutami, fans setia Chelsea yang membahas tentang munculnya banyak pemain muda menjanjikan di skuad Chelsea musim ini.

Sejak Chelsea diakuisisi oleh Roman Abramovich pada 2003, sepertinya sudah jadi tradisi untuk the Blues memboyong sederet bintang top di lantai bursa. Tapi segalanya berbeda pada musim 2019/20. Embargo transfer selama semusim (yang direduksi menjadi hingga musim dingin 2020) membuat mereka harus bertumpu dengan skuad seadanya.

Plus pengangkatan Frank Lampard sebagai pelatih, sebagai seorang fan saya tentu merasa takut. Bukannya melenyapkan status Super Frank sebagai legenda besar klub, tapi pengalamannya di dunia kepelatihan masih sangat minim.

Ketakutan semakin menjadi karena Chelsea dihajar Manchester United 4-0 pada partai perdana Premier League, yang berlanjut dengan kekalahan dari Liverpool di Piala Super Eropa. Hati saya gusar, apakah Chelsea bisa kompetitif musim ini?

Namun perlahan ketakutan saya terkikis oleh hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Para pemain dari akademi yang dipromosikan ke tim utama, justru jadi protagonis. Sebut saja Tammy Abraham, Reece James, Fikayo Tomori hingga Mason Mount. Tiga nama pertama, jadi yang paling menarik versi saya.

Tammy bisa dibilang memulai petualangannya di Chelsea dengan cara paling buruk. Orang-orang menuduhnya sebagai “biang kerok” kekalahan di Piala Super Eropa lalu. Namun di usia 22 tahun, mentalnya terbilang luar biasa. Dia mampu bangkit dari keterpurukan dan menjelma sebagai mesin gol tim musim ini. Selain itu, kutukan nomor punggung 9 juga sukses disudahi olehnya.

Selanjutnya ada James, yang sudah saya pantau ketika dipinjamkan di Wigan Athletic musim lalu. Talentanya alami dan sangat matang kendati masih berusia 20 tahun. Jika mampu konsisten dan berkembang seiring jam terbang, percayalah dalam lima tahun ke depan dia akan jadi andalan Timnas Inggris!

Nama terakhir tentulah bek muda nan kukuh, Tomori. Jujur, saya baru mulai memperhatikannya sejak mencetak gol spektakuler melawan Wolverhampton Wanderers. Perhatian saya semakin besar, ketika dirinya jadi man of the match dalam kemenangan sulit di kandang Ajax Amsterdam. Saya lantas semakin dibuat kagum ketika dia melancarkan last ditch tackle pada Jay Rodriguez yang sudah sendirian di kotak penalti Chelsea, dalam laga melawan Burnley.

Well, jadi kalau ada pertanyaan apakah saya sekarang masih takut dengan masa depan Chelsea? Jawabannya: tidak! Dengan bakat-bakat hebat layaknya Tammy Abraham, Reece James, dan Fikayo Tomori, The Roman Emperor kini siap bergelora.


(penulis: Nadia Hutami)

Nadia Hutami adalah penulis, salah satu anggota Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) pertama yang mengunjungi Stamford Bridge, 2010 lalu.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA