Analisis

Data Day: Chelsea vs Bayern Munich

Mari kita tengok angka-angka dari laga kontra Bayern Munich yang berakhir dengan kekalahan. Kabar baiknya Mateo Kovacic punya catatan apik…

Hal paling positif yang terlihat di kubu Chelsea adalah penampilan Kovacic, seperti yang disampaikan oleh Frank Lampard seusai laga, dan alasannya bisa dilihat dari statistik di bawah.

Dia melakukan delapan dribel sukses dari sembilan percobaan serta memenangi lima tekel (dengan tingkat keberhasilan 100 persen). Keduanya jadi yang tertinggi di laga itu.

Di antara para pemain Chelsea, dia ada diurutan kedua untuk soal operan terbanyak (47) dengan tingkat keberhasilan terbaik kedua (89 persen), dan dengan sentuhan terbanyak (76). Hanya Jorginho (5,5 persen) yang lebih lama menguasai bola ketimbang dirinya (4,7 persen). Dua umpan kunci Kovacic juga jadi yang tertinggi di antara pemain-pemain Chelsea (sama dengan yang dicatatkan oleh Mason Mount).

Di antara pemain-pemain outfield Chelsea, hanya dia dan Marcos Alonso tidak bisa dilewati lawan yang menggiring bola.

Secara keseluruhan, dominasi Bayern tercermin dari jumlah sepakan (16 berbanding sembilan dari kami), penguasaan bola (63,2 persen), dan tingkat keberhasilan operan yang lebih superior (88 persen berbanding 80 persen).

Kini Bayern telah mencetak tiga gol atau lebih di kandang empat klub Inggris di Liga Champions – Arsenal (dua kali), Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Chelsea – sejak 2013.

Mount melepas lima tembakan, tertinggi di laga itu, namun hanya satu yang mengarah ke gawang.

David Alaba punya operan sukses terbanyak (95), sementara Thomas Muller membuat lima umpan kunci.

Olivier Giroud memenangi tiga duel bola atas, hanya kalah dari Robert Lewandowski (empat). Secara tim, kami memenangi 43 persen dari 30 duel bola atas yang terjadi.

Andreas Christensen dan Toni Rudiger sama-sama membukukan enam intersep.

Kekalahan 3-0 ini adalah margin kekalahan kandang terbesar kami di kompetisi Eropa.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA